News
Tokyo Shimbun meminta Maaf atas karikatur nabi Muhammad
GwiGwi.com – Tokyo Shimbun mengakui telah menyinggung umat muslim dan meminta maaf telah memasang karikatur nabi Muhammad.
Tokyo Shimbun meminta maaf pada umat muslim karena telah mencetak ulang karikatur nabi Muhammad yg diterbitkan oleh Charlie Hebdo, mengikuti peristiwa pembantain pada awal bulan ini yang terjadi di kantor mingguan French Satirical di Paris.
“Kami telah menyinggung umat muslin. Kami minta maaf”, ujar Tokyo Shimbun pada koran edisi paginya tgl 29 Januari kemarin.
Awal bulan Januari ini, Tokyo Shimbun yang diterbitkan oleh Chunici Shimbun memajang kover edisi pertama Charlie Hebdo yang diterbitkan setelah penjahat menembak mati sejumlah reporter dan kartunis pada 7 Januari lalu di kantor mereka di Paris. Kover tersebut menggambarkan nabi Muhammad.
“Kami memasang kover tersebut karena ingin mengajak pembaca berpikir apakah kartun buatan charlie hebdo adalah sebuah isu kebebasan berekspresi atau hanya sebuah hinaan pada agama tertentu”, permintaan maaf yang tertulis pada edisi pagi 29 januari. “Kami tidak bermaksud menyinggung atau menghina umat islam.”
Pada artikel permintaan maaf tersebut, Tokyo Shimbun mengungkapkan mereka menerima surat protest dari dua grup muslim, salah satunya adalah warga Pakistan yang tinggal di Jepang.
Tokyo Shimbun juga mengatakan bahwa mereka mendengar salah satu pendapat pembaca bahwa dia ingin menghormati perasaan orang lain jika mereka terluka secara emosional oleh artikel yang Tokyo Shimbun terbitkan, tak perduli seberapa kecil jumlah orang yang terluka secara emosional itu.
Tokyo shimbun juga menambahkan, “Kami benar-benar menyesal dan akan mengevaluasi tugas dan tanggung jawab kami sebagai pengabar berita dan juga menyuarakan pendapat para pembaca kami pada redaksi dan petinggi perusahaan pada saat yang sama.”
Karikatur nabi Muhammad yang dibuat oleh Charlie Hebdo juga diterbitkan oleh Nihon Reizai shimbun dan Sankei shimbun, sementara Kyodo News-lah yang menyebarkan kartunnya.
Asahi shimbun sendiri mencari konfirmasi dari ketiga media tadi perihal penyebaran karikatur yg kontroversial itu.
“Kami tidak akan menjawab pertanyaan tentang prinsip yang menjadi landasan keputusan editorial perusahaan lain dan aksi mereka terkait artikel individual.” jawab Nikkei ketika dimintai keterangan perihal keputusan Tokyo Shimbun untuk meminta maaf.
Sementara Sankei Shimbun juga menolak untuk berkomentar, Kyodo News menyatakan mereka tidak punya rencana apa-apa terkait masalah tersebut.
Yasuhiko Oishi, seorang professor di bidang etika media dari universitas Tokyo Aoyama Gakuin mengatakan kalau Tokyo Shimbun belum memenuhi tanggung jawab mereka pada para pembaca.
“Meskipun mereka mengeluarkan pernyataan minta maaf, artikelnya sendiri belum memastikan sikap Tokyo Shimbun sebenarnya perihal memberikan sesuatu untuk mengajak para pembacanya berpikir lebih jauh dengan cara menerbitkan karikatur tersebut. Masih belum jelas bagaimana sikap Tokyo Shimbun perihal kebebasan berekspresi dan apakah mereka akan menggunakan kebijakan editorial yang sama kalau masalah yang mirip muncul lagi suatu saat nanti.”
via Asahi Shimbun