Review Manga

Review Manga Poyo Poyo Volume 5

Published

on

GwiGwi.com – Poyo Poyo volume 5 mengisahkan kehidupan Poyo dan majikannya di musim panas.

Penulis/Ilustrator : Ru Tatuki
Alih bahasa : Adriani H.
Editor : Nia Ikassary
Desain Sampul : Theresia Debby
Diterbitkan pertama kali tahun 2013 oleh PT Elex Media Komputindo

Sinopsis:

Di musim panas, Poyo lebih banyak melakukan petualangan seru. Poyo dikenal bermusuhan dengan tikus dan burung. Kedua hewan itu dengan mudah ditangkapnya. Meski berbentuk bulat, Poyo memang memiliki lompatan yang ajaib. Ia mampu menangkap burung dengan giginya yang tajam dan sekali lompat.

Kali ini Poyo adu kekuatan dengan burung gagak. Hasilnya sering seimbang, padahal burung gagak cukup galak. Suatu hari burung gagak itu terluka, tapi Poyo tidak meladeni burung gagak itu untuk bertarung. Poyo ternyata cukup bijak dengan tidak melawan musuhnya yang sedang terluka.

Hide yang melihat si burung gagak pun menolongnya dengan membawa ke dokter hewan. Walaupun ia melakukannya dengan penuh perjuangan karena diserang oleh gagak lain. Ternyata burung gagak itu terluka di sayapnya. Setelah diobati, Hide membawa burung gagak pulang ke rumah untuk dirawat. Burung gagak itu tetap galak. Ia menolak makanan yang diberikan Moe. Tapi pada saat Poyo makan, burung gagak pun jadi kelaparan juga.

Selama dua minggu tinggal bersama Poyo, burung gagak kini jadi akrab dengan Poyo.

Plot:

Poyo Poyo volume 5 menggambarkan hubungan yang seimbang antara Poyo dengan manusia dan para hewan. Kucing seperti Poyo pasti ingin dimiliki semua orang karena ia mudah akrab dengan manusia dan hewan di sekitarnya.

Karakter:

Kurobe: Kucing hitam satu ini adalah peliharaan Nenek yang tinggal di dekat rumah Moe. Ia senang bermain dengan Poyo dan mungkin menyukai Poyo, padahal mereka sesama jantan. Tapi Poyo tidak mempermasalahkan Kurobe yang sering bermain dengannya. Kurobe adalah kucing yang paling akrab dengan Poyo.

Visualisasi:

Poyo Poyo volume 5 terlihat lebih variatif gambarnya karena beberapa panel yang menunjukkan tradisi yang dilakukan di Jepang saat musim panas. Tradisi itu bermacam-macam, dan Ru Tatuki cukup kreatif menghubungkan tradisi-tradisi itu dengan Poyo.

Kesimpulan:

Poyo Poyo volume 5 masih asyik untuk diikuti. Panel-panel per cerita tidak terlalu panjang sehingga mudah ditangkap dan mampu membuat pembaca tersenyum. Padahal sebenarnya cukup sulit membuat panel yang menarik dengan mengandalkan jumlah panel yang sedikit. Namun itulah kelebihan Ru Tatuki.

Trending

Exit mobile version