Teknologi
Seminar CompFest 8: Natural Language Understanding, Kenali Bahasa Mesin
GwiGwi.com – Hari Minggu (25/9) telah diadakan tiga Seminar yang mencakup teknologi terhangat seputar IT. Salah satu topik seminar yang dibawakan pada seminar CompFest 8 adalah Natural Language Understanding yang dibawakan oleh Ruli Manurung, Analytical Linguist at Google Machine Intelligence. Baru bekerja 8 bulan di Google bukan berarti Ruli Manurung merupakan tokoh baru di dunia IT. Beliau telah menahun lamanya bekerja pada bidang Natural Language dan telah menamatkan studi S3-nya di University of Edinburgh.
NLU sendiri merupakan sesuatu yang menarik jika Anda tertarik akan suatu gebrakan di bidang IT. Pada penggunaannya yang akrab di telinga masyarakat adalah Google Text-to-Speech. Diawali dengan kalimat yang digunakan oleh pengguna yang menyatakan suatu kalimat, Google akan mengolah kalimat tersebut ke dalam bahasa mesin yang kemudian akan mengeluarkan hasil sesuai dengan keinginan pengguna. Salah satu contohnya ialah ketika pengguna menyebutkan “ke
Paris” pada mesin pencarian tersebut. Google akan menerjemahkan kata yang diucapkan oleh pengguna dengan berbagai macam arti. Dapat berupa artikel liburan, jualan tiket atau mungkin foto Paris itu sendiri.
Pada prosesnya, bahasa merupakan sesuatu yang ambigu. Dalam bahasa Indonesia sendiri titik koma akan sangat mempengaruhi pengertian dalam suatu kalimat. Contoh sederhana, “Ani makan bakso dengan Budi” dan “Ani makan bakso dengan sendok” memiliki arti yang berbeda walaupun memiliki komposisi yang mirip dalam kalimatnya. Lainnya adalah “Ani datang kemari memberi tahu” yang dalam kalimat ini tahu merupakan kata dengan dua arti, makanan atau informasi.
Mesin memiliki cara sehingga dapat menerjemahkan kata dari pengguna dengan efisien. Pada tahap awal dilakukan pemecahan kalimat sehingga diketahui highlight dari kalimat tersebut. Kemudian diberi tag untuk setiap kata yang akan diberikan informasi linguistik tambahan pada kata tersebut sehingga nanti dapat diketahui kata tersebut berada di golongan mana. Pada pemberian tag juga diberikan informasi apakah kata tersebut merupakan subjek, obyek atau predikat. Misalnya “Aku mau tahu”, pada pencariannya akan ditemukan banyak hal mengenai tahu, entah cara pengolahan tahu, penjualan tahu, atau mengenai pengetahuan dan ilmu. “Tahu” disini telah diberikan tag bukan hanya sebagai makanan, namun sebagai kata yang dapat memiliki arti lain.
Kita harus memasukan aturan-aturan untuk mesin mengerti apa yang dimaksud oleh manusia karena bahasa penuh dengan ambiguitas yang bahkan membingungkan untuk manusia. Sehingga yang terpenting ialah menambahkan informasi terus menerus sehingga mesin mengerti apa yang dimaksud oleh manusia.
Ruli sendiri sangat terkesan dengan antusiasme peserta seminar yang menurutnya memberikan pertanyaan yang menarik dan betapa ramainya peserta seminar di Auditorium FIK yang notabenenya besar. Beliau juga menyatakan bahwa Google
mengutus beliau karena animo pendaftar magang Google melonjak setelah CompFest7 mengundang pembicara dari Google untuk mengisi seminar tahun kemarin.