Berita Anime & Manga

Review Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri Enryuu Hen Episode 1

Published

on

[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk[/alert-warning]

GwiGwi.com – Ketemu lagi dengan LeinRa dan seperti yang sudah kukatakan di review sebelumnya, Gate season 2 akan mendapat review dariku dan inilah dia review episode pertamanya. Baru mulai saja kita sudah disuguhi bahan untuk ditertawakan.

Beralih sebentar ke ibukota Empire, tepatnya di kediaman putra mahkota dari Empire, Zorzal, yang juga adalah kakak dari Pina. Dia tampak sedang memerkosa seorang warrior bunny bernama Tyuule sampai Count Marx datang untuk melaporkan sesuatu. Setelah Tyuule disuruh pergi, dia mendengar dari Marx bahwa beberapa senator kerajaan disuap oleh perwakilan lawan (Jepang) dengan janji bahwa anggota keluarga setiap senator yang ditawan di Jepang akan dibebaskan. Selain itu Zolzal juga diberitahu mengenai pertemuan yang diadakan di Imperial Garden antara para senator tersebut dengan perwakilan dari lawan, maka Zolzal diminta untuk mendatangi pertemuan tersebut dan mengganggunya.

Beralih ke Jepang, sedang diadakan pertemuan tertutup antara Perdana Menteri Jepang dengan menteri-menterinya, membahas tentang perkembangan di special region. Menteri-menteri melaporkan bahwa negosiasi dengan para senator Empire untuk menjalin hubungan damai antara Jepang dengan Empire berjalan mulus. Namun, negosiasi ini masih berada di tahap permulaan sehingga tidak ada informasi yang bisa dipublikasikan ke masyarakat umum meskipun media dan pihak asing sudah memaksa perdana menteri untuk memberikan informasi berikutnya mengenai kegiatan Jepang di special region.

Kita kembali ke Imperial Garden di mana perjamuan makan antara keluarga-keluarga senator sedang diadakan (untuk menyembunyikan fakta bahwa Itami dan para senator sedang melakukan pertemuan di sisi lain Imperial Garden). Di tengah pembicaraan antara Pina dengan Sugawara, Sherry, anak perempuan dari keluarga Tyueri yang memiliki hubungan dengan salah satu senator penting, Marquess Casel, datang merengek ke Sugawara untuk melakukan sesuatu mengenai sepupunya yang terus memamerkan kalung mutiaranya (reaksi penulis saat melihat adegan ini: kok random amat ini kejadian?). Orang tuanya lalu datang untuk membawa Sherry pergi setelah meminta maaf ke Sugawara. Sugawara menghentikan mereka sejenak, memberitahukan kedua orang tua Sherry untuk jangan terlalu keras dengan anak mereka. Dia juga memberitahukan Sherry untuk jangan membuat repot kedua orang tuanya. Dia juga berkata kepada Sherry bahwa jika dia berkelakuan baik maka Sherry pasti akan mendapat balasannya. Ini semua jelas tak lebih adalah cara Sugawara untuk bisa membuka hubungan dengan Marquess Casel, dan ini tampak jelas oleh Pina. Pina bahkan memuji Sugawara dengan memanggilnya “penggoda”. Pembicaraan mereka berakhir dengan bagaimana daging yang disajikan di jamuan tersebut bisa sangat enak karena Furuta, yang dulunya adalah koki di salah satu restoran kelas atas sebelum mendaftarkan dirinya ke militer, membantu para koki di sana untuk memasaknya. Sugawa lalu mengantarkan Pina ke tempat Itami bertemu dengan para senator karena Pina menanyakan keberadaannya.

Di tempat terbuka yang agak terpisah dari tempat jamuan diadakan, Itami dan para senator mengadakan pertemuan. Itami tampak melakukan pendekatan dengan cara yang berkebalikan dengan Sugawara, walau masih terbilang damai. Beberapa tentara JSDF tampak memeragakan kemampuan Type 64 Rifle milik JSDF terhadap baju-baju baja, helm-helm baja, dan perisai-perisai yang dijejerkan di depan mereka sebagai targetnya. Hasilnya bisa diduga: semua target tersebut tertembus dengan mudahnya. Ini membuat para senator kaget, dan membuat mereka ingin membelinya di mana Itami jelas terpaksa menolak. Maka mereka menanyakan ada berapa banyak dari senapan tersebut tersedia, yang Itami tidak bisa berikan detilnya namun dia menjawab “kalian bisa mengasumsikan setiap prajurit kami memiliki satu”-jawaban yang makin mengejutkan para senator. Kekagetan mereka belum selesai. Itami memerintahkan untuk mendemokan senjata mereka yang lain-81mm Mortar. Di sinilah kekaguman mereka berubah menjadi ketakutan. Jarak mortar yang sangat jauh dibanding senjata pengepung mereka, skala kehancuran yang bisa diakibatkan mortar tersebut, mereka takut membayangkan seperti apa kekalahan yang akan mereka alami jika senjata tersebut diarahkan ke Empire. Inilah pendekatan menuju perdamaian yang dilakukan Itami-pendekatan dengan jalan menakuti lawan mereka. Sugawara tiba di tempat pertemuan sesaat setelahnya, dan Marquess Dussie langsung mendatanginya dan menanyakan yang diinginkan Jepang sebagai bayaran untuk hubungan damai antara Empire dengan Jepang. Sayang tampaknya negosiasi tersebut harus ditunda karena pengintai melaporkan ada lima pengendara kuda yang mendatangi Imperial Garden. Mereka terlihat bukan bandit, sehingga Itami memerintahkan pengintai untuk menjaga kontak sementara dia mengamankan para senator ke dekat gerbang tenggara Empire-di dekat distrik yang disebut Red Light District.

