Music

Yuyoyuppe on Indonesia Comic Con 2015: “Saya Sudah Membalas Dendam”

Published

on

GwiGwi.com – Halo, Gwiple! Tak terasa sudah seminggu ya, sejak Indonesia Comic Con (ICC) 2015 diselenggarakan. Masih adakah yang belum bisa move on dari perhelatan ‘segede Gavan’ tersebut? Tenang, buat yang masih ingin merasakan euforia ICC 2015, GwiGwi kali ini menyajikan interview dengan salah satu guest star asal Jepang yang pastinya sudah sangat kalian kenal, Yuyoyuppe aka DJ’Tekina//Something (Tekisome).

Pada penampilannya Minggu, 15 November 2015 kemarin, Yuppe sangat all out dalam mengerahkan seluruh kemampuannya demi menghibur para penonton. Bahkan sekembalinya ke Jepang, produser Vocaloid yang akrab disapa Legendary Luka Master itu meng-upload beberapa fotonya di ICC melalui Facebook serta menuliskan, “Saya sudah ‘membalas dendam’ akan tahun lalu.”

Seperti yang kita ketahui, Yuyoyuppe juga pernah diundang ke Indonesia pada tahun 2014 dalam event Indonesia Toys, Games, and Comic Convention (ITGCC) yang merupakan versi terdahulu dari ICC. Dalam satu interview dengan GwiGwi pula, ia menyatakan rasa kecewa karena tidak banyak orang yang menonton penampilannya ketika itu. Namun tahun 2015 Yuyoyuppe benar-benar telah merasa puas karena berhasil mengguncang Indonesia.

Nah, makin penasaran ‘kan, interview dengan Yuyoyuppe di ICC 2015 kemarin seperti apa? Let’s check it out!

 

Pertanyaan (Q): Anda telah menciptakan banyak lagu untuk Vocaloid, band, anime, sesama artis, bahkan untuk diri sendiri. Apa perbedaan dalam membuat lagu untuk diri sendiri dan orang lain?

Yuyoyuppe (Y): “Tentu saja rasanya sangat berbeda. Ketika menciptakan lagu untuk diberikan kepada penyanyi atau artis lain, pada dasarnya bertujuan untuk memenuhi permintaan sang artis. Jadi saya dituntut untuk dapat menyampaikan keinginan dan pesan mereka melalui lagu itu. Sementara kalau menulis lagu untuk sendiri, akhir-akhir ini saya pikir hal tersebut cukup sulit… karena saya merasa setiap kali harus lebih baik dari sebelumnya. Saya harus mampu mengalahkan diri saya sendiri setiap menciptakan lagu baru.”

Q:  Apa ekspetasi untuk performance di sesi DJ Night hari ini?

Y: “Sejujurnya saya tidak tahu. Tapi saya telah mempersiapkan segalanya dengan baik dan saya harap semuanya akan menyukai lagu-lagu yang saya putarkan nanti malam. Saya juga yakin bahwa saya akan dapat membuat malam ini menjadi malam yang hot. Ditambah lagi karena sekarang ini di Jepang sedang dingin, maka saya ingin benar-benar merasa hot di Indonesia, hahaha.”

 

Q: Selain sebagai produser Vocaloid, Yuyoyuppe juga dikenal sebagai utaite (penyanyi Nico Nico Douga) dengan lebih dari 20 cover lagu, baik lagu produser lain maupun lagu buatan sendiri. Manakah yang lebih susah untuk dilakukan, menulis lagu atau meng-cover lagu?

Y: “Seperti yang saya katakan sebelumnya, menulis lagu terutama untuk diri sendiri sangat sulit karena saya harus merasa lebih baik dari yang sudah-sudah. Saya menganggap bahwa menulis lagu itu seperti seorang ibu yang membesarkan kita, penuh dengan struggle. Tapi jika meng-cover lagu, apalagi lagu orang lain, juga memiliki tantangan karena kita harus bisa menyanyikan ulang lagu tersebut jauh lebih bagus daripada aslinya. Jadi keduanya memiliki kesulitan masing-masing.”

 

Q: Apakah Yuyoyuppe-san suka membaca manga (komik Jepang) atau komik Barat?

Y: “Akhir-akhir saya tertarik dengan manga berjudul Ago Nashi Gen To Ore Monogatari. Pengarangnya sama dengan yang membuat Prison School. Meskipun humornya serupa pula dengan Prison School, saya rasa Ago Nashi Gen To Ore Monogatari tidak dapat dijadikan anime karena terlalu liar, haha. Tapi saya sangat merekomendasikannya kepada kalian, terutama para cowok pasti akan menyukai manga ini. Sementara untuk komik Barat… sejujurnya saya kurang tertarik. Saya telah berkunjung ke negara-negara lain seperti Singapore, Thailand, Filipina dan menjadi guest star untuk event semacam ini. Ketika saya melihat banyak hal-hal berbau Barat seperti Marvel, Disney, dan lainnya, saya sering membandingkan karya saya sendiri dengan milik mereka. Mereka sangat luar biasa dalam membuat karya-karya tersebut, dan sebagai orang biasa saya merasa jauh dari karakter para pembuat komik itu. Karena itu di waktu luang saya memilih untuk mengasah skill musik saya, sehingga saya bisa membuat sesuatu yang lebih menarik dan menjadi sebagus mereka. Tapi saya cukup menyukai beberapa tokoh Marvel, terutama Spider-Man.

Bagaimana, Gwiple? Sangat seru ya, mengobrol dengan musisi kelahiran Ibaraki ini. Gwimin berharap tahun depan kita dapat menyaksikan kembali penampilan Yuyoyuppe melalui ICC 2016 atau event-event lainnya. Semoga ia pun makin sering mengunjungi Indonesia, ya.

Sampai bertemu lagi di wawancara-wawancara berikutnya, Yuyoyuppe-san!

Trending

Exit mobile version