Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 7
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Ketemu lagi dengan LeinRa! Seperti yang kita telah ketahui di episode sebelumnya, Itami memerintahkan teman-temannya untuk pergi meninggalkannya agar tidak terjadi konflik tidak perlu antara Recon Team 3 dengan Rose Order of Knights. Recon Team 3 telah bersiap malam harinya di dekat kota Italica, menunggu waktu yang tepat untuk menyusup masuk dan menyelamatkan Itami.
Dan seperti yang bisa kita kira, Pina marah besar atas tindakan yang dilakukan ordenya kepada Itami (bukan hanya menangkap Itami, mereka tampaknya telah membuat Itami babak belur dalam perjalanan mereka membawanya ke Italica, terlihat Itami pingsan penuh luka) bahkan sampai melempar gelas anggurnya ke salah satu ksatrianya.
Bagi Pina, mereka telah jelas melanggar perjanjian damai di antaranya dengan JSDF tepat di hari yang sama saat perjanjian dibuat. Grey berpendapat bahwa mereka bisa memakai alasan ini untuk memulai perang (taktik yang menurutnya khas bagi Empire). Tapi, karena tidak ada korban jiwa dalam konflik tersebut, Grey merasa Pina bisa saja minta maaf ke mereka. Pina, karena posisinya sebagai puteri kerajaan, tidak bisa begitu saja setuju untuk menundukkan kepala kepada JSDF namun dia juga paham bahwa melawan mereka sama saja dengan bunuh diri.
Di luar, Kuribayashi (yang tidak yakin Itami masih selamat jiwanya, melihat perawakan Itami) diberitahukan sebuah fakta mengejutkan oleh Kurata, bahwa Itami adalah seorang ranger. Ranger adalah anggota-anggota JSDF yang telah melalui latihan berat dan panjang untuk membentuk jiwa dan raga menyerupai baja. Karena itulah, Kurata yakin Itami pasti baik-baik saja. Sesaat setelah dialog mengejutkan tersebut, mereka merasa saat itulah yang tpat bagi mereka untuk menyusup ke Italica, dan segera berangkat ke sana.
Lelei, Tuka, dan Rory masuk terlebih dahulu melalui gerbang kota. Tuka naik ke atas dinding kota, dan melakukan kemampuan spirit wielding-nya. Dia mengendalikan spirit of sleep untuk menidurkan semua penjaga dinding perbatasan kota sehingga Recon Team 3 bisa masuk dengan leluasa.
Sementara itu, Itami diistirahatkan di kamar milik Countess Formar. Rupanya Pina telah memerintahkan untuk memastikan Itami dirawat dengan baik dan penuh perhatian. Selain itu, ksatria yang telah bertindak kasar kepada Itami telah diberi hukuman. Kepala pelayan mengatakan bahwa jika Itami dan JSDF ingin menghancurkan ITalica sebagai langkah pemberontakan terhadap Empire akibat tindakan tak pantas yang diterima orang yang telah menyelamatkan kota tersebut (merujuk ke Itami), mereka bersedia ikut membantu di sisi JSDF asalkan mereka tidak melukai Countess Myui. Itami membalas bahwa mereka tak akan berniat melakukan hal tersebut, sehingga kepala pelayan sangat berterima kasih atas kebaikannya. Sampai Itami pulih, dia akan dirawat oleh keempat pelayan yang telah berada di sisi tempat tidur Itami. Oh ya, nama-nama para pelayan tersebut adalah: Mamina, seorang warrior bunny; Persia, cat people; Aurea, medusa; dan Mome yang adalah…manusia. Karena kalau semuanya demi-human berlebihan mungkin. Pemimpin kota sebelumnya, menurut kepala pelayan, menjunjung kebebasan antar ras. Dia sampai bersusah payah mencari pelayan yang bukan manusia. Tapi sebagian dari usahanya itu juga dipicu oleh selera pribadinya.
Sementara itu, Recon Team 3 sudah menyusup ke dalam gedung pusat kota Italica melalui jendela. Mamina yang memiliki pendengaran tajam mendengar usaha penyusupan tersebut. Kepala pelayan akhirnya memerintahkannya dan Persia untuk mengecek. Jika mereka adalah teman-teman Itami, maka mereka harus mengajaknya ke kamar Itami berada. Jelas akhirnya Recon Team 3 bertemu Mamina dan Persia, lalu Mamina dan Persia membiarkan Recon Team 3 memasuki kamar Itami berada. Reaksi mereka? Jelas hanya satu: bingung.
Di ruangan lain, Pina menjelaskan kepada Bozes (yang rambut pirang) dan Panache (yang rambut perak) bagaimana mereka telah melanggar perjanjian yang dibuat antara Pina dengan JSDF. Pina memerintahkan Bozes untuk bisa membuat mereka bersikap seakan penangkapan sebelumnya itu tidak pernah terjadi, dan untuk melakukannya Pina memerintahkan Bozes untuk “menggunakan tubuhnya” kepada Itami. Bozes menyatakan telah siap menghadapi masalah seperti itu karena posisinya sebagai bangsawan, dan dia rela “mengorbankan tubuhnya” untuk keselamatan Empire. Dia pun akhirnya pergi ke kamar Itami hanya menggunakan pakaian tidurnya.
Jelas Bozes tidak menyangka kalau kamar Itami ternyata tidak hanya diisi pelayan yang melayani Itami, tapi juga riuh oleh Recon Team 3 yang memasuki Italica. Bozes yang kaget dan malu karena keramaian tersebut, menjadi tersulut amarahnya karena dia terabaikan oleh Itami yang sibuk berbicara dengan teman-temannya (noble pride, eh?) dan langsung menampar dan juga mencakar Itami.
