Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 6

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Di episode sebelumnya, kita melihat bagaimana para bandit yang menyerang kota Italica tidak jatuh ke rencana Pina dan berhasil menembus pertahanan kota tersebut. Recon Group 3 ternyata mengirimkan pesan kepada markas bahwa perwakilan dari kota Italica meminta bantuan untuk tujuan penjagaan kedamaian warga lokal. Kolonel Kamo dan Letnan Kolonel Tsuge dari Combat Team 1 menawarkan agar tim mereka dipilih untuk menjadi perwakilan yang datang ke kota Italica membawa bantuan. Namun, Kolonel Kengun dari Combat Team 4 menyanggah karena Combate Team 1 trdiri dari pasukan darat sehingga akan memakan waktu lama untuk sampai ke Italica, sehingga dirinya menawarkan untuk memilih timnya saja yang ke sana dengan pasukan helinya. Untuk meyakinkan, Letnan Kolonel Youga menyatakan bahwa Combat Team 4 telah siap dengan stereo, loudspeaker, dan CD lagu Wagner (seorang komposer Jerman terkenal). Maksudnya, mereka sudah semangat untuk pergi membantu orang-orang Italica. (setidaknya itu yang saya tangkap dari maksudnya). Letnan jenderal setuju, karena dia juga berpikir bahwa yang paling dibutuhkan dalam kondisi tersebut adalah kecepatan, sehingga Combat Team 4 dengan heli merekalah yang paling cocok untuk tugas tersebut.

Pertempuran di Italica masih berlangsung, dan para bandit semakin menekan pertahanan para ksatria yang tersisa di Italica. Norma bersama ksatria yang ada berusaha mati-matian menghadang gempuran para bandit, namun justru dirinya dikalahkan oleh kepungan para bandit yang memfokuskan serangan mereka ke dirinya. Gerbang timur kota Italica akhirnya jatuh ke tangan bandit sepenuhnya.

Rupanya bandit-bandit tersebut adalah pemuja dewa perang Emloy. Mereka menyerang Italica dengan tujuan mengumandangkan himne untuk memuja dewa yang mereka sembah melalui jiwa-jiwa orang-orang yang mereka bunuh dan jiwa-jiwa teman-teman mereka yang mati dalam perang tersebut.

Para warga mulai terlibat pertempuran dan meminta bantuan pasukan namun tidak ada lagi ksatria yang tersisa di kota Italica untuk dikirim. Sementara itu Rory bertingkah aneh. Lelei menjelaskan bahwa itu karena roh-roh para prajurit yang jatuh dalam pertempuran dikirimkan kepada Emloy melalui tubuh Rory. Bagi Rory, proses tersebut dirasakannya seperti menerima afrodisiak dosis tinggi. Menurutnya lagi, yang butuh dilakukan Rory untuk menenangkan dirinya hanya bisa dengan bertarung.

Para bandit semakin mendekat ke diding pertahanan kedua di balik gerbang timur yang hanya terbuat dari kayu. Mereka butuh bantuan secepatnya. Sementara Rory yang sudah tidak bisa menahan nafsunya untuk bertaung akhirnya segera pergi ke gerbang timur. Itami dan Recon Team Three mengejar Rory sambil mengirim pesan kepada bantuan yang dikirim JSDF untuk mendatangi gerbang timur kota Italica, dan akan menandai bagian tersebut dengan suar agar bantuan yang datang bisa segera ke arah tersebut. Combat Team 4 segera mengarah ke arah gerbang timur kota Italica dan bersiap dalam formasi menyerang. Tidak lupa juga mereka menyetel musik dari CD yang mereka bawa sebagai penyemangat: The Ride of Valkyries.

Fajar menyingsing, para bandit semakin percaya diri akan kemenangan mereka. Tapi Rory datang, menghentikan satu orang paling kuat di antara pasukan bandit tersebut. Tak lama setelah itu, bantuan pasukan heli dari JSDF datang dan mulai memfokuskan serangan mereka ke pasukan musuh yang masih ada di luar tembok kota.

Rory dengan mudahnya menghadapi kerumunan bandit tersebut. Itami dan lainnya datang dengan maksud membantu Rory dari jauh tapi Kuribayashi justru langsung masuk ke tengah-tengah kumpulan bandit yang menyerang Rory. Rory dan Kuribayashi akhirnya jadi bertarung bersama, melindungi punggung satu sama lain. Itami dan lainnya tetap mendukung mereka dari belakang.

