Idol Group
Pertukaran pelajar aka member, Sayaya gabung JKT48 dan Stefi masuk AKB48
GwiGwi.com – Pada acara JakJapan Matsuri 2018 yang juga dilangsungkan untuk mengenang 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, memberi kejutan untuk peminat JKT48. Pada show Minggu (9/9) sore, diberitahukan ada pertukaran jangka pendek antara member JKT48 dan AKB48.
Pengumuman itu dikatakan setelah JKT48 dan AKB48 tampil bareng di atas panggung Music Festival. General Manager AKB48 Group Yokoyama Yui memberitahukan pertukaran pelajar itu. Pengumuman itu dikatakan dalam Bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh Kapten Tim Ayana Shahab.
Isi pemberitahuan itu, Kawamoto Saya yang bergabung di AKB48 semenjak 2013 bakal ke JKT48. Sedangkan Stephanie Pricilla Indarto Putri dari Tim J JKT48 bakal ke AKB48. ’’Terhitung semenjak pertengahan September sekitar satu bulan,’’ ujar Ayana Shahab yang menerjemahkan perkataan Yuihan (sapaan Yokoyama Yui).
Lebih lanjut Yuihan menyampaikan, bahwa pertukaran tersebut adalahbagian untuk menyokong persahabatan 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Sayaya (sapaan Kawamoto Saya) mulai bergabung JKT48 semenjak 15 September. Sedangkan Stefi, bergabung ke AKB48 mulai 17 September.
Bagi fans Sayaya di Jepang yang akan mengekor handshake event, tidak boleh khawatir bila dia tidak datang. Sebab, manajemen meyakinkan Sayaya bakal ke Jepang untuk mengekor handshake event. Disebutkan juga, mereka berdua bakal saling mengikuti sekian banyak kegiatan di AKB48 maupun JKT48.
Usai pertunjukan, Sayaya dan Stefi melangsungkan press conference. Keduanya menyatakan sedang mempersiapkan bahasa. Sebab, dua urusan tersebut yang dinilai akan menjadi halangan terbesar. ’’Saya telah belajar Bahasa Jepang semenjak dua bulan lalu. Tapi, tersebut tidak cukup,’’ kata Stefi.
Sedangkan Sayaya, menyatakan baru menghafal sejumlah lagu JKT48. Kemampuan Bahasa Indonesia pun di bawah rata-rata. Di samping lagu, yang telah dihafalkan dengan keras ialah jikoshoukai atau perkenalan dalam Bahasa Jepang. ’’Belajar Bahasa Indonesia belum banyak. Misalnya perkenalan untuk di stage,’’ terangnya.
Stefi mengungkapkan, proses untuk menilai member yang dikirim ke AKB48 melewati sebuah audisi. Sebelumnya, semua member diminta untuk presentasi mengenai apa yang dapat disumbangkan untuk menyokong 60 tahun persahabatan Jepang-Indonesia. Terutama, dari profesinya sebagai member JKT48.
Dia meyakinkan manajemen bila sudah belajar Bahasa Jepang. Di samping itu, Stefi yang sudah menikmati di seluruh tim JKT48 dinamakan sebagai nilai tambah. Termasuk, lolos jadi senbatsu single Uza. ’’Aku ucapkan prestasi di JKT48. Mulai dari trainee 15 bulan, Tim T 15 bulan, Tim KIII 15 bulan dan kini di Tim J,’’ jelasnya.
Sedangkan di AKB48, Sayaya menuliskan tidak terdapat proses audisi. Dia tidak tahu mengapa yang terpilih untuk ke Jakarta. Namun, Sayaya tidak mempersoalkan itu. Sebab, dia menyatakan pernah ke Jakarta dan suka. ’’Aku akan menyerahkan yang terbaik. Menunjukkan Sayaya yang bekerja keras di sini,’’ tandasnya.
Lantas, apakah pertukaran tersebut membuat Sayaya otomatis menggantikan Stefi di Tim J dan Stefi masuk ke Tim 4 AKB48? Sampai berita ini diturunkan belum terdapat kepastian. Manajemen belum menyatakan apakah otomatis seperti itu. Sebab, belum tahu pun Sayaya bakal berlatih setlist teater apa di JKT48.