Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 4

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri telah berlanjut ke episode 4. Episode ini dibuka dengan mimpi dari perempuan elf yang diselamatkan Itami dkk. pada episode lalu yang menggambarkan keadaan pemukimannya saat diserang naga, dan bagaimana ayahnya menolongnya dengan menjatuhkannya ke dalam sumur pemukimannya sehingga dia selamat dari serangan naga tersebut.

Saat dia terbangun dari mimpinya, mereka sudah dekat ke markas JSDF di Arnus Hill. Pentagon? Salah ini namanya Hexagon. Well, bentuknya. Bukan berarti memang dipanggil demikian di animenya.

Sementara itu rumor tentang “pasukan-pasukan berbaju hijau yang membantu penduduk Coda Village untuk mengungsi dan berhasil mengusir naga api” mulai menyebar di desa-desa. Pinya dan ordenya (seorang wanita bernama Hamilton serta dua pria bernama Norma dan Grey) mendengar rumor tersebut saat mereka makan di salah satu penginapan sebuah desa. Salah satu pekerja di penginapan tersebut rupanya adalah salah satu penduduk desa yang diselamatkan, dan dia menceritakan detil para pasukan berbaju hijau tersebut terhadap Pinya dkk. (setelah disogok sedikit oeh Hamilton): “mereka punya senjata ajaib yang berbentuk seperti ayam besi raksasa, berkendara dengan kereta besi yang keras dan gagah, dan mereka semua berpakaian serba hijau.” Cukup akurat sih….

Sementara itu di markas, tampaknya ide Itami untuk membawa balik para pengungsi yang kehilangan orang tuanya tersebut ke markas bukanlah hal yangs eharusnya dilakukan Itami. Tapi karena sudah dilakukan, mau tidak mau harus dilaporkan ke atasan mereka beserta segala hal yang mereka pelajari dari hasil “sosialisasi” mereka dengan penduduk desa.

Kekhawatiran tersebut berdasar karena kesulitan yang ada untuk berkomunikasi dengan penduduk dunia tersebut. Mereka khawatir jika mereka membawa sebagian penduduk dunia tersebut ke markas mereka, akibat komunikasi yang kurang baik antara pihak JSDF dengan penduduk orang-orang tersebut akan mengatakan bahwa mereka diculik atau semacamnya saat dipulangkan kembali ke keluarga mereka. Letnan Yamagida yang melaporkan hasil sosialisasi tim-tim pengintai kepada letnan jenderalnya lalu memberitahukan soal pengungsi-pengungsi yang dibawa kembali ke markas oleh Itami. Karena status mereka sebagai pengungsi, keberadaan dan alasan mereka di markas bisa dengan mudah dijelaskan ke kedua pihak (pihak dunia di seberang Gate dan media massa di Jepang). Karena alasan yang dipaparkannya, letnan jenderal akhirnya menyetujui para pengungsi itu untuk tetap tinggal di markas Itami. Akhirnya tim Itami diperintahkan untuk mengawasi para pengungsi serta menyediakan segala kebutuhan mereka.

Saat Itami mau bersiap-siap mengurus segala pekerjaan tulis-menulis yang dibutuhkan dalam menyiapkan tempat tinggal dan kebutuhan pangan untuk para pengungsi (setelah menyerahkan tugas ototnya ke anggota-anggota timnya), dia ditemui oleh Letnan Yamagida dan diajak berbicara di atap salah satu gedung di markas. Dia bertanya apakah Itami membawa para pengungsi itu dengan kehendaknya sendiri (dengan dasar di mana Itami seperti mengalami kesulitan komunikasi dengan markas setelah kejadian dengan naga api lalu, Yamagida berdalih Itami sengaja melakukan ini agar tidak diperintahkan untuk meninggalkan para pengungsi di tempat). Selain itu, dia menjelaskan bagaimana dunia lain yang mereka datangi tersebut adalah harta karun bagi dunia mereka. Dunia dengan banyak daratan yang masih belum dihuni, tingkat polusi yang bisa dibilang tidak ada, juga dengan sumber daya yang sangat melimpah yang menurut Yamagida cukup untuk memajukan perekonomian dunia mereka. Namun, pemerintah Jepang tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan semua itu. Apalagi mengingat satu-satunya jalan menuju dunia tersebut, Gate, hanya ada di Jepang. Apakah status “Daerah Spesial” yang diklaim pemerintah Jepang atas dunia lain tersebut pantas untuk diperjuangkan dengan resiko setengah dari jumlah negara di Bumi menentang mereka?

Itami bertanya balaik bagaimana jika memang pantas. Yamagida menjawab bahwa pemerintah Jepang mungkin harus mengambil pilihan tersebut jika memang mengendalikan sebagian dari dunia lain tersebut cukup untuk mencegah Jepang menjadi lemah setelah diputuskan hubungannya dengan sebagian besar negara di Bumi, karena dalam politik negara yang memiliki aset terbanyak adalah pemenang. Tentunya semua pembicaraan ini membuat Itami bertanya-tanya apa maksud Yamagida mengatakan semua ini kepadanya. Toh, yang dia lakukan cuma membawa pengungsi ke markas. Yamagida menjelaskan bahwa dia sudah sukses membangun rasa percaya antara penduduk desa dengan JSDF. Posisi Itami jadi sangat penting dalam lebih dari sekedar mengumpulkan informasi tentang dunia tersebut. Karena itu, dalam beberapa hari kemudian Itami akan diberikan kebebasan bertindak, dan Yamagida berharap Itami menggunakan hak tersebut sebaik mungkin.

