Gaming

Review Game ‘Sakuna: Of Rice And Ruin’, Bertani sembari Bertarung

Published

on

GwiGwi.com – Sakuna: Of Rice And Ruin merupakan game simulasi bertani dan action platformer yang dibuat oleh Edelweis (yang juga membuat Asterbreed). Menceritakan mengenai Sakuna, dewi pertanian yang manja dan egois yang diusir dari khayangan karena tidak sengaja menghancurkan gudang penyimpanan persembahan saat mau mengusir beberapa manusia yang menyusup ke khayangan.

Sakuna beserta para manusia (Tauemon, Kinta, Myrthe, Yui, dan Kaimaru) diharuskan mengusir para iblis yang tinggal di pulau terpencil. Agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka harus bersawah dan berburu. Disinilah keunggulan game ini, jika pada umumnya game simulasi bertani lainnya hanya sekedar memacul tanah, menebar benih, menyiram dan panen maka dalam game ini banyak hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan agar padi yang dipanen dapat berlimpah. Antara lain pembuatan pupuk kompos dengan atribut yang berbeda tergantung dari bahan kompos yang dipakai, kapan harus dipupuk, berapa banyak air yang diperlukan, bagaimana menyortir benih agar kualitasnya baik, hingga menumbuk gabah sehingga menghasilkan beras yang bisa dimakan.

Kenapa sampai Edelweis membuat segmen bersawah ini cukup detail? Dikarenakan setiap kali masa panen tiba maka levelmu juga ikut naik,dan status kita dapat terpengaruh oleh material yang dicampur ke kompos. Ingin vitality kamu makin besar? Masukan batu atau elemen logam ke dalam kompos namun hati-hati karena ada efek negatifnya juga sehingga perlu adanya keseimbangan. Beras pun selain untuk dimakan dapat juga menjadi materi untuk diolah menjadi makanan atau minuman serta nantinya dapat dibarter dengan bahan lain.

 

Untuk system battle cukup standard, Sakuna dapat memakai aneka skill dan senjata, ada musuh yang lemah terhadap slash/strike/magic/physic serta selendang ajaib milik Sakuna dapat digunakan untuk mencapai tempat-tempat yang susah dijangkau secara normal ataupun untuk melemahkan musuh. Setelah mengalahkan musuh kita akan mendapatkan aneka material dan amber (digunakan untuk bahan kompos serta menaikkan level enchantment equipment).

Visual dalam Sakuna sudah bagus walaupun ini sebetulnya platformer 2D namun backgroundnya terlihat 3D dengan cukup detail untuk gambar bebatuan dan tanaman-tanamannya. Design para karakternya juga lucu dan menarik.

Story di game ini tergolong standard yang bertemakan kekeluargaan dan kedewasaan (Sakuna yang manja kemudian menjadi lebih independent serta hidup bagaikan keluarga dengan orang-orang yang tidak memiliki ikatan darah. Terkadang ada tema soal agama dan kepercayaan yang muncul, apakah nantinya pembahasan ini akan lebih mendominasi masih belum dapat diketahui oleh reviewer yang belum menamatkan gamenya.

Akhir kata di tengah gempuran game populer seperti Miles Morales dan Yakuza 7. Sakuna of Rice and Ruin ini menawarkan game yang seimbang antara action dan simulasi bersawah; mudah dinikmati karena ceritanya ringan dan lucu (Naomi Ozora sebagai seiyuu-nya Sakuna juga amat pas) serta sistem bersawahnya yang walaupun detail namun tidak terasa membebani. Cocok untuk para gwiples yang ingin mencoba game yang berbeda dari yang lain.

Trending

Exit mobile version