Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 5
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Akhirnya anime ini mencapai episodenya yang kelima. Itami dan para anggota Recon Team Three beserta Chuka, Lelei, dan Rory pergi ke Italica untuk menjual sisik-sisik naga yang mereka kumpulkan dari mayat-mayat naga yang tersisa di bekas medan tempur JSDF dengan pasukan-pasukan kerajaan aliansi Empire demi mendapat uang untuk para pengungsi gunakan saat mereka akan hidup di luar pengungsian. Saat mereka mendekati wilayah Italica, mereka meliahat asap besar dari arah kota. Tampaknya ada kebakaran besar di kota tersebut.
Ternyata kota Italica diserang segerombolan bandit. Para penduduk Italica berjuang keras menahan serangan tersebut di bawah pimpinan Pina yang sudah sampai di sana terlebih dahulu bersama ordenya. Mereka yang seharusnya terus melanjutkan perjalanan ke bukit Arnus terpaksa ikut membantu kota tersebut.
Mereka berhasil mempertahankan Italica dari serangan bandit tersebut. Walau pembawaan dan kalimatnya terhadap orang-orang Italica yang memberi kesan berpengalaman, ternyata pertempuran tersebut adalah pertempurannya dan ordenya yang pertama, dan dia tidak menduga bagaimana pertempuran pertamanya akan sesulit itu.
Saat beristirahat, dirinya terkenang kembali masa kecilnya saat dia merekrut teman-temannya menjadi anggota ordenya yang saat itu belum resmi terbentuk. Di bawah panduan Grey, mereka berlatih untuk menjadi kesatria yang pantas untuk dijadikan orde.
Walau awalnya tampak hanya seperti sekumpulan anak yang bermain kesatria-kesatriaan, tujuh tahun kemudian mereka berkembang dan resmi menjadi orde yang bernama “Rose Order of Knights“. Namun, mereka sepanjang karirnya sebagai kesatria hanya selalu ditunjuk sebagai honor guard dan tak pernah diberi kesempatan berpartisipasi langsung dalam pertempuran yang sesungguhnya. Karena itulah, Pina tidak mundur saat diperintahkan untuk memata-matai keadaan bukit Arnus bersama ordenya karena itu adalah kesempatannya untuk berpartisipasi langsung ke dalam pertempuran untuk pertama kalinya, sekaligus membuktikan kemampuan ordenya kepada kaisar.
Pina dibangunkan dari istirahatnya saat mendengar kabar bahwa ada kumpulan orang yang datang dengan kendaraan yang dibuat sepenuhnya dari besi tempa. Pina yang awalnya ragu apakah mereka adalah teman atau musuh mencoba mengajak mereka masuk setelah melihat penyihir (Lelei), elf (Chuka), dan Rory Mercury turun dari kendaraan tersebut (dengan maksud mengajak mereka ke pihak mereka).
Pina menceritakan ke Itami, Chuka, Lelei, dan Rory mengenai kondisi pertahanan kota Italica. Semenjak kota tersebut kehilangan count-nya, terjadi perebutan kekuasaan di antara ketiga anak perempuan dari count tersebut tapi anak termudanya lah yang diputuskan menjadi count karena kedua kakaknya telah menikah dengan keluarga bangsawan lain. Di antara keluarga bangsawan lain yang hidup di Italica, mulai terjadi perebutan untuk siapa yang akan menjadi pelindung count muda baru Italica di sisinya. Namun sebelum sempat ditentukan, pemimpin utama dari tiap-tiap keluarga tersebut beserta pasukannya masing-masing dikirim ke dunia lain untuk menjelajahi sisi lain Gate dan tidak pernah kembali (kita jelas tahu apa yang terjadi pada mereka di episode 1). Ini meninggalkan Italica dalam keadaan hampir tidak ada pasukan terlatih yang bisa mempertahankan kota dengan baik sehingga serangan dari bandit harus ditahan bersama dengan bantuan penduduk.
Itami menawarkan bantuan kepada Pina untuk membereskan masalah dengan para bandit tersebut. Pina menerimanya, tapi tentu saat dia memberitahukannya ke atasannya dia kena marah karena dia harusnya pulang hari itu dan bersiap untuk dikirim ke sidang legislatif di Jepang untuk menceritakan keadaan di dunia lain. Dia memohon sesuatu hal yang tidak ditunjukkan di episode ini.
Mendekati malam, mereka semua bersiap dengan rencana yang telah disusun Pina. Karena Itami dan Recon Team Three hanya dua belas orang, mereka akan menjadi umpan di gerbang selatan dengan menjadi satu-satunya penjaga gerbang tersebut. Karena para bandit tersebut tidak memiliki jumlah pasukan yang cukup untuk mengepung dari segala arah, mereka akan memfokuskan kekuatan massa mereka ke satu titik dan dengan mereka mengira gerbang selatan tidak terjaga mereka akan datang ke sana. Itami dan teman-temannya akan menahan mereka sementara pasukan lain di belakang mereka sudah bersiap untuk membantu mereka.
Rory ingin mengetahui alasan Itami menolong mereka. Padahal Pina adalah putri dari Imperial yang adalah musuh mereka. Itami berkata bahwa dia hanya ingin menolong penduduk kota tersebut. Rory yang tidak yakin bahwa hanya itu saja motifnya mendorong Itami untuk mengatakan motif lainnya: menunjukkan bahwa meneruskan perang dengan JSDF bukanlah ide yang baik. Lebih baik mereka menjalin hubungan damai. Dia ingin menunjukkannya melalui pertempuran itu.
Tidak diduga, para bandit tersebut tidak jatuh ke perangkap gerbang selatan tersebut. Mereka menyerang melalui gerbang timur. Orang-orang ang menjaga gerbang timur tidak siap dan berusaha menahan mereka sebisa mungkin. Namun, walaupun mereka bandit mereka masihlah pasukan yang terlatih. Melawan pasukan amatir yang tersisa di Italica, dan dengan bantuan Spirit Wielder juga, para bandit dengan mudahnya menembus masuk gerbang timur.
Pina memerintahkan para penduduk yang bersiap bertempur di belakang barikade di balik gerbang timur untuk tetap tenang dan tidak menyerang balik namun perintahnya tidak didengarkan. Para penduduk itu langsung menyerang balik tanpa berpikir bahwa mereka mbisa kalah total dan terbunuh oleh para bandit tersebut. Sementara Itami…apakah dia akan menolong Pina?
BONUS:
[youtube id=”TquO7qzvhY8″ width=”600″ height=”340″ position=”center”]