Review Manga
Review Manga Sang Pengantar, Cerita dari Masa Pasca Perang
GwiGwi.com – Sang pengantar menceritakan tentang seorang pengantar paket yang juga bekerja sebagai penjaga perbatasan kota.
Penulis : Brian
Art : Ruth Anastasya
Penerbit : Mangamon
Silakan baca manga ini gratis hanya di MangaMon
Sinopsis:
Kakak-beradik, Eka dan Dwi hanya ingin menuju ke kota untuk bertemu dengan kakek dan neneknya. Namun masa pasca peperangan itu memang masih berbahaya. Semua orang masih curiga satu sama lain dan merampas hak sesamanya.
Eka dan Dwi diculik oleh sekelompok bandit yang sering ada di perbatasan kota. Mereka berhasil tertangkap dalam perjalanan menuju ke rumah kakek-nenek dan dikurung di dalam kerangkeng. Mereka ingin kabur dari sana, namun tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar dari kurungan itu. Terlebih di sekitar para bandit, ada anjing galak yang sempat menggigit kaki Dwi hingga terluka.
Namun ketika itu ada orang asing yang menyerang para bandit hingga semuanya tewas. Eka dan Dwi tentu saja ketakutan. Orang asing itu tampak panik menghampiri Eka dan Dwi yang masih anak-anak. Ia menanyakan keadaan mereka.
Eka dan Dwi menjawabnya dengan penuh dengan curiga karena tidak mengenal orang asing itu. Sepertinya perjalanan mereka ke rumah kakek dan nenek masih panjang.
Plot:
Sang Pengantar mempunyai kisah tentang pasca peperangan yang menegangkan. Setting-nya cukup kuat, mulai dari latar tempat dan bahasa yang digunakan tokoh-tokohnya. Jalan ceritanya pun tidak mudah ditebak.
Karakter:
1. . Pak Pos: Salah satu tokoh utama dalam cerita ini yang sehari-harinya bertugas mengantarkan paket dan surat-surat. Ia sering melewati tempat-tempat berbahaya di perbatasan antara desa dan kota. Karena itu ia memiliki jiwa yang berani dan menolong siapa saja mereka yang mengalami tindak kekerasan di perbatasan.
2. Eka : Ia adalah kakak yang peduli dengan adiknya. Ia sebenarnya bisa kabur saat diserang oleh para bandit, namun ketika adiknya terluka karena melindunginya dari serangan anjing galak, ia memutuskan untuk tetap berada di samping adiknya.
3. Dwi : Meski masih berumur muda, ia cukup berani melawan seekor anjing galak yang menyeramkan. Hal itu ia lakukan untuk melindungi kakaknya.
Visualisasi:
Sang Pengantar memiliki suasana pasca perang yang begitu kentara. Adegan pertarungannya menegangkan dan cukup eksplisit. Karena itu manga ini tidak cocok dibaca anak-anak.
Kesimpulan:
Sang Pengantar mengisahkan tentang para pahlawan yang tidak pernah dikenal oleh masyarakat luas, padahal ia selalu menolong orang-orang di sekitarnya tanpa pamrih. Orang-orang yang membawa perubahan kecil seharusnya dihargai dan diingat juga.