TV & Movies

Review Film Yuni, Pahit Getir nan Nyelekit

Published

on

GwiGwi.com – – Yuni (Arawinda Kirana), seorang siswi SMA berprestasi iapun sebentar lagi akan lulus dan berniat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Yuni merupakan siswi yang pintar sehingga kepintarannya dilirik oleh Ibu Lies (Marissa Anita) yang mencoba membantunya melanjutkan ke bangku kuliah dengan beasiswa.

Sosok Yuni rupanya menjadi daya tarik khusus oleh beberapa pria. Bahkan, ia sampai dilamar oleh dua orang pria. Mitosnya, jika menolak lamaran tersebut jodohnya akan jauh.

Hal inilah yang membuat Yuni semakin dilema, apakah ia akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi atau memilih untuk menikah.

Lantas jalan manakah yang akan dipilih oleh Yuni?

Yuni adalah sajian getir, pedih, namun juga menguatkan ditengah realita yang nyelekit. Yang diinginkan Yuni sangat sederhana, yaitu kebebasan untuk memilih jalan hidup dan masa depan dirinya.

Sajian yang cukup kompleks dan berat namun berhasil dikemas dengan baik oleh sang sutradara Kamila Andini tanpa menghilangkan esensi sebuah pesan yang ingin disampaikan.. wajar saja film Ini diganjar banyak penghargaan, seperti di Festival Film Internasional Toronto serta masuk dalam seleksi Oscar 2020, dan panen 14 nominasi Piala Citra termasuk Film Terbaik. Bahkan digadang-gadangkan masuk nominasi best foreign language di ajang academy awards 2022. Best of luck mbak Kamila dan team.

Jangan heran ketika menonton film ini penonton akan disuguhkan dengan bahasa Jawa Serang. Minim dengan bahasa Indonesia, Kamila Andini memang sengaja mengeksplorasi bahasa daerah tersebut.

Arawinda Kirana sebagai pemeran Yuni bisa dibilang sukses menggunakan bahasa Jawa Serang atau Jaseng.

Dari sisi cast, akting Arawinda Kirana berperan sebagai Yuni dimana di film Ini merupakan debut layar lebarnya sangat lah apik. Kita pun akan dibuat simpati dan terbawa akan kegundahan yang dihadapi oleh tokoh Yuni yang hidup di lingkungan yang menormalisasi pernikahan dini, KDRT, hingga kekerasan seksual.

Gak cuman Arawinda, Kevin Ardilova yang tampil lugu serta Neneng Wulandari yang jago menangani momen dramatis dan juga Asmara Abigail yang berperan sebagai Suci yang gagal menjalankan pernikahan nya dan hidup membawa luka dibalik keceriaan nya berhasil tampil dengan memorable dengan jargon “freedom abeees” yang sulit dilupakan Setelah menyaksikan film Ini.

Secara keseluruhan, film Yuni sangat wajib untuk ditonton. Dengan kemasan yang mudah dicerna dan enjoyable mengangkat isu yang sangat relevan di masyarakat Indonesia membuat kita berfikir untuk memutus mata rantai sebuah sistem yang selama Ini salah.

Trending

Exit mobile version