Teriakan kesakitan Itami sepertinya terdengar ke satu gedung. Recon Team 3 dan Bozes akhirnya menghadap ke Pina dan menjelaskan yang terjadi (yang membuat Pina tambah panik untuk mencegah JSDF menyatakan perang ke mereka). Yang membuat keadaan lebih rumit lagi bagi Pina, Recon Team 3 memutuskan untuk segera pulang bersama Itami. Mereka sampai menolak tawaran sarapan dari Pina karena Itami harus menghadiri Sidang Nasional di Jepang. Lelei menerjemahkannya ke Pina bahwa mereka harus melapor ke senat mereka di Jepang yang semakin membuat Pina panik karena dia membayangkan bahwa sepatah kata saja dari Itami dalam laporan tersebut akan cukup untuk membawa seluruh JSDF melawan Empire. Akhirnya Pina memutuskan untuk ikut ke Arnus agar dia bisa meminta maaf langsung ke atasan Itami.
Maka jadilah Pina (dan Bozes karena dia yang paling banyak bikin gara-gara dalam masalah ini) ikut Recon Team 3 ke Arnus. Karena mengendarai wagon, mereka sampai di Arnus jauh lebih cepat dari waktu tempuh yang biasa Pina perkirakan saat mengendarai kuda. Selain itu, dia juga kembali takjud dengan “pegasus besi” (helikopter) JSDF. Tidak hanya itu, dia juga takjub melihat prajurit-prajurit JSDF yang berlatih dengan senapan mereka, bahkan mengira bahwa para prajuirt tersebut adalah penyihir. Lelei menjelaskan bahwa “tongkat” yang mereka bawa itu bukan tongkat sihir, dan dia menjelaskan cara kerja senapan seperti “silinder yang diinfusikan sihir ledakan yang lalu digunakan JSDF untuk melontarkan timah”. Belum selesai, dia kembali takjub melihat tank-tank JSDF yang menjalani latihan, mendeskripsikan mereka sebagai “gajah besi”. Pina bertanya-tanya kenapa pasukan semengerikan ini menyerang mereka. Lelei menjawabnya dengan menggambarkan bahwa Empire telah menginjak ekor Griffin. Pina terkejut bagaimana Lelei bisa berkata demikian di saat Empire berada dalam keadaan terancam tapi Lelei hanya menyanggah bahwa dirinya hanya pengelana jadi keadaan Empire tidak ada hubungannya dengannya. Pina menangkap tanggapan Lelei sebagai fakta bahwa walau Empire bisa menguasai suatu wilayah dengan kekuatan, mereka tidak bisa memenangi hati rakyat tersebut.
Sesampainya di markas, Pina ingin berbicara sebentar dengan Itami untuk melakukan persuasi dengannya (mungkin agar dia tidak melaporkan hal yang dapat membuat JSDF mengibarkan bendera perang kepada Empire) namun Itami menolak karena dia harus mengurus hal-hal mengenai sidang yang akan dia datangi. Akhirnya Pina dan Bozes, dan Lelei sebagai penerjemah, menemui Jenderal Hazama yang didampingi Letnan Yamagida. Pina menyatakan alasan kedatangannya secara pribadi kepada Hazama untuk meminta maaf atas kelakukan tidak pantas yang dilakukan ordenya kepada Itami dan kawan-kawannya, yang dia akui diakibatkan miskomunikasi antara pihak di Italica dengan pasukan ordenya yang mendatangi Italica belakangan. Hazama merasa Pina sudah cukup baik untuk menjadi mediator antara JSDF dengan Empire, jadi jika perjanjian yang dibuat memberinya masalah yang merepotkan mungkin mereka harus memikirkan ulang soal perjanjian tersebut tapi Pina menjawab bahwa perjanjiannya sudah sangat baik dalam keadaannya sekarang. Yamagida lalu angkat bicara, membicarakan soal luka yang dialami Itami di mukanya (yang oleh Itami ingin dianggap sebagai cedera yang dialami semasa menjalani tugas) yang diakibatkan oleh Bozes, dan bertanya apakah Itami berkelakukan yang tak senonoh kepada Bozes sehingga Bozes sampai melakukan hal itu, Bozes menjawab tidak. Yamagida lalu bertanya apa alasan detilnya dia melakukan hal tersebut ke Itami. Tapi karena pertanyaan tersebut membuat Bozes dan Pina takut dan bingung untuk menjawabnya, Hazama akhirnya menyuruh Yamagida berhenti bertanya.
Sore harinya, Itami memberitahu Tuka bahwa Tuka akan ikut Itami ke Jepang untuk menghadiri Sidang Nasional yang Itami akan hadiri sebagai perwakilan dari dunianya bersama Lelei (yang lagi-lagi akan menjadi penerjemah). Tapi di akhir pembicaraan mereka, rupanya Rory dan Kato mendengar pembicaraan mereka dan ingin ikut bersama Itami dan Tuka ke Jepang.
Tibalah hari esok di mana Itami akan menghadiri sidang nasional tersebut. Yang menemaninya ke Jepang selain dua anggota dari Recon Team 3 adalah Lelei, Tuka, Rory, serta Pina dan Bozes yang tidak disangka Itami untuk ikut (Pina memutuskan untuk ikut ke Jepang untuk mengenal budaya mereka, dengan harapan mengerti alasan mereka bertarung) tapi Yamagida berkata pihak di Jepang sudah menyetujui kedatangan mereka. Maka dimulailah perjalanan mereka ke Jepang…di episode berikutnya!
BONUS:
[youtube id=”_sGH3gNvVfk” width=”600″ height=”340″ position=”center”]