Film Anime

Review Film Anime ‘Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train’

Published

on

GwiGwi.com – Manga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba karya Koyoharu Kotoge sukses diangkat menjadi anime 26 episode pada tahun 2019 lalu. Kesuksesan itu membuat ketenaran Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba meledak baik di dalam dan luar Jepang hingga beberapa kali mencetak rekor penjualan manga di Jepang. Cerita setelah episode 26 dituangkan kedalam film anime bertajuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train yang tetap digarap oleh rumah produksi anime Ufotable. Film anime yang berdurasi 1 jam 57 menit ini menceritakan dua volume kompilasi manga (Tankōbon) yaitu buku volume ke-7 dan 8. Film ini tayang perdana di Jepang pada tanggal 16 Oktober 2020 yang membuat down semua website bioskop Jepang.

Bagi penonton di bioskop Jepang, akan mendapatkan manga Demon Slayer edisi terbatas. Buklet 84 halaman akan menampilkan cerita dari pencipta manga Koyoharu Gotouge, berjudul ‘Rengoku Volume 0′, yang mengikuti api Hashira pada misi pertamanya sebagai Demon Slayer, dan wawancara staf dan pemeran film, bersama dengan daftar pemeran / staf lengkap. Buklet itu akan dicetak sebanyak 4,5 juta eksemplar dan akan menjadi siapa cepat dia dapat di bioskop di seluruh Jepang. Tidak hanya manga, gwimin juga mendapat selembar visual Tanjiro Cs lucu. Konon katanya gambar yang dicetak ini hanya untuk 2,5 juta orang. Namun tenang saja untuk yang tidak bisa datang, gambar tersedia di situs resmi, sehingga siapapun dapat mengunduhnya untuk diwarnai di rumah!

Cerita dimulai dengan Tanjiro, Nezuko, Inosuke dan Zenitsu, para Demon Slayer junior kembali beraksi di film ini, ditemani oleh En-Bashira atau Flame Pillar (tingkatan tertinggi pada Demon Slayer) Rengoku Kyojuro yang menguasai pernapasan api. Kali ini mereka akan berhadapan dengan Demon terakhir pada golongan rendah dari 12 moon Demon atau urutan ke tujuh.

Sebenarnya 2 minggu sebelum film anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train tayang sangat banyak sekali promosi film ini terlihat dimulai dari produk-produk minuman, roti sandwich dan lainya. Terutama promosi di berbagai acara TV yang sempat membuat saya eneg melihat pernak-pernik Demon Slayer, namun setelah menonton sampai habis film ini saya puas dan sangat terharu sekali, walaupun saya sudah membaca semua manganya sampai selesai.

Salah satu yang membuat anime KnY terkenal yaitu kualitas animasi yang disuguhkan dengan indah oleh Ufotable. Tidak tahu mengapa pada film anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train ini saya tidak terlalu kagum dengan animasi pertarungan pada film kali ini, tentu saja ada banyak animasi dan pengambaran visual yang lebih bagus bila dibandingkan dengan serinya. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan mewahnya animasi selama menonton serial anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Tapi kalau saya dipikir kembali jika animasinya dibikin lebih lebay malah jadi tidak bagus, jadi kesimpulannya penggambaran animasi pada film ini sesuai dengan apa yang terjadi di manganya. Satu yang membuat saya kagum (atau memang saya yang lupa), animasi demon di film ini mengingatkan kembali betapa seram dan menjijikannya Demon di anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Satu hal utama keunggulan film kali ini yang ingin saya puji adalah bagaimana pintarnya Ufotable mengambarkan atau menyajikan adegan-adegan mengharukan pada bagian cerita Mugen Train ini. Perasaan para penggemar baik yang sudah dan belum membaca manga sampai selesai akan diguncangkan oleh film ini. Lagu penutup film ini kembali dinyanyikan oleh LiSA dengan judul 炎 (en) atau flame.

Selain hal-hal yang membuat terharu, film anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train sarat penuh aksi karena untuk pertama kalinya kita dapat melihat aksi Hashira dengan kekuatan penuh dalam animasi, tentu saja penonton juga dibuat tertawa oleh kelakuan kelakar Inosuke dan Zenitsu. Banyak sekali pesan-pesan yang bisa didapat pada film ini, satu yang saya rasakan adalah film ini mengajak kita untuk tidak takut mengejar mimpi namun tidak lupa untuk melihat kenyataan. Sayang sekali belum ada informasi kapan film ini akan tayang di Indonesia, namun dipastikan ODEX membawa film anime ini untuk wilayah Asia Tenggara pada Februari 2021.

Trending

Exit mobile version