Review Manga

Review Manga Merah, Cerita Mengharukan dari Masa Penjajahan

Published

on

GwiGwi.com – Manga Merah mengisahkan tentang pita merah yang membuat seorang nenek selalu ingat akan pertemuannya dengan anak kecil di masa penjajahan.

Cerita: Arastri
Ilustrator: Artantri
Penerbit: Mangamon
Silakan baca manga ini gratis juga di MangaMon

Sinopsis:

Chika tidak bosan mendengarkan cerita masa lalu Nenek.  Nenek menceritakan di hari itu ia bertemu dengan seorang anak lelaki yang kehilangan layang-layangnya. Saat itu Nenek adalah seorang murid SMA.

Layang-layang anak lelaki itu ternyata nyangkut di dahan pohon. Nenek yang berani, lalu memanjat pohon dengan lihai. Ia pun bisa mengambil layang-layang dan menyerahkannya pada si anak lelaki.

Anak lelaki itu sangat senang dan menganggap Nenek sebagai kakak pahlawannya. Ia juga memberikan Nenek sebuah pita merah yang cantik. Ia pun pergi menjauhi Nenek untuk kembali ke rumahnya.

Namun tak lama kemudian Nenek mendengar suara ledakan. Ia lalu berlari ke sumber ledakan itu untuk mencari tahu apa yang terjadi. Saat tiba di pemukiman yang sudah porak-poranda, Nenek melihat sebuah layang-layang. Ia sangat terkejut saat mendapati si anak lelaki tubuhnya  tertimpa reruntuhan bangunan. Nenek ingin menyelamatkannya, apalagi si anak lelaki tampak kesakitan.

Namun Nenek tiba-tiba dipaksa menjauhi lokasi oleh salah seorang tentara asing. Ia yang tidak bisa melawan hanya sempat merobek sebagian pita dan memberikannya pada si anak lelaki. Nenek berjanji akan kembali lagi untuk menolongnya.

Lalu apakah Nenek bisa kembali untuk menyelamatkan anak lelaki itu?

Plot:

Manga Merah dibuka dengan kejadian yang sangat manis. Namun cerita setelahnya cukup mengejutkan. Manga ini jadi punya akhir kisah yang tidak mudah ditebak dan bikin penasaran.

Karakter:

Chika: Ia murid SD yang riang. Setiap hari Chika tidak bosan mendengarkan kisah Nenek tentang pertemuannya dengan anak kecil pemilik layang-layang. Di sekolahnya ia juga termasuk murid yang senang membantu gurunya.

Nenek: Meski sudah tua, Nenek memiliki ingatan yang bagus tentang masa lalunya. Mungkin karena hal itu cukup menyedihkan sehingga ia tidak akan pernah melupakannya. Meski menyedihkan, ia tetap menceritakan kisah itu pada Chika.

Visualisasi:

Visualisasi di manga Merah terlihat indah, nyaris membuat pembaca tidak mempercayai kalau di sana sedang ada dalam masa peperangan.

Kesimpulan:

Manga Merah memiliki cerita singkat, namun mampu membuat pembaca nyaris menangis. Kalau saja ada bagian yang ditambahkan, yaitu keinginan lama Nenek yang terkabul pasti pembaca akan benar-benar menangis.

Trending

Exit mobile version