Serial Anime
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 12
GwiGwi.com – Gate season 2 sudah live, namun penulis sadar bahwa review episode terakhir dari season sebelumnya belum ada. Dan selagi penulis belum menonton Gate season 2 (belum ada waktu, hehehe…), tidak ada salahnya review episode 12 ini dibuat. Oh ya, gak perlu peringatan spoiler kan? 🙂
Dimulai dengan flashback dari momen saat desa Yao Ha Ducy dihancurkan oleh naga api dan lalu dia diutus oleh petinggi klannya untuk mencari orang-orang yang dikatakan pernah mengalahkan naga api yaitu Green People. Dikatakan juga bahwa klan dark elf mengalami 220 korban jiwa, dan di antaranya adalah teman-teman dan tunangan Yao. Menurut para petinggi tersebut, Yao adalah yang paling bijak dan memiliki semangat yang keras walau telah kehilangan mereka yang berharga baginya. Karena itulah mereka memilih Yao untuk mencari Green People dan meminta pertolongan mereka.
Kembali ke timeline utama, Yao yang menemukan markas JSDF, atau Green People, berlari ke sana dan segera menemui dua penjaga gerbang markas lalu segera memperkenalkan dirinya, menceritakan apa yang terjadi pada klannya, dan meminta bantuan Green People. Sayangnya kedua penjaga tersebut tidak mengerti banyak bahasanya. Begitu pula dengan beberapa Green People lain yang dia temui di dalam. Dia teringat Itami yang dia temui malam sebelumnya, dan bagaimana dia mengerti dengan bahasanya. Dia berpikir apakah orang tersebut adalah salah satu Green People juga.
Yao akhirnya bertanya ke penghuni setempat, hanya untuk berakhir membuat kapok beberapa penipu. Berkali-kali.
Di tengah kebingungannya, dia melihat pulpen yang terjatuh di tengah jalan. Yao jelas tidak tahu benda apa itu, tapi dia mencari benda serupa ke sekitar dan pencariannya membawanya ke sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dari Jepang. Di situ dia melihat penjaga tokonya adalah salah satu penghuni dunianya, namun dia bisa berkomunikasi dengan Green People yang kebetulan sedang ada di sana. Setelah Green People yang berbicara dengan penjaga tersebut pergi, Yao segera menemui penjaga toko tersebut dan menanyakan bagaimana penjaga tersebut berbicara dengan Green People dengan lancar. dengan bahasa Green People itu pula. Penjaga toko tersebut menunjukkan buku merah yang adalah panduan bahasa Jepang yang diberikan ke semua pekerja dari penghuni dunia tersebut yang bekerja di markas JSDF. Yao memohon untuk membeli buku tersebut namun penjaga toko tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena dia bisa dipecat kalau memberikan buku tersebut seenaknya ke orang lain yang tidak bersangkutan.
Tiba-tiba ada dua Green People lain yang datang (oh, dan mereka memanggil penjaga toko tersebut Meia) ke toko. Saat mereka melihat Yao, mereka saling berbisik (dalam bahasa Jepang) bagaimana Yao sesuai dengan deskripsi perampok yang dilaporkan beberapa orang (kemungkinan para penipu sebelumnya) ke mereka. Mereka lalu mengajak Yao untik ikut mereka agar berbicara, dengan bahasa elf. Yao, yang tidak sadar alasan kedua Green People mengajaknya bicara, menyetujui dengan senang hati.
Beralih sejenak ke Lelei dan gurunya Cato di mana Lelei tampak sedang mencoba sihir baru yang terlihat seperti peluru sihir yang melesat kencang karena dibantu oleh ledakan. Rupanya Lelei mengembangkannya setelah mempelajari ilmu kimia dari Bumi, dan mengaplikasikannya dalam sihirnya. Hasilnya mengagumkan menurut Cato, namun menurut Lelei kekuatannya masih kalah dibanding kekuatan tempur JSDF. Setelah itu ada satu orang JSDF datang ke mereka untuk meminta jasa penerjemahan Lelei dalam menginvestigasi Yao. Yao dibawa atas dasar praduga perampokan, namun cerita yang mereka dengan dari Yao berbeda dengan yang diceritakan korban pelapor (jelas, yang melapor ‘kan penipu yang mencoba menipu Yao…) dan Yao terus berbicara tentang dirinya diserang dan butuh pertolongan Green People.
Lelei bersedia untuk mengajak bicara Yao. Di tengah pembicaraan mereka, orang yang melaporkan Yao rupanya telah diperiksa oleh Myutie (harpy yang dibawa dari selepas pertempuran di Italica) dan Rory dan telah mengakui kejadian sebenarnya dan segera dikirim ke Italica (entah untuk dihukum atau diapakan). Dengan kata lain, Yao telah terbukti tidak bersalah. Yao, setelah mendengar hal tersebut dari Lelei segera menceritakan yang terjadi ke klannya dan tujuannya mendatangi Green People. Bagi Yao, Lelei tampak punya pengaruh terhadap Green People sehingga jika memungkinkan dia ingin Lelei meminta Green People kesempatan untuk mendengar Yao menceritakan tujuannya datang ke markas Green People.
