TV & Movies
Review Film The Super Mario Bros. Movie, JUMP HARD LAND FLAT
GwiGwi.com – Mario akhirnya difilmkan!….lagi. Ternyata tukang ledeng, yang jarang atau mungkin tak pernah berurusan dengan profesinya di gimnya sendiri, ini pernah 2 kali dibuat film yakni film animasi SUPER MARIO BROS: THE GREAT MISSION TO RESCUE PRINCESS PEACH! (1986) dan versi live actionnya yang reputasinya buruk SUPER MARIO BROS. (1993). Kembali ke bentuk animasi, apakah THE SUPER MARIO BROS MOVIE (2023) keluaran ILLUMINATION STUDIOS mampu menyamai manisnya resepsi film saingannya, si landak biru SONIC (2020)? Hem…
Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) 2 bersaudara yang merintis jasa tukang ledeng namun kerap tak beruntung. Suatu ketika keduanya tersasar dan terpisah di dimensi lain. Mario bertemu Toad (Keegan -Michael Key) dan Princess Peach (Anya Taylor-Joy) di Mushroom Kingdom sementara Luigi tertawan oleh si jahat Bowser (Jack Black). Maka dimulailah petualangan Mario menyelamatkan saudaranya.
Review Film The Super Mario Bros. Movie, Jump Hard Land Flat
Yap, film ini tak mengadaptasi narasi gimnya yang biasanya tentang Mario yang pergi menyelamatkan Peach dari Bowser. Barangkali film ingin merubah plot yang terkesan mysoginis itu dengan drama bromance, namun sayangnya potensi penuh nilai dramatik itu tak tereksekusi dengan baik. Luigi tak ubahnya damsell in distress hanya saja kali ini lelaki dan hanya diberikan alasan alakadar saja yang dirasa cukup tapi dangkal.
Peach dibuat sakti mandraguna jago segala. Membuat heran kenapa film memerlukan Mario sebagai jagoan bila putrinya sudah demikian hebat. Film pun tak memberikan justifikasi, hanya alasan emosi saja dia mau selamatkan saudaranya maka dilibatkan.
Review Film The Super Mario Bros. Movie, Jump Hard Land Flat
Dari alih suara yang sempat kontroversi karena dicastnya Chris Pratt tak jadi masalah. Memang aksen Pratt suka tak jelas Itali atau bikin asal saja tapi passable saja. Malahan Jack Black sebagai Bowser yang menonjol. Emosinya saat marah dan lembutnya saat galau klop seolah dia memang sudah lama menjadi Bowser.
Donkey Kong (Seth Rogen) yang turut berperan di film mempunyai chemistry menarik dengan Mario (FYI keduanya adalah musuh lama jauuuh saat mereka bertemu di gim pertama Mario, Mario Bros 1983. Namun tak selamat juga dari problem narasi dan karakter film in yang setengah matang.
Review Film The Super Mario Bros. Movie, Jump Hard Land Flat
Visual dan animasinya yang mulus lah menjadi penolong. Beragam aksi ciamik gimnya direkreasi dengan sangat baik hingga banyak momen yang bisa membuat fans gembira dan boleh jadi membuat audiens ingin mencoba gimnya.
Lantas terpikir; Bila fansnya senang dengan kemiripan gim dan menjadi penarik penjualan gimnya, apakah tak sebaiknya langsung saja main gimnya atau nonton lets play nya di internet?
Nostalgia dan referensi gim yang berseliweran memang mempesona fans, namun sebagai film THE SUPER MARIO BROS MOVIE (2023) harus punya daya pikat lain yang mampu membuatnya berdiri sendiri di luar materinya. Dalam hal itu Mario beruntung karena franchise ini nyawanya masih banyak.