Berita Anime & Manga
Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Episode 10
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]
GwiGwi.com – Ketemu lagi dengan LeinRa yang kembali untuk mereview anime Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri. Kita ditinggalkan dari episode sebelumnya dengan harapan kedatangan adegan yang ‘menarik' antara Itami dan Rory. Apakah kejadian? Sayangnya tidak. Mereka terganggu pesan yang datang ke handphone Itami. Saat dicek, ternyata itu pesan dari menteri pertahanan, Kanou Tarou.
Di halaman, para penyusup sudah mendekati kamar penginapan. Dan mereka bertemu dengan 2 kelompok penyusup lainnya. Masalah di sini adalah, ternyata masing-masing kelompok penyusup tersebut berasal dari negara berbeda (AS, China, dan Rusia). Terpicu kebingunan, mereka mulai bersiap untuk menghadapi satu sama lain-pertempuran 3 arah. Namun belum juga mulai, Rory keluar dan akhirnya menghabisi mereka semua yang masih sibuk berkonflik dengan special force dari negara berbeda.
Itami dan kawan-kawan segera kabur dari penginapan tersebut sebelum Public Safety datang menangani mayat-mayat para penyusup tersebut. Mereka mengambil alih mobil salah satu kelompok penyusup yang dijaga di jalan dekat penginapan (setelah pengendara mobil yang menjaganya dibuat tidur oleh Lelei). Dalam perjalanan, Itami ditanyai kenapa mereka harus terus berlari dan mengubah tujuan pergi mereka sepanjang ‘liburan' tersebut. Itami menjawab tidak tahu, sehingga Pina mengajukan dugaannya bahwa mungkin ada pihak di luar pemerintah negara Jepang yang tidak setuju dengan terbentuknya hubungan damai antara Jepang dan Empire, dan memutuskan untuk melawan.
Sementara mereka memarkir mobil mereka untuk beristirahat dan makan dan minum dari supermarket di dekat parkir tersebut, Risa menyebarkan kabar bahwa Rory, Tuka, dan Lelei akan mengunjungi Ginza Memorial jam 2 siang dan kembali ke special region segera setelahnya di internet. Itami sengaja meminta Risa melakukan ini supaya Ginza akan penuh dengan orang-orang yang ingin melihat Rory, Tuka, dan Lelei secara langsung. Dengan demikian, diharapkan agen-agen rahasia dari luar negeri tersebut tidak akan mudah untuk mencoba melakukan serangan ke mereka di Ginza nanti.
Dan benar saja, mendekati waktu yang ditentukan Ginza langsung padat oleh fans-fans pengunjung dari dunia lain tersebut. Sangat padat sampai lalu lintas menuju Ginza tidak bisa berjalan sama sekali. Itmai awalnya khawatir untuk meneruskan perjalanan mereka ke Ginza dengan jalan kaki. Tapi karena Rory ‘memaksa' mereka dengan turun duluan (dan langsung disambut pemuja-ehem-penggemarnya di Jepang) dan agar pengunduran diri perdana menteri serta usaha Risa menyebarkan info tersebut tidak sia-sia, mereka mutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Ginza dengan jalan kaki. Walau ini juga berarti mereka harus berpisah dengan Risa di tengah jalan.
Dalam perjalanan mereka menuju memorial, Kuribayashi bertemu dengan adiknya yang ternyata bekerja sebagai penyiar amatir dan sedang bertugas menyiarkan keadaan di Ginza tersebut. Kuribayashi menggunakan kesempatan tersebut untuk menyebarkan semua yang dialami mereka selama ‘liburan' mereka (terutama mengenai mereka diserang oleh negara lain, walau tidak dibilang nama negaranya) ke jaringan televisi.
Jelas itu membuat khawatir Graham, pemimpin dari agen rahasia yang dikirim Amerika Serikat untuk mengamankan pengunjung dari special region, yang sudah bersiap di Ginza dengan sisa temannya yang belum dibunuh Rory. Namun bukan hanya itu rupanya yang perlu dikhawatirkannya. Komakado mendatangi Graham, menunjukkan kalau dia memang bekerjasama dengan pihak Amerika Serikat. Namun, dia memberitahukan hal mengejutkan ke Graham: seluruh anggota CIA yang dikirim ke Jepang telah ditangkap pula. Komakado rupanya selama ini bertindak sebagai double agent antara Jepang dengan Amerika Serikat. Mengetahui kabar tersebut, Rusia dan China juga terpaksa menarik mundur agen-agen mereka sebelum ikut menjadi tahanan pihak Jepang.
Mereka pun akhirnya kembali ke special region, dan sampai sore harinya ke markas JSDF di Bukit Arnus. Beberapa hal dikemukakan di sini (termasuk bagaimana Tuka masih menunggu kembalinya ayahnya di kamarnya) tapi yang paling penting adalah tekad Pina untuk mendamaikan hubungan antara Jepang dengan Empire. Dia dan Bozes akan kembali ke ibukota fajar mendatang untuk menyiapkan pembicaraan perdamaian antara pihak Jepang yang diwakilkan JSDF dengan Empire. Pina sudah terlebih dahulu menulis surat yang mendeskripsikan kenapa Empire harus menghentikan perang mereka melawan Jepang.
BONUS:
[youtube id=”D2IFg8s8uZU” width=”600″ height=”340″ position=”center”]