TV & Movies

Review Film Until Dawn, Teror Berulang Yang Segar Nan Perih

Published

on

www.gwigwi.com –

Film adaptasi game lagi. Dengan menterengnya resepsi seri THE LAST OF US, reaksi cukup baik tentang seri DEVIL MAY CRY Netflix dan baru-baru ini sukses besarnya film MINECRAFT, yak sepertinya adaptasi game sedang cerah-cerahnya. Bisakah UNTIL DAWN, game horror keluaran SONY ini tidak jadi contoh yang nyungsep?

Review Film Until Dawn, Teror Berulang Yang Segar Nan Perih

Clover (Ella Rubin) berusaha mencari adiknya, Melanie (Maia Mitchell). Dibantu teman-temannya; Max (Michael Cimino), Megan (Ji-Young Yoo), Nina (Odessa A’zion) dan pacar nina, Abe (Belmont Camell), mereka sampai pada sebuah rumah yang anehnya, tidak turun hujan setitik pun di tengah badai. Teror pun dimulai….

Berbeda tulen kisah film ini dengan gamenya. Kebetulan penulis sudah memainkannya dan perubahan yang dilakukan berhasil menyegarkan cerita tipikal horror sekelompok anak muda.

Konsep time loop, waktu yang diulang saat para karakter semuanya mati, yang digunakan memberi warna pada cerita dari sekedar serem-seraman saja. Mereka berembuk mencari cara lolos dari lingkaran hidup mati, ada komedi juga dan menariknya, teror yang segar.

Review Film Until Dawn, Teror Berulang Yang Segar Nan Perih

Tak berhasil bila permainan ketegangannya tidak efektif, tetapi UNTIL DAWN…wah, sudah menghentak sedari awal.

Scarenya terasa diperhatikan sampai mendetail, hingga sembunyi dari pembunuh (yang sudah dilakukan ratusan film) bisa terasa segar dan mengerikan lagi. Serangan pertama dari pembunuh inilah yang menancapkan kegilaan ke depannya, yang menariknya terus bisa terasa fresh dan ngeri saat teror-teror baru diperkenalkan.

Rasanya atensi audiens dihargai dengan presisinya keseraman yang diberikan. Membuat film tidak sekedar slasher kejam-kejaman kosong, tapi permainan terornya diangkat ke level lebih tinggi namun tidak menjadi art house yang bahasa visualnya spesifik yang bisa bikin audiens umum bingung.

Review Film Until Dawn, Teror Berulang Yang Segar Nan Perih

Para karakternya pun bukan tipikal pengganggu logika nonton horor. Mereka tidak bodoh ataub menyebalkan. Aktif menerka situasi dan selalu membuat kita peduli tiap mereka diserang.

Mungkin yang agak kurang matang adalah tema emosinya yang kelihatan sekali coba dihubungkan dengan konflik batin Clover. Sayangnya, tidak terasa karena penonton sudah disibukkan dengan horornya. Solusinya pun ya konfrontasi fisik saja.

Review Film Until Dawn, Teror Berulang Yang Segar Nan Perih

UNTIL DAWN mengejutkan. Bila atensi presisi ini adalah gaya adaptasi PLAYSTATION PRODUCTION ke depannya, maka akan menaarik sekali melihat iklim adaptasi game ke depannya. Tidak sabar melihat adaptasi game samurai GHOST OF TSUSHIMA nanti.

Trending

Exit mobile version