Para pengendara kuda tersebut adalah Zorzal dan beberapa pengawalnya. Saat tiba, dia langsung didatangi Pina yang lalu menanyakan alasannya datang ke pesta tersebut. Zorzal langsung menanyakan keberadaan senator dan perwakilan lawan, yang ditanggapi oleh Pina seakan dia tidak tau apa-apa. Pina akhirnya menawarkan Zorzal untuk makan daging yang disajikan dengan saus mustard. Awalnya dia tampak tidak yakin dengan daging tersebut karena saus berwarna kuning itu, namun setelah mencobanya dia akhirnya pulang dengan membawa beberapa daging tersebut.

Menurut Pina, yang mengirim kakaknya kemungkinan adalah Count Marx. Dia menduga dikirimnya kakaknya tersebut adalah sebagai peringatan dari Count Marx kepada lawan. Sugawara bersyukur karena para senator tidak ditemukan oleh Zorzal karena dia ingin terus melanjutkan negosiasi perdamaian tersebut. Pina tidak percaya mendengarnya, karena bayaran yang diminta olehnya sebagai ganti hubungan damai Empire dengan Jepang adalah 500 juta Swani-jumlah yang menurut Pina bahkan tidak mungkin cukup dengan semua koin yang ada di Empire. Sugawara menjawab bahwa itu hanyalah tawaran pembuka, dan hasil akhirnya masih tergantung dengan hasil negosiasi ke depannya. Karena itulah dia harus secepat mungkin berbicara dengan Marquess Casel.

Di istana Empire, Count Marx melaporkan hasil kunjungan Zorzal. Dia juga mengingatkan kaisar Molt yang akan terjadi bila para senator menyetujui tawaran perdamaian dari Jepang. Kaisar Molt tidak peduli. Dia justru memberitahu Marx untuk membiarkan mereka tetap bernegosiasi, tapi Molt tidak memiliki rencana memberi mereka satu koin pun atau satu plot tanah pun. Karena itu kaisar Molt memerintahkan Marx untuk melakukan apa yang menurut Marx dibutuhkan untuk memastikan negosiasi tersebut mencapai jalan buntu karena dengan demikian kaisar Molt yakin Jepang akan pecah dari sikap “ingin damai”nya tersebut.

Beralih ke Red Light District yang dituju Recon 3 yang mengamankan para senator. Mereka telah sampai di sana, dan saat melapor ke JSDF yang sudah mengamankan daerah tersebut, Kurokawa yang memiliki sertifikat keperawatan langsung diminta untuk memberdayakan kemampaun lainnya tersebut. Di tempat dia ditugaskan sebagai perawat dia bertemu dengan seorang beast girl bernama Misery, seorang pelacur yang tampaknya sudah biasa datang ke sana untuk mengambil obat yang membantunya tetap kuat selama melakukan pekerjaannya. Di situ Kurokawa mendengar cerita dari Misery tentang bagaimana JSDF mengamankan Red Light District dari “orang-orang besar” yang menguasai daerah tersebut dengan geng mereka-malam di mana JSDF menyapu bersih geng Bessala yang membuat pemimpin geng lain membagi uang dan wilayahnya serta bersumpah tidak mengganggu JSDF lagi. Ini membuat Red Light District jadi tempat yang jauh lebih aman dibanding sebelumnya.

Sementara itu Itami dan beberapa anggota Recon 3 dibawa ke tempat Pina. Mereka ditawari untuk menginap di sana sampai besok. Walaupun tempat tersebut cukup besar, menurut Pina tempatnya sebenarnya adalah yang terkecil dibanding tempat saudara-saudaranya.

Di bar yang ada di kota yang dibangun para pengungsi di Alnus, Yao tampak menanyakan Myutie sesuatu tentang Itami. Yao berkata dia merasa sudah melakukan sesuatu yang tidak pantas kepada Itami sehingga dia harus melakukan sesuatu yang dia rasa bisa membuat Itami memaafkannya. Yao menanyakan Myutie apakah Itami punya sesuatu atau seseorang yang berharga dan tidak ingin Itami biarkan hilang, dan Myuite menjawab ada tiga orang. Siapa saja mereka? Sayangnya kita tidak bisa mengetahuinya langsung di episode ini.

Malamnya klinik Kurokawa didatangi oleh Misery dan beberapa beast girl. Salah satu dari mereka, selain Misery, yang bernama Tyuwal, berkata bahwa dia merasa bergetar sepanjang hari. Dia juga mengatakan bahwa di daerah asalnya ada gunung berapi yang akan selalu menyebabkan getaran bumi (tampaknya penghuni special region tidak mengenal kata gempa bumi) dan sebelum getaran bumi itu terjadi dia akan merasakan sensasi serupa. Para JSDF yang ada di klinik tersebut sadar bahwa itu adalah pertanda akan datangnya gempa bumi yang mungkin cukup besar, dan segera melakukan evakuasi ke luar ibukota.

Informasi mengenai gempa-ehem-getaran bumi tersebut segera disampaikan ke semua personel JSDF. Tentara JSDF di Alnus segera membangunkan setiap warga dengan berkeliling dengan jeep dan meneriakkan peringatan melalui megaphone. Dan di tempat Itami dan beberapa anggota Recon 3 menetap mereka juga sudah bangun dan membangunkan Pina dan penghuni lainnya. Awalnya Pina memprotes tindakan Itami tersebut karena waktu masih tengah malam, namun mereka mulai merasakannya-bumi bergetar di ibukota Empire.

BONUS:

[youtube id=”RPA0wyLy6iw” width=”600″ height=”340″ position=”center”]

Trending

Exit mobile version