Teknologi

Seminar CompFest 8: Inovasi dan Teknologi yang Bermanfaat

Published

on

GwiGwi.com – Pernah membayangkan hidup tanpa teknologi? Atau mungkin pernah mencoba merasakan tinggal di masa lalu di mana teknologi belum sehebat sekarang? Membayangkannya saja pasti sudah enggan. Tidak bisa dipungkiri saat ini
kita sangat bergantung terhadap teknologi. Teknologi erat kaitannya dengan mencapai sesuatu secara lebih cepat atau instan. Lalu bagaimana dengan teknologi yang membawa manfaat? Aldi Haryopratomo selaku Chief Executive Officer dari
Ruma mencipatakan inovasinya.

Pernah menjadi bagian dari Kiva.org – organisasi non profit di San Fransisco – membuatnya memikirkan Indonesia, tentang permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia. Menurutnya, usaha-usaha milik masyarakat baik dari kelas menengah hingga ke bawah itu sangat banyak jumlahnya. Namun, pendapatan harian mereka bahkan bulanannya tidak lebih dari yang diharapkan. Untuk itulah Kak Aldi merasa perlu menerapkan teknologi untuk membantu meningkatkan taraf dan mutu kehidupan mereka. Kak Aldi berpikir bahwa teknologi akan sangat efektif jika benar-benar diterapkan. Hal tersebutlah yang membuatnya mendirikan Ruma – Rekan Usaha Mikro Anda – sebuah social enterprise yang bertujuan meningkatkan derajat, pendapatan, dan akses untuk masyarakat miskin melalui teknologi.

Kegiatan dari Ruma di antaranya adalah membimbing masyarakat yang berada di pedesaan untuk mengelola bisnisnya dengan bantuan alat teknologi. Mereka melakukan pelatihan dan sosialisasi agar masyarakat dapat melek teknologi. Dengan begitu konsumen akan lebih banyak didapatkan. Selain itu, sasaran lain dari Ruma ialah ibu-ibu PKK. Ruma menamainya Arisan Mapan. Ibu-ibu ikut arisan dengan tujuannya masing-masing, misalnya ada yang ingin membeli panci, rice cooker, atau kipas angin. Selanjutnya akan ada satu pemimpin dalam arisan yang mengoordinir berjalannya arisan. Pemimpin inilah yang akan melaporkan setiap progres melalui aplikasi pada gadget yang ada. Dengan begitu setiap kali kumpul arisan, mereka akan mencicil hingga pada akhirnya mencapai tujuannya. Selain itu juga ada Toko Mapan dan beberapa hal yang sedang mulai dikembangkan seperti tabungan untuk traveling. Sistem pembayarannya ialah bagi hasil sehingga tidak akan memberatkan anggota-anggotanya.

Ruma sudah berdiri sejak 2009. Ruma merupakan inovasi baru di dalam teknologi yang dikelola oleh banyak orang dan dapat bermanfaat untuk banyak orang pula. Selain itu para anggotanya pun dapat bekerja sembari menolong orang karena misi Ruma adalah sosial. Hingga saat ini sudah berdiri 60 cabang di Pulau Jawa.

“Setiap orang punya pilihannya masing-masing. Mahasiswa yang baru lulus misalnya, mereka mungkin lebih memilih bekerja di suatu perusahaan terkenal dan mendapatkan gaji yang cukup, atau mungkin beberapa dari mereka justru tertantang untuk mendirikan startupnya sendiri, atau bisa saja ada yang memilih bekerja mencari pengalaman terlebih dahulu sebelum memulai usahanya sendiri. Semuanya baik, namun kembalilah ke passion kita. Kebanyakan orang mendirikan startup karena memang memiliki passion nya masing-masing,” ujar Kak Aldi menanggapi peserta.

Dalam mengembangkan Ruma, Kak Aldi sangat melihat passion yang ada pada setiap calon anggota timnya. Baginya, memiliki passion yang sesuai dengan tujuan dari Ruma itu penting, mengingat Ruma adalah social enterprise, bukan organisasi yang bertujuan mencari profit sebesar-besarnya. Kak Aldi mencari orang yang terbuka untuk mepelajari hal-hal baru dan juga ingin membuat teknologi menjadi bermanfaat, khususnya bagi Indonesia.

Antusiasme peserta dalam mengikuti jalannya seminar kali ini cukup menarik. Kebanyakan dari mereka bukanlah orang-orang yang haus akan membuat startup, melainkan justru kalangan umum yang ingin belajar. Di akhir sesi Kak Aldi berpesan kepada para mahasiswa bahwa teknologi itu dapat menjadi solusi atas berbagai masalah sosial yang ada di negeri ini.

Trending

Exit mobile version