TV & Movies

Review Film WICKED FOR GOOD, Penutup Yang Kurang Manis

Published

on

www.gwigwi.com – Alphaba (Cynthia Erivo) akhirnya menjadi The Wicked Witch of The West. Itulah akhir dari WICKED (2024) dan sekarang sekuelnya langsung memperlihatkan pemberotakannya pada kuasa lalim Wizard of Oz (Jeff Goldblum).

Sementara Glinda (Arianda Grande), sahabatnya, berusaha memainkan peran Glinda The Good, untuk menenangkan negeri Oz dari kegaduhan situasi.

Kedua sahabat yang dulu saling mencintai ini harus mengalami gonjang ganjing tragis dalam WICKED FOR GOOD (2025).

Review Film Wicked For Good, Penutup Yang Kurang Manis

Promosi yang dilakukan studio di area Fountain Plaza Senayan menampilkan permainan air mancur, nyanyian, kutek, bikin gelang bahkan menyemprotkan balon sabun. Seakan WICKED FOR GOOD adalah perayaan yang bisa membuat anak-anak tertawa senang.

Faktanya, film sekuel ini cukup suram.

Bergulirnya cerita menjadi lebih gelap ini mengetes segala hubungan yang telah dibangun di film pertama. Sejauh mana kah mereka saling mengasihi atau sebenarnya adalah perasaan sebelah tangan yang egois?

Percikan-percikan drama yang perih itu memang menarik, hanya saja film senang untuk mengulurnya sampai rasanya ada sekuen yang tak perlu dinyanyikan untuk penonton mendapat poinnya.

Atau cukup satu lagu saja bukan dua atau tiga, yang menunjukkan kegalauan baik Glinda atau Alphaba akan situasi mereka. Lagunya pun sayangnya tidak catchy. Saya benar-benar tidak ingat lirik dan musiknya untuk sekedar disenandungkan.

Review Film Wicked For Good, Penutup Yang Kurang Manis

Hasilnya, durasi film yang demikian panjang terasa membosankan. Untungnya momen yang memang dramatik nan berisi berhasil dihidupkan dengan efektif, mengembalikan daya tarik film.

Seperti saat Elphaba dan Glinda berduet menyanyikan ‘For Good’ atau saat Boq (Ethan Slather) disihir menjadi Tin Man yang penuh dendam pada The Wicked of Witch of The West atau saat Elphaba memutuskan untuk berhenti berbuat baik (tapi akhirnya sama aja saat bertemu Glinda lagi? Agak membingungkan bagian ini).

Andai saja durasi tidak terlalu panjang dan cukup fokus pada momen yang memang berisi, emosinya bisa lebih mengena. Walau memang sulit membuat menarik saat cerita aslinya pun di porsi film ini, adalah saat-saat yang hampir, kalau tidak sepenuhnya, berisi kekelaman.

Review Film Wicked For Good, Penutup Yang Kurang Manis

Para aktor berbuat sebisanya untuk tetap mengangkat cerita. Namun, sekali lagi, mereka tidak mempunyai range seluas film sebelumnya. Bersedih-sedihan, marah berputus asa dan khawatir saja kebanyakan porsinya. Maka emosi terasa cukup monoton.

WICKED FOR GOOD bukanlah penutup yang sempurna. Bahkan saya pernah membaca kalau bagian ini pun di drama Broadwaynya bukan termasuk favorit penonton. But it exist and the beautiful friendship of Elphaba dan Glinda come to a close..in a whimper.

Trending

Exit mobile version