Besoknya para pengungsi tersebut didata namanya masing-masing. Akhirnya kita tahu nama elf ini.

Para tentara mulai membangun tempat tinggal untuk para pengungsi, jadi silahkan nikmati kebingunan mereka melihat kerumunan pengeruk tanah.

Karena ini dunia fantasi yang biasa ada di game-game RPG, roti harusnya bukan hal yang mengejutkan buat mereka kan? Tampaknya bukan demikian kasusnya untuk dunia lain di Gate ini.

Sementara itu di Bumi, kita diperlihatkan fakta bahwa ada lagi negara besar selain Amerika Serikat yang juga tertarik pada Daerah Spesial di seberang Gate yang muncul di Jepang. Perkenalkan Dechou Dong, presiden dari Republik Rakyat Tiongkok (atau Republik Rakyat Cina) di anime ini.

Skip beberapa hari, dan kita diperlihatkan adegan mandi. Nothing really special here (kecuali fakta bahwa Lelei ternyata mencoba mempelajari bahasa Jepang sedikit-sedikit sekaligus mencari tahu tentang asal usul JSDF yang dia gambarkan sebagai “prajurit dari sebuah negara di balik Gate yang bernama Jepang” dan juga tentang dunia di balik Gate di mana ada banyak negara lainnya selain Jepang di sana.)

Sementara itu, Pinya mendapat kabar tentang seseorang dari keturunan bangsawan sedang dirawat di suatu desa. Ternyata orang tersebut adalah Raja Duran, salah satu pemimpin yang ikut bertarung di Arnus Hill beberapa hari lalu bersama seluruh tentara kerajaan-kerajaan aliansi Empire. Tangan kiri dan kaki kirinya diamputasi dan mata kirinya pun tampaknya tak terselamatkan. Pinya menyatakan bahwa dia mendengar tentang keberadaan Raja Duran saat mencari kabar tentang kejadian di Arnus Hill. Raja Duran yang mendengar ini kaget sekaligus murka. Dia sadar bahwa Kaisar Molt dengan sengaja menyembunyikan apa yang terjadi di Arnus Hill dan tujuan tersembunyi kaisar tersebut untuk menyingkirkan kerajaan di sekitarnya agar tidak menjadi ancaman bagi kekuasaan Empire. Pinya yang kaget dan seperti tidak bisa menerima pernyataan Raja Duran memohon untuk memberitahu Pinya tentang lawan yang sudah mengalahkan mereka di Arnus Hill, tapi Raja Duran tidak menjawabnya langsung dan menyuruh Pinya untuk pergi ke Arnus Hill sendiri. Akhirnya Pinya memutuskan untuk pergi ke Arnus bersama dengan ordenya. Tetapi sebelum mencapai Arnus, mereka harus melewati kota Italica terlebih dahulu.

Sementara itu di markas, Chuka bertingkah aneh. Dia meminta untuk diberikan pakaian, makanan, dan tempat tinggal yang cukup untuk dua orang tapi bagian yang berlebih itu selalu dibiarkannya tidak tersentuh. Selain itu, pakaian lebih yang diminta Chuka adalah pakaian pria.

Sementara itu, Rory mengungkapkan opininya tentang tempat tinggal sementara yang disediakan untuk mereka di mana dia merasa nyaman tinggal di sana. Chuka bahkan berkata bahwa tempat tinggal sementara tersebut lebih nyaman dibanding tempat tinggalnya di hutan dulu. Namun, karena sementara, maka cepat atau lambat mereka harus segera menghidupi diri mereka sendiri dan Chuka bingung bagaimana caranya. Dia takut kalau akhirnya dia harus menjual dirinya ke Prajurit Bukit.

Lelei yang baru datang mendengar percakapan mereka dan mengajak mereka ke tempat di mana pertempuran antara JSDF dengan tentara aliansi Empire terjadi sebelumnya. Daerah itu sekarang penuh dengan mayat naga terbang, dan Lelei mengatakan bahwa Itami mengijinkan mereka untuk mengambil semua sisik dari naga-naga tersebut. Ternyata sisik naga terbang di dunia ini bisa dijual mahal tapi JSDF tidak tertarik dengan sisik-sisik tersebut. Dengan ini mereka sudah menemukan sumber biaya yang akan mereka pakai untuk memulai hidup baru mereka setelah keluar dari area pengungsian mereka.

Setelah mengumpulkan sekitar dua karung penuh, Itami dan Kurata mengantarkan Lelei, Rory, dan Chuka untuk menjual sisik-sisik naga tersebut. Di markas, ternyata Itami dicari letnan jenderal karena pihak legislatif dari pemerintah Jepang ingin mengundang Itami dan salah satu pengungsi ke sebuah pertemuan untuk mendengar langsung dari mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada para pengungsi tersebut. Yamagida memberitahu bahwa Itami baru saja pergi ke…Italica.

BONUS:

[youtube id=”Bsvd3UJEec0″ width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Trending

Exit mobile version