Box Office
Review Film Uncharted, Drake’s Unfortunate Start
GwiGwi.com – UNCHARTED adalah adaptasi game PlayStation berjudul sama dan saya sudah main gimnya… Beberapa (Uncharted 2: Among Thieves, Uncharted 3: Drake's Deception, Uncharted 4: A Thief's End) dan nonton full walkthrough spin off-nya (Uncharted: The Lost Legacy). Saya juga nonton anniversary nya 2 kali di mana cast gamenya reunian. Yeah, saya rada tau franchise ini. Pertanyaannya, apa harus filmnya dibandingkan dengan gimnya? Sulit kalo enggak. Selain karena itu material aslinya, Uncharted juga terkenal karena efektifnya penggunaan kaidah sinematik pada gimnya. Bisa dibilang film aksi yg interaktif.
Saat gimnya mencoba banget jadi film, bagaimana filmnya yg memang film dan bukan gim?
Jikalau franchise gim Uncharted berhasil menyegarkan genre petualangan cari harta ke masa kekinian berisikan petualangan mendebarkan dan momen menyentuh, filmnya menjadikan genre klasik itu medioker, hampir tak bernyawa dan petualangan hampir tanpa ketegangan.
Nathan Drake (Tiernan Jones) berpisah dengan kakaknya, Sam (Rudy Pankow) di panti asuhan. Keduanya adalah penggemar harta dan sejarah. Bertahun-tahun setelahnya, Nathan atau Nate (Tom Holland) bertemu dengan pencari harta, Victor Sullivan atau Sully (Mark Wahlberg). Dia mengajak Nate mencari harta Magellan yang hilang. Meski awalnya menolak, premise bertemu kembali dengan kakaknya membuat Nate memutuskan untuk bertualang.
Film dibuka, seperti beberapa gimnya, dengan Nate di situasi bahaya. Pas bangun dari pingsan, kakinya nyangkut di kargo pesawat yang melambai ditiup angin, bergantung pada pesawat. Langsung action set piece besar dan langsung terlihat salah satu problem besar film ini, CGI.
Beda dengan film Mission Impossible di mana Tom Cruise nyoba stuntnya di situasi se real mungkin (manjat Burj Al Arab, pegangan pintu pesawat yg take off dan HALO jump) this is definitely not that meski niatnya sepertinya itu. Saya cukup yakin Tom Holland beneran lompat dan gelut sendiri di beberapa scene, tapi tiap adegan di cut dan kita diliatin background yang ketara banget CGI nya. Level ketegangannya berkurang drastis. Real deal breaker.
Cukup fatal karena big action sequence inilah salah satu trademark franchise gim UNCHARTED. Menempatkan player di situasi itu untuk beraksi, jadi bintang di film aksi besar dan rasakan tegangnya langsung. Filmnya kurang maksimal mengcapture itu. Untung aksi di adegan klimaksnya tetap oke meski problem CG masih ada. Dalam baku hantam skala lebih kecil, editingnya choppy.
Saat gelut lagi asik dan koreografinya oke, cuttingnya rada mengganggu. Tidak semengalir misal John Wick. Tetiba cut close up atau jumping (karakter di posisi A, di shot berikutnya di posisi B) Memang sulit untuk seperti gimnya di mana aksi bisa terus berjalan dalam long take tanpa interupsi, tapi editing style ini memang kurang bisa menyampaikan ketegangan dan atraksi secara lebih mulus.
Aksi mungkin kurang joss lalu gimana pesona UNCHARTED yg lain yakni karakternya yang membuat franchise bertahan dan dicintai fans? Sayangnya, Tom Holland dan Mark Wahlberg berasa miscast. Mereka bisa mendeliver line lucu dan percikan-percikan karismanya keluar namun sulit konek ke mereka secara emosi. Karena mulutnya ngucapin dialog, matanya kaku natap entah apa, seolah pikiran entah di mana. Kesan diskonek ini yang bikin adegan emosional gak berasa. Ditambah lagi banyak dialog disampaikan dengan datar aja kayak baca skrip.
Knowing how charismatic, lovable, energetic, and likeable the characters in the game are this is truly a massive blow. Bayangin kalo dulu IRON MAN (2008) mereka salah nge-cast Tony Stark. Bisa jadi MCU dah kesulitan dan awal dan gak sebesar sekarang.
Secara general dari segi eksekusi, UNCHARTED film memiliki banyak kekurangan; lightingnya yang seperti film aksi budget sedang padahal film dibandrol 120 jutaan dollar, editingnya tadi, akting, scorenya mediocre nan forgettable – kalau jauh dengan score di gimnya. Tidak terasa kesan petualangan besar – blocking adegan ngobrol yg kaku dan pemilihan angle shot yang kurang maksimalkan adegan. Liat semua ini, apa film ini tak hanya miscast tapi juga misdirector?
Terasa begitu karena di bawah ekskusinya yang berantakan, ceritanya oke-oke saja walau rada mellow untuk motivasi Nate. Set piece untuk aksinya menarik, dialognya banyak yang lucu, idenya untuk gonjang-ganjing chemistry karakternya boleh juga dan twist nya bahkan buat yang sudah main gimnya kayak saya, terasa mengejutkan dan asik.
Lagi dan lagi adaptasi gim ke film seperti tak pernah mendapat hasil yang memuaskan. Barangkali ada yang berpikir begitu abis nonton UNCHARTED. Tapi saya ingat sering animasi CASTLEVANIA dan ARCANE di Netflix yang juga adaptasi gim, mendapat resepsi baik. Sebenarnya jangan cuma liat adaptasi gim. Minimnya film genre fantasi sword and sorcery bagus seusai trilogi Lord of The Rings dan film-film superhero banyak yang tak disambut sehangat film Marvel.
Liat contoh-contoh itu jadi mikir, mungkin bukan salah gimnya tapi playernya?
Banyak curse word dan alkohol. Ini kayaknya bukan film PG-13 cocoknya…