Box Office

Review Film Wonder Woman 1984, It’s good but it can be better

Published

on

GwiGwi.com – Ditengah pandemi Covid-19 Bioskop di Indonesia mulai dibuka sejak awal Desember. Namun gue ngerasa bioskop udah mulai dibuka ketika film Wonder Woman 1984 tayang di Indonesia.

Dikisahkan Diana Prince atau Wonder Woman tengah membasmi tindakan kejahatan di era 1980an. Ditengah kondisi perang dingin Amerika Serikat menjadi negara “super power” serta Diana sendiri juga mulai belajar mengenal dirinya sendiri dan mencari tahu apa saja potensi yang ada di dalam dirinya.

Kita juga bertemu dengan sosok antagonis di film ini yaitu Maxwell Lord seorang pengusaha kaya yang ingin menguasai sebagian persediaan minyak dunia dan ia menghalalkan segala cara termasuk menggunakan kekuatan magis untuk memenuhi ambisinya.

Tidak lupa ada sosok Barbara Minerva seorang ahli gemologi dan zoologist rekan kerja Diana di museum Smithsonian yang ingin memiliki kharisma dan memiliki kekuatan seperti Diana yang kelak akan menjadi Salah satu musuh terkuat Wonder Woman yaitu Cheetah.

Langsung aja ke filmnya, sekuel dari film pertamanya yang rilis di tahun 2017 yang mendapat review positif dari para kritikus serta menghasilkan pendapatan Box Office yang menguntungkan membuat nama Petty Jenkins dan Gal Gadot merupakan sutradara dan aktris yang pas untuk menghidupkan Wonder Woman ke layar lebar.

Di sekuelnya kali Ini, kita disuguhkan dengan sisi lain dari sosok Wonder Woman. Kita melihat sisi humanis dari seorang superhero perempuan yang rapuh dikarenakan ia belum Bisa merelekan kekasihnya Steve Trevor yang tewas di perang dunia II. Ia pun berharap kekasihnya bisa hidup kembali dna menerima konsekuensi yang harus ia tanggung.

Begitu juga dengan karakter villain nya yaitu Maxwell Lord dan Barbara Minerva yang masing-masing memiliki ambisi yang besar namun ambisi tersebut memiliki konsekuensi yang juga sebesar ambisinya.

Pengembangan cerita disini sudah bagus mengingat Ini adalah sebuah sekuel. Dimana sebuah sekuel harus memiliki skala yang lebih luas untuk pengembangan cerita dan karakternya. Disini kita melihat bahwa seorang superhero yang kuat sekalipun sulit untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Hal ini mengingatkan gue akan film Spider-Man 2 (2004) garapan Sam Raimi yang terasa sangat humanis.

Kualitas acting para sosok antagonis nya yaitu Pedro pascal sebagai Maxwell Lord dan Kristen Wiig sebagai Cheetah sangat baik terlebih kepada Kristen Wiig yang sering kita lihat di film bergenre komedi seperti Bridemaids dan Knocked Up mampu memberikan performa terbaik sebagai sosok villain yang tangguh untuk dihadapi oleh Wonder Woman di film ini.

Untuk yang mengharapkan aksi yang memukau, gue rasa agak sulit untuk berharap lebih di film ini. Kekuatan film ini justru Ada di ceritanya serta perkembangan para karakter yang Ada di film Ini.

Padahal kita mengharapkan pertarungan fantastis antara Wonder Woman vs Cheetah namun rasanya untuk aksi film ini terasa nanggung.

Secara keseluruhan, film Wonder Woman 1984 berhasil mengobati rindu akan menonton film di bioskop. Filmnya bagus dan menghibur namun Ada Sedikit kekurangan yang terkesan bahwa film ini bermain aman padahal didukung oleh budget yang besar, cerita yang baik serta para pemain beken.

Trending

Exit mobile version