Entertainment
Sudah Siap Untuk Popcon Asia 2015? Yuk Saksikan Komentar Creator Industri Kreatif!
GwiGwi.com – Di minggu ini, convention budaya Pop dan kreativitas, Popcon Asia sudah digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center. Disini Gwiple dapat melihat berbagai macam karya-karya kreatif dari anak bangsa dalam berbagai macam delivery yang tentunya menarik mulai dari dunia Animasi, Games, dan juga Movies!
Tetapi, apa sih yang membuat Popcon Asia tentunya berbeda dengan konvensi lainnya di Indonesia? Crew GwiGwi hadir dalam diskusi dengan para penggiat industri kreatif, dan kami akan membagikan kepada Gwiple apa saja yang membuat Popcon Asia berbeda, dan juga bagaimanakan perkembangan Budaya Pop di Indonesia terutama dalam kategori Industri Kreatif!
Menurut Arief Widhyansyah, di Popcon, tidak hanya bagi developer games, namun berbagai macam penggiat Industri Kreatif dapat saling bertemu, dan siapa tau bisa saja menjadi sebuah awal project yang hebat. Popcon terkadang menjadi ajang untuk me-launch produk dari para kreator. Dengan demikian, Popcon menjadi tempat untuk pengenalan, dan juga tempat awal kolaborasi antar kreator.
Rio Dewanto dan Anggia Kharisma yang bekerjasama dalam projek Filosofi Kopi pun ikut menyuarakan pendapat mereka tentang perkembangan Industri Kreatif di Indonesia. Menurut mereka, tanpa adanya kolaborasi, pastinya tidak akan ada hasil yang maksimal dalam project apapun yang dikerjakan. Lifespan dari projek tersebut-pun bertambah panjang karena adanya kolaborasi tersebut.
Aswing Siregar, seorang produser film berjudul Valentine Skylar berpendapat bawah Popcon memang bisa menjadi tempat yang tepat untuk perlisan perdana filmnya tersebut.
Ketika diberikan pertanyaan mengenai potensi industri film di Indonesia, Aswin Siregar berpendapat sebagai berikut “Penonton terkadang susah ditebak. Kami dari tim bikin film yang bagus dahulu. Yang terbaik dan bagus. Selanjutnya penonton yang menilai”.
Sepertinya memang kalau membahas mengenai Industri Kreatif tidak ada habisnya. Selain booming kekreatifitasan yang baru atau yang menarik, membuat peluang yang terbuka semakin besar. Bagi Rio Dewanto, ini merupakan suatu trigger untuk bisa membangkitkan semangat para kreator untuk tidak hanya bekerja dibawah orang saja (sesuai job) tetapi kreator di daerah satelit-pun bisa bangkit untuk membuat karyanya sendiri.
Di kesempatan ini-pun ada perwakilan dari pemerintahan Indonesia yang mengkonfirmasi bahwa nantinya pada waktu yang akan datang, para kreator Industri Kreatif ini dapat memiliki assurance karena surat kepemilikan karya mereka akan bisa setara dengan surat berharga bahkan hingga diilustrasikan bahwa ini bisa dipakai sebagai jaminan.
Itulah tadi respon-respon kreator dan juga perwakilan dari pemerintahan mengenai Industri Kreatif. Apakah Gwiple siap untuk terjun di bidang yang sama?