Box Office

Review Film Tomb Raider, reboot yang lebih realistis

Published

on

GwiGwi.com – Pada zaman dahulu, Himiko adalah seorang wanita yang mampu mengendalikan kehidupan sekaligus kematian dan konon dia bisa membunuh seseorang hanya dengan menyentuhnya saja.

Hal ini membuat Himiko ditakuti dan akhirnya dikubur hidup-hidup oleh para bawahannya di pulau Yamatai.

Kisah Himiko membuat Richard Croft menjadi terobsesi dan berniat untuk mencari pulau Yamatai, sayang pencarian ini membuat Richard menghilang selama bertahun-tahun dan dianggap sudah meninggal.

Lara Croft yang menemukan catatan penelitian milik ayahnya akhirnya memutuskan untuk mencari pulau Yamatai demi mencari sang ayah. Tapi di balik itu semua ada organisasi yang juga mengincar rahasia di pulau Yamatai yaitu Trinity.

Dapatkah Lara menemukan ayahnya sekaligus menguak rahasia dari Himiko?

Meskipun memiliki perubahan di sana sini, cerita film ini tergolong mudah dicerna dan tetap menarik untuk diikuti.

Hanya saja pada awal film ini cukup membosankan karena “hiburan” utama baru dimulai saat Lara berada di Yamatai.

Adegan Action saya anggap cukup untuk mewakili konflik yang ada di film ini. Film ini sendiri mengubah beberapa elemen sehingga menjadi lebih realistis, bukan suatu kesalahan tetapi seri Tomb Raider sendiri sudah cukup kental dengan aura mistis/supranatural jadi kesannya jadi terlihat cukup aneh.

Film ini juga sedikit “memaksa” dengan sengaja membuat ulang beberapa adegan yang ada di game yang dibuat semirip mungkin, tapi beberapa adegan ini malah membuat film ini menjadi kurang realistis karena beberapa memang terlihat berlebihan.

Terakhir, untuk yang sudah memainkan gamenya pasti sudah tahu jika Lara disiksa fisik dan mentalnya selama berada di Yamatai, sangat disayangkan pada film ini siksaan yang Lara alami tidak separah versi game, tapi bolehlah dikatakan cukup untuk “menempa” Lara Croft yang belum menjadi siapa-siapa sebelum menjadi cewek petualang tangguh.

Trending

Exit mobile version