News

Unboxing OnePlus One, Flagship Killer asal negeri Panda

Published

on

GwiGwi.com – Sudah lama rasanya tidak mencoba gadget baru, kali ini gwimin menerima paket spesial dari Pre-Order Lazada beberapa waktu lalu. OnePlus One resmi masuk Indonesia melalui toko online terbesar di Asia Tenggara Lazada Indonesia. Bangga rasanya bisa ikut memesan gelombang pertama handheld ini. Langsung saja saya akan berbagi pengalaman membuka paket ini dan hands-on OnePlus One (OPO).

Seperti biasa, paket ini datang dengan dus Lazada yang khas. Didalam dus tersebut, ada lagi dus cokelat dengan bungkus plastik bening. Saya bertanya-tanya sesimple ini kah dus OPO, soalnya sedikit berbeda dengan yang saya pernah lihat di Youtube beberapa waktu lalu. Maklum OPO ini sudah lumayan berumur setelah akhirnya masuk di Indonesia.

Didus cokelat ini tidak banyak detail hanya ada stiker bertuliskan detail OPO seperti tipe, model, distributor, IMEI dan SN. Dengan warna dus cokelat jadi sedikit dejavu dengan dus cokelat figur limited, jadi berasa barang limited saja OPO ini.

Penasaran, saya langsung mencari cara untuk membuka, ada sebuah garis putus-putus dengan warna merah. Seperti tanda bahwa dus disobek dibagian tersebut. Di salah satu sisi dus tersebut ternyata ada sebuah tempat untuk memegang dan merobek, jadi mirip zipper pembuka segel makanan dengan logo OnePlus warna merah.

Voila, dalam dus cokelat tersebut terdapat beberapa bagian dus, dan saya merasa semakin dejavu dan yakin ini dus yang saya lihat di video dulu. Ada dua dus putih kombinasi merah dengan logo OnePlus. Satunya dengan ukuran yang lebih besar dan pipih kemudian satu lagi dus kecil dengan gambar adaptor. Sudah bisa dipastikan itu adalah adaptor untuk meng-charge OPO ini.



Saya lebih tertarik dengan dus yang lebih besar. Disisi kanan terdapat sebuah pegangan yang mana menandakan kalau dus itu harus ditarik kekanan. Langsung saja saya menarik kanan, dan menemukan dus merah yang siap dibuka, dan didalamnya sudah terdapat handheld (HH) OPO yang lagi ‘tertidur pulas'. Dibawah tempat OPO tersebut ternyata masih ada lagi kelengkapan bawaan HH ini seperti Buku Manual, kabel micro USB dengan bentuk pipih dan warna merah untuk kabel data dan charger, ada juga Sim Ejector. Siapa sangka dus yang keliatannya tipis terdapat berbagai kelengkapan HH. Oh ya, sebelumnya juga diberikan sebuah SIM adapter bagi pengguna Nano Sim.




Tanpa basa-basi saya langsung mengangkat OPO dari singgasananya, dan akhirnya saya mengerti kenapa modelnya disebut Sandstone Black. Memang sesuai nama, back-case dari OPO ini memiliki tekstur seperti pasir, agak kasar namun tidak mengganggu, justru sangat nyaman digenggam dan tidak licin. Ditengah back-case tersebut, ada logo OnePlus yang dicetak hitam DOF yang penampakannya cukup tersamar. Untuk berat OPO ini tergolong cukup ringan. Sepanjang sisi pinggir dibagian muka, terdapat bezel silver yang menambah kesan premium di HH ini.


Bagian sisi layar, seperti HH pada umumnya, dilapisi pelindung plastik mika bawaan yang terdapat berbagai informasi detail fungsi tombol. Disisi kanan HH terdapat tombol Power On/Off, kemudian sebelah kiri terdapat tombol Volume Up-Down dan slot SIM dengan bawaan model Micro Sim. Sisi atas bagian kiri HH terdapat colokan earphone 3.5mm dan bagian bawah tengah terdapat colokan Micro USB serta Speaker dibagian kanan kiri colokan tersebut.


Sekian pengalaman saya membuka dus OnePlus One. Nantikan review saya mengenai Handheld ini.

Trending

Exit mobile version