Gaming

Steam putuskan tidak akan menyensorkan game di portal mereka

Published

on

GwiGwi.com – Dengan perkiraan penghasilan sekitar USD4,3 miliar (Rp60 triliun) per tahun, Steam ialah toko digital untuk game PC terbesar di dunia. Hari ini, Valve melafalkan bahwa mereka tidak bakal menyensor game yang akan dipasarkan melalui Steam.

Dalam suatu blog post, Erik Johnson dari Valve menyatakan bahwa melulu ada dua tipe konten yang akan ditampik masuk Steam, yakni konten yang dirasakan ilegal atau konten yang memang diciptakan hanya untuk merusuh.

Berdasarkan keterangan dari CNET, ketentuan tersebut masih memungkinkan Valve untuk menampik game mengenai penembakan di sekolah yang sempat hadir di Steam minggu lalu.

Ketika Valve menampik game yang dinamai Active Shooter tersebut, mereka menuliskan bahwa pengembang game ialah “troll”, dan melafalkan bahwa sang pengembang “mempunyai sejarah penipuan konsumen, merilis konten dengan hak cipta dan memanipulasi review pemakai.”

Dengan ketentuan baru ini, game dengan konten seksual eksplisit, seperti game visual novel yang sempat dikabarkan bakal dihapus dari Steam, boleh dipasarkan melalui Steam.

Melalui blog post, Johnson menyatakan bahwa dalil Valve menyimpulkan untuk tidak mengerjakan penyensoran ialah karena memilih game bukanlah urusan yang mudah. Valve merasa, mereka akan dapat membuat lebih tidak sedikit orang puas andai mereka tidak berjuang menyensor game yang diluncurkan di Steam.

Valve pernah menemukan protes sebab melarang game-game tertentu hadir di Steam atas dasar adanya konten seksual gamblang dan pada ketika yang sama tidak mempedulikan game populer seperti The Witcher 3, walau game tersebut juga berisi adegan seksual yang eksplisit.

Daripada menyensor konten, Valve berencana untuk menciptakan tool baru untuk tidak mempedulikan pemakainya memfilter konten yang tampil.

“Melalui pendekatan ini, kami dapat fokus untuk tidak menata konten apa yang boleh masuk Steam namun lebih ke menyerahkan kendali pada pemakai untuk menata konten apa yang hendak mereka lihat,” tulis Johnson.

Trending

Exit mobile version