Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 2

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Hai, ketemu lagi dengan LeinRa yang kembali akan mereview anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri. Di episode perdana kita dibuat menunggu dimulainya pertempuran berikutnya antara tentara dari JSDF dengan pasukan-pasukan dari dunia di sisi lain Gate (ya intinya sih pasukan dari dunia lain tapi nanti jatuhnya malah acara di sebuah televisi lokal dengan nama serupa lagi. Hehe….)

Di dunia lain ini tampaknya kepemimpinan terkuatnya ada di sebuah kekaisaran yang beribukota di Imperial Capital. Dipimpin oleh Kaisar Molt namanya, mereka memutuskan untuk melawan balik tentara JSDF yang sudah masuk ke dunia mereka melalui Gate bersama dengan kerajaan-kerajaan tetangga yang adalah aliansi mereka. Apa mereka bisa melakukan perlawanan yang berarti?

Ternyata tidak sama sekali. Perbedaan teknologi perang di antara kedua belah pihak terbukti sangat signifikan sehingga pihak JSDF mampu memenangi pertempuran tersebut dengan mudah tanpa korban di pihak mereka sama sekali, sedangkan pasukan kerajaan-kerajaan yang menyerang semuanya habis ditembaki tank dan senapan. Pasukan-pasukan wyvern yang datang dari udara sendiri ditembak jatuh dengan mudah oleh pertahanan anti udara JSDF.

Tapi satu hal yang aneh: tidak ada satu pun pasukan dari kekaisaran tersebut yang dikirim ke pertempuran itu. Semua pasukan yang kalah berasal dari kerajaan-kerajaan tetangga. Rupanya ini adalah bagian dari rencana Kaisar Molt untuk mengurangi kemungkinan perlawanan dari kerajaan-kerajaan yang berada di dekat kekaisaran. Terlebih lagi penyerangan yang dilakukan kerajaan lain tersebut terhadap pihak JSDF dipimpin langsung oleh pemimpin kerajaan masing-masing. Artinya, mereka sukses memanfaatkan kedatangan JSDF untuk membuat kerajaan di sekitar pusat kekaisaran melemah pengaruhnya. Untuk berjaga-jaga, Kaisar Molt memerintahkan untuk membakar desa-desa kecil di sekitar Imperial City sekaligus merampas ternak-trenak yang ada dan meracuni sumur utama desa-desa tersebut untuk mencegah musuh mereka mendekati kekaisaran.

Anak dari Kaisar Molt, Pinya, menghadap ke ayahnya untuk meminta penjelasan kenapa tidak ada pasukan yang dikirim untuk ikut membantu pasukan dari kerajaan aliansi yang menyebabkan dikuasainya Bukit Arnus oleh pihak lawan. Ayahnya berdalih bahwa mereka masih mencari kesempatan untuk melawan balik dengan lebih aman, dan karena itu dia meminta Pinya dan Orde-nya untuk memata-matai pihak musuh.

Di lain pihak, Amerika Serikat tampak sebenarnya memiliki ketertarikan kepada dunia yang berada di sisi lain Gate tersebut. Mereka berpikir bahwa dunia lain tersebut bisa jadi memiliki sumber daya yang bisa mereka manfaatkan. Tapi mereka memutuskan untuk tidak ikut mengirim pasukan mereka untuk membantu JSDF untuk memastikan hanya Jepang saja yang menerima segala resiko yang mungkin ada dari agresi yang dilakukan ke dunia lain tersebut, baik biaya, personil, maupun politik.

Sementara itu pihak JSDF yang sudah memasuki Gate mulai melanjutkan rencana mereka untuk mempelajari tentang dunia tersebut. Mereka membentuk enam tim pengintaian, yang salah satunya akan dipimpin oleh Itami Youji yaitu Recon Team Three. Tugas mereka adalah bersosialisasi dengan penduduk-penduduk desa terdekat untuk mendapat informasi tentang segalanya mengenai dunia tersebut; baik bahasa, lokasi untuk dipetakan, dan juga kehidupan sosial di sana.

Saya skip saja perkenalan kepada anggota-anggota Recon Team Three karena terlalu banyak nama saya males menulisnya, hehe (pokoknya salah satunya Kurata yang ditemui Youji di episode 1, satu lagi laki-laki yang tampak lebih tua dari Youji yang memberikan seragam baru Youji di episode 1). Setelah mereka mengunungi beberapa desa, mereka bermaksud pergi ke pemukiman terdekat lainnya dari Coda Village berdasarkan panduan dari kepala desa tersebut. Tapi yang mereka temukan adalah lautan api. Pemukiman tersebut dibakar oleh seekor naga (jika dihubungkan dengan perintah kaisar, ini pasti salah satu dari perintahnya).

 

Keesokan paginya mereka mengecek keadaan pemukiman tersebut. Sungguh disayangkan mereka tidak menemukan satu orang pun yang selamat, bahkan mereka memperkirakan ada sekitar 100 lebih orang di pemukiman tersebut yang menjadi korban. Tapi…mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan di dasar sumur pemukiman tersebut.

Seorang perempuan elf! Apakah dia selamat? Kita harus menunggu jawabannya di episode berikutnya.

BONUS:

[youtube id=”IGHds3z5fkk” width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Trending

Exit mobile version