News

RUS Animation Studio dan Upayanya Membangun SDM Animasi Indonesia

Published

on

GwiGwi.com – Sejak diresmikan pada bulan Maret 2016 oleh Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, RUS Animation Studio semakin aktif menghasilkan karya dan berpartisipasi dalam berbagai kesempatan dengan pelaku industri animasi di Indonesia. Inisiatif dan usaha tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang animasi di Indonesia.

Kehadiran RUS Animation Studio tidak terlepas dari dukungan Djarum Foundation bersama Autodesk dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) terhadap SMK Raden Umar Said, Kudus. Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai aspek, seperti pembangunan studio animasi dengan standar internasional, penyempurnaan kurikulum sesuai standar industri animasi, pelatihan dan sertifikasi para tenaga pendidik, hingga beasiswa untuk murid.

Sebagai sekolah dengan kompetensi animasi 3 dimensi (3D), RUS Animation Studio membekali para siswanya dengan kemampuan dan pengalaman yang lengkap sebagai seorang animator. Para siswa diajarkan tentang sistem produksi animasi dari berbagai tingkatan mulai dari pre production, production, hingga post production. RUS Animation Studio juga melengkapi keahlian siswanya dalam menggunakan piranti lunak yang menjadi standar industri animasi internasional seperti Autodesk Maya, The Foundry Nuke Studio, Toon Boom, DaVincy Resolve, dan sebentar lagi juga akan menggunakan teknologi Autodesk Flame.

Untuk menghasilkan animator-animator yang sesuai dengan kebutuhan industri animasi, RUS Animation Studio juga menghadirkan para pengajar profesional yang kompeten di bidangnya. Di jajaran technical advisors sendiri terdiri dari para pakar seperti Daniel Harjanto yang merupakan salah satu pelopor industri animasi di Indonesia hingga Woody Woodman animator dari Walt Disney Animation Studio.

Dengan proses pembelajaran yang intens bersama para mentor dan pengajar profesional, para siswa angkatan pertama di RUS Animation Studio saat ini tengah merampungkan proses produksi film animasi 3D berjudul “Pasoa dan Sang Pemberani”. Film ini bercerita tentang seekor hewan mitologi bernama Pasoa, perwujudan dari perpaduan beberapa hewan di Indonesia. Ia hadir untuk melindungi kekayaan hayati negeri ini. Kisah Pasoa diharapkan dapat mengenalkan lebih dalam tentang nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam Indonesia, sekaligus menyebarkan kekayaan dongeng tradisional yang berakar di masyarakat Indonesia. Film yang menjadi karya monumental dari para siswa RUS Animation Studio ini akan ditayangkan pada November 2016 mendatang.

“Melalui program peningkatan kualitas sekolah menengah kejuruan (SMK) yang telah dirintis sejak tahun 2012, Djarum Foundation terus konsisten dalam mencetak lulusan SMK yang terampil dan siap bekerja pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, khususnya di sektor industri kreatif”, ujar Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad.

Popcon Asia 2016

Ajang Popcon Asia 2016 menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan RUS Animation Studio kepada industri dan pasar animasi di Indonesia. Di Popcon Asia 2016, RUS Animation Studio menggelar sejumlah aktivitas untuk berinteraksi dengan berbagai pihak.

Melalui sesi “Portfolio Review” pada Jumat 12 Agustus 2016, RUS Animation Studio akan bertemu dengan sejumlah perusahaan animasi dan production house untuk mengenalkan sekaligus memaparkan program di sekolah kejuruan ini dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri animasi.

Djarum Foundation juga akan mengupas secara mendalam mengenai berbagai tantangan industri animasi Indonesia saat ini. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar serta memiliki kekayaan khasanah budaya dan cerita khas nusantara, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri animasi di dalam negeri maupun mancanegara. Namun, fakta yang terjadi saat ini pasar animasi di Indonesia masih didominasi oleh karakter dan produk animasi impor. Maka salah satu hal yang menjadi tantangan bersama adalah upaya untuk membangun dan mengembangkan karakter dan produk animasi Indonesia yang memiliki kearifan lokal, agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar animasi di dalam negeri, atau bahkan nantinya hingga ke mancanegara. Pada akhirnya, tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu upaya menjawab tantangan tersebut adalah dengan cara membangun kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) animasi di Indonesia. Hal ini akan menjadi wacana yang diangkat dalam talkshow bertajuk “Membangun SDM Animasi di Indonesia” pada Sabtu 13 Agustus 2016, di Main Stage Popcon Asia 2016.

Talkshow ini menghadirkan 3 pembicara yaitu Kevin Jackson – animator Sony Pictures Image Works yang mengerjakan sejumlah film animasi terkenal seperti Hotel Transylvania dan Alvin and The Chipmunks, serta Chris Lie – animator asal Indonesia yang berkarir secara internasional dan menghasilkan sejumlah karya seperti comic GI Joe, Return to Labyrinth, sejumlah action figures seperti Iron Man 3, Amazing Spiderman, dan sebagainya. Kevin dan Chris akan berbagi pengalaman dan perspektif mereka sebagai seorang animator yang telah malang melintang di industri animasi internasional.

Selain Kevin Jackson dan Chris Lie, juga hadir Daniel Harjanto yang merupakan salah satu pelopor industri animasi modern Indonesia. Berkiprah sebagai animator secara internasional sejak 1983, Daniel merupakan pendiri Kinema di Batam yang merupakan studio animasi terbesar di Indonesia. Daniel saat ini juga merupakan technical advisors di RUS Animation Studio. Bersama-sama dalam talkshow tersebut mereka akan membahas secara mendalam mengenai tantangan dalam membangun SDM animasi di Indonesia.

Di Popcon Asia 2016, RUS Animation Studio juga berupaya menghidupkan antusiasme dari para penggemar animasi dan animator-animator muda dengan mengadakan sejumlah kegiatan menarik di sepanjang diselenggarakannya Popcon Asia seperti lomba membuat peyo tokoh film “Pasoa dan Sang Pemberani” serta mendukung Live Drawing CompetitionCombat Battle. Pada sesi lomba gambar tersebut, para peserta yang telah mendaftar akan ditantang beradu kemampuan dalam menggambar bertema karakter film “Pasoa dan Sang Pemberani” baik menggunakan gaya doodle art, ilustrasi, hingga komik.

Dengan demikian, Primadi menambahkan, kehadiran RUS Animation Studio tidak hanya berupaya menyiapkan tenaga terampil bagi industri animasi, namun pada akhirnya juga menghasilkan karya-karya seni kreatif yang mampu membawa nilai-nilai kearifan lokal Indonesia kepada pecinta tayangan animasi di seluruh dunia.

Trending

Exit mobile version