News

Secret Walls, Adu Jago Street Art Hitam Putih di Indonesia Comic Con 2016

Published

on

GwiGwi.com – Jika seni adalah bahasa, maka logat Secret Walls adalah hitam di atas putih. “Kami memulai Secret Walls dengan tinta hitam saja, dan satu kali kami mencoba mengadakan battle dengan warna di London sepuluh tahun lalu, dan keliatannya tidak bagus, berantakan, jadi semuanya berpikir ‘ayo kembali ke hitam-putih saja’,” ujar Terry, founder dari Secret Walls. “Rasanya cocok.”

Kerja sama Secret Walls dan Indonesia Comic Con makin nampak, dengan adanya dua battle (dibanding tahun lalu yang hanya satu). “Tahun lalu penontonnya banyak, dan mereka mengajak kami untuk datang lagi, kali ini kami tampil dua hari.”

Secret Walls adalah salah satu dari sekian pihak yang mendukung kepopuleran street art di dunia. Tim Secret Walls yang diwawancarai pun angkat bicara, “Street art akan menjadi makin besar di depannya, seperti di barat dan di Hong Kong yang mempunyai scene yang besar. Dengan kedatangan kami di sini, membuat show yang makin besar lagi, kami harap banyak yang akan terinspirasi, dan para penonton juga dapat mendukung kami dengan cara mereka sendiri.”

Secret Walls mengusung bentuk pertarungan ilustrasi global dan dilakukan secara langsung seperti medan kreatif Shoreditch di tahun 2006. Kesederhanaan dari palet warna monochrome yang dicampur dengan efek menyegarkan sudah terbukti sebagai konsep unggulan. Sampai hari ini, Secret Walls telah mempertunjukkan lebih dari seribu acara yang disaksikan oleh penggemar seni hampir di seluruh belahan dunia.

Seniman-seniman berbakat dengan gaya dan latar belakang berbeda bersaing secara global. Mereka hanya bersenjatakan spidol hitam atau cat akrilik, dengan tantangan mengubah sebuah kanvas raksasa menjadi suatu karya seni indah. Kepopuleran perusahaan inovatif milik Terry Guy sepertinya tak kunjung reda, laksana sebuah pertarungan yang baru saja dimulai. Sejak tahun 2006, Secret Walls menunjukkan konsep perdana mereka di sebuah bar di London Timur, mengubah suasana bawah tanah menjadi suasana pertarungan yang mendalam dan meluas sampai ke setiap bagian gelap dunia. Kota-kota besar turut mengadakan turnamen populer ini, diantaranya London, Berlin, New York, Tokyo dan Sydney, menyebar setidaknya tiga ratus seniman Secret Walls ke lebih dari 25 negara.

Pengalaman seni lah yang menghubungkan para penonton dengan seniman selagi mereka menyaksikan para seniman berkarya bebas di atas kanvas raksasa yang berada di hadapan mereka, memperlihatkan sebuah proses karya seni yang biasanya hanya bisa kita lihat hasilnya di galeri-galeri seni. Secret Walls terus berkembang menguasai negara-negara dan kota-kota baru. Impian mereka adalah perlahan mewarnai dunia dengan warna hitam dan putih. Tahun ini, Secret Walls akan hadir di Indonesia Comic Con, inilah waktunya bagi seniman Indonesia untuk menunjukkan kreatifitasnya.

Trending

Exit mobile version