Para bandit tetap tidak panik dan menjaga formasi mereka untuk melawan balik. Namun itu semua sia-sia. Combat Team 4 sudah menyelesaikan urusan mereka di luar tembok kota, dan siap menyapu bersih musuh yang tersisa di dalam tembok kota. Itami dan Recon Team 3 diperintahkan untuk segera mengevakuasi semua anggota mereka dan warga yang ada di dekat kerumunan bandit. dalam 10 detik. Mereka berhasil, dan penyapuan pun dilakukan.

Pina dan  Hamilton hanya bisa takjub melihat kekuatan helikopter dari JSDF. Pina mendeskripsikan heli tersebut sebagai Pegasus Besi dengan kekuatan yang tak dapat dibendung oleh manusia manapun. Kekuatan yang mengabaikan kebanggaan, kehormatan, apapun. Dia mendeskripsikannya seakan dewi mengejek mereka melalui kekuatan tersebutakan betapa rapuh, tak berharga, dan remehnya manusia.

Kota Italica menjalani pemulihan sementara oleh para warga kota dibantu oleh JSDF. Pina, Hamilton, dan Grey berkabung atas kematian Norma dalam pertempuran tersebut. Pina tidak menyadari bahwa dirinya telah memanggil lawandari kerajaannya yang telah menguasai bukit Arnus untuk membantunya. Dan dia menyadari betapa dahsyatnya kekuatan yang telah menguasai bukit suci tersebut. Dia menyadari bahwa dengan kekuatan sebesar itu, mereka bisa dengan mudah menguasai kota Italica. Mereka dengan sekejap bisa memaksa Myui, bangsawan yang saat ini memimpin kota Italica, dan dirinya untuk menjadi tawanan. Dan sekejap itu juga kota Italica yang adalah pusat agrikultur yang penting bagi Empire akan jatuh ke tangan JSDF dengan warga kota menyambut mereka dengan ceria, mengingat mereka pulalah yang menolong kota tersebut saat pertempuran, bukan pihak dari Pina dan ordenya.

Mereka akhirnya melakukan negosiasi atas apa yang JSDF inginkan dari kota Italica. Pihak JSDF setuju untuk membiarkan tawanan yang ditangkap untuk menjadi urusan Italica, kecuali tiga tawanan yang diminta Itami untuk dibawa bersama JSDF (yang semuanya adalah perempuan, satu di antaranya tampak seperti harpy), dengan syarat mereka memperlakukan tawanan tersebut dengan manusiawi. JSDF juga meminta peniadaan pajak jual-beli di kota Italica untuk perwakilan dunia mereka yang dibawa JSDF (yap, yang dimaksud adalah Lelei, Chuka, dan Rory). Selain itu JSDF juga setuju untuk menarik mundur semua pasukan mereka tanpa mengklaim kekuasaan atas kota Italica. Ini mengejutkan untuk Pina dan Grey karena semua hal tersebut adalah sangat kecil dibanding dengan kemenangan total mereka di Italica.

Lelei, Chuka, dan Rory segera menukarkan sisik-sisik naga yang mereka bawa dengan uang kepada seorang pedagang bernama Lyudo. Dengan peniadaan pajak jual-beli, Lyudo menghargai 200 sisik naga bersayap yang mereka bawa sebesar 200 gold cique dan 2000 silver denarii. Namun, akibat pertempuran sebelumnya silver yang tersedia sudah terlalu rendah untuk segera membayar sepenuhnya harga tersebut. Dia hanya bisa membayar 1000 silver denarii saat itu juga. Lelei akhirnya menawarkan untuk memberi diskon 1000 denarii untuk sisik tersebut sebagai gantinya dia meminta informasi yang baginya harganya bisa setara 1000 denarii. Informasi yang dimintanya adalah mengenai pasar di kota tersebut.

Recon Team 3 akhinya memulai perjalanan mereka kembali ke markas (Combat Team 4 sudah mulai kembali ke markas lebih dulu). Tapi di tengah perjalanan mereka kembali menemukan asap. Asap tersebut rupanya berasal dari barisan pengendara kuda. Mereka membawa bendera dengan lambang mawar tiga warna. Rupanya mereka para ksatria dari orde yang dipimpin Pina. Mereka sadar bahwa Itami dan Recon Team 3 berasal dari pihak yang menguasai Arnus Hill dan hampir memaksa Recon Team 3 menyerang mereka. Itami turun untuk mencoba menenangkan keadaan agar tidak merusak perjanjian damai yang sudah mereka lakukan dengan Italica namun para ksatria tersebut memaksa mereka untuk menyerah. Bukannya menruh untuk menyerang balik, Itami justru memaksa seluruh Recon Team Three untuk segera kembali ke markas…dan meninggalkan dia di jalan! Bagaimana Itami akan keluar dari keadaan sulit ini?

BONUS:

[youtube id=”2EaOv2EdkhU” width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Trending

Exit mobile version