Yao akhirnya dipertemukan dengan Letnan Jenderal Hazama (dengan Lelei sebagai penerjemah). Namun setelah mendengar cerita dan permohonan Yao, Hazama dengan berat hati menolak. Alasannya adalah karena Hutan Scwartz tempat pemukiman klan Yao yang masih didatangi naga api tersebut berada di dalam perbatasan Empire. Dengan mengirim pasukan besar ke sana tanpa ijin, tindakan tersebut bisa disalahartikan oleh Empire sebagai deklarasi perang. Yao menyanggah bahwa mereka tidak perlu mengirim pasukan yang besar, karena dia mendengar bahwa Green People dulu mengalahkan naga api hanya dengan selusin orang. Hazama menyangkal dengan berkata bahwa pada peristiwa saat itu mereka justru hampir tidak mengusir naga api tersebut. Memberikan perintah serupa lagi sama saja mengirim orang-orangnya untuk mati, dan dia tidak bisa menurunkan perintah semacam itu. Hazama hanya bisa meminta maaf kepada Yao setelah perjalanan jauhnya sampai ke markas JSDF.
Yao akhirnya diantar pulang naik jeep oleh Yanagida. Yanagida berkomentar kepada Yao (dengan bantuan terjemahan Lelei), bahwa Itami mungkin akan memenuhi permohonannya. Menurutnya jika itu demi menolong orang-orang yang dia peduli, Itami pasti melakukannya.
Apakah itu suatu pertanda? Yah, beralih ke Itami yang mendarat di sebuah gunung menaiki heli yang bersama bawahannya membawa barang-barang dari Jepang dan mengawal diplomat baru dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Setelah mendarat mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan kereta kuda ke tempat pertemuan mereka dengan beberapa anggota Rose-Order Knights, salah satunya Pina. Itami rupanya tidak menyangka akan menemui Pina di sana. Rupanya Pina ikut bertemu karena ingin segera berkenalan dengan diplomat baru yang dikirimkan pihak Jepang…dan mengambil titipannya.
Yah, mungkin kalau cuma Pina saja yang tertarik dengan “seni” tersebut kita masih bisa lapang dada. Namun rupanya ada beberapa anggota Rose-Order Knights, mungkin atas perintah Pina, telah menerjemahkan beberapa “seni” tersebut di kota kecil di dekat markas JSDF yang dibangun oleh para mantan pengungsi untuk kemudian dikirimkan ke pusat. Seksi intelijen 2 yang berpura-pura menjadi butler untuk melayani mereka selama menetap pun tak bisa berkomentar banyak.
Yao dan Lelei rupanya dibawa juga ke tempat Rose-Order Knight menetap malam itu, dan dia masih tampak depresi oleh karena penolakan Hazama. Dia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa Green People menolak untuk menolong klannya.
Oh, salah satu pelayan bernama Delilah ini rupanya memiliki suatu rahasia. Yah sayangnya kita belum bisa mengetahuinya di episode ini (walau mungkin kita sudah bisa mengira-ngiranya dari percakapan mereka dan bagaimana Delilah berkata dia harus mengerti bahasa Jepang lebih lagi mumpung para komandan JSDF berkumpul di satu tempat).
Para komandan yang berkumpul di sana sebenarnya ingin menolong Yao. Namun sayangnya mereka tidak bisa mengambil resiko menerobos perbatasan Empire dengan jumlah tentara yang besar, dan jika mereka mengirim tentara dengan jumlah kecil kemungkinan mereka berhasil membunuh naga api tersebut cukup kecil. Bukan hanya dengan mengirim tentara berjumlah besar mereka beresiko terlibat perang dengan Empire, mereka juga tidak ingin opini masyarakat Jepang terhadap keberadaan JSDF di special region kembali terguncang seperti insiden naga api terdahulu yang sampai menyebabkan diadakannya sidang istimewa yang memanggil Itami, Pina, Tuka, dan Rory. Mereka yakin Itami mungkin akan melakukan sesuatu, walau tidak yakin apa yang mungkin akan dia lakukan.
Dan dengan demikian cerita Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri season 1 kurang lebih selesai. Perlu diketahui penulis selama ini hanya mengambil garis besarnya saja agar tidak terlalu panjang dan tidak perlu memasukkan bagian-bagian yang bisa diabaikan. Jika ingin mengerti lebih lengkapnya tentunya kalian bisa menonton sendiri animenya jika belum menonton dari season 1. Bagi yang sudah menonton season 1 ini dan baru akan menonton kelanjutannya di season 2 setelah ini, diharap review ini bisa jadi penyegar bagi kalian untuk kembali mengingat sudah sampai mana cerita anime ini agar bisa lebih mengerti lagi kelanjutannya di season 2.
BONUS:
[youtube id=”V73OUSbtJp8″ width=”600″ height=”340″ position=”center”]