Box Office
Review Film The Suicide Squad, Sajian Aksi Solid nan Menyenangkan
GwiGwi.com – Masih ingat dengan Suicide Squad (2016)? Well mungkin akan cukup bijaksana jika kita memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk penyajian cerita yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut.
Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di masa perilisan film tersebut dan penghargaan Best Makeup di ajang Academy Awards. Warner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi terbaru dari Suicide Squad. James Gunn kemudian dipilih untuk menahkodai sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi sequel, soft reboot, relaunch (silahkan pilih ingin dideskripsikan seperti apa) bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan beberapa karakter lama seta dipadukan dengan gaya penuturan kisah khas Gunn yang tidak umum.
Dengan premis cerita yang masih sama tentang Amanda Waller (Viola Davis) yang mengelola sebuah program militer rahasia yang dikenal dengan sebutan Task Force X dengan merekrut sekumpulan penjahat untuk menjalankan misi-misinya, The Suicide Squad sama sekali tidak menyinggung konflik maupun sejumlah karakter yang dahulu pernah dilibatkan dalam linimasa cerita film yang Lalu.
Film ini justru dimulai dengan karakter Amanda Waller merekrut sejumlah penjahat, Robert DuBois atau yang dikenal dengan sebutan Bloodsport (Idris Elba), Harley Quinn (Margot Robbie), Christopher Smith atau yang dikenal sebagai Peacemaker (John Cena), Abner Krill atau yang dikenal sebagai Polka-Dot Man (David Dastmalchian), Cleo Razo atau yang dikenal sebagai Ratcatcher 2 (Daniela Melchior), dan sesosok makhluk hybrid manusia dan ikan hiu yang dipanggil dengan sebutan Nanaue atau King Shark (Sylvester Stallone), yang kemudian bersama dengan Colonel Rick Flag (Joel Kinnaman) ditugaskan ke negara Corto Maltese untuk menghancurkan sebuah laboratorium bernama Jötunheim yang mengelola sebuah eksperimen berbahaya yang dapat mengancam dunia jika jatuh ke tangan pemimpin baru Corto Maltese, Silvio Luna (Juan Diego Botto), dan pimpinan militernya, Major General Mateo Suárez (Joaquín Cosío) sang pemimpin totaliter di negara tersebut.
Seperti halnya Wonder Woman (2017), Aquaman (2018), Shazam! (2019), The Suicide Squad mampu tampil menonjol berkat kepribadian sang pembuat film yang dapat dirasakan hadir dalam tata pengisahan filmnya. Sesungguhnya David Ayer di Suicide Squad 2016 Sudah mampu menyajikan gaya penyutradaraan nya yang kelam, namun dirinya kedodoran untuk menangani karakter penting di sepanjang cerita filmnya. Pemilihan James Gunn sebagai nahkoda untuk film kali ini, adalah pilihan yang pas dan menyajikan ruang pengisahan yang lugas bagi setiap karakter, mengelola setiap kisah tersebut dengan baik, yang akhirnya penonton pun puas dengan sajian ini dan membuat kita peduli akan karakternya.
The Suicide Squad memang memiliki beberapa kesamaan tema dengan dua seri Guardians of the Galaxy dan Super yang dahulu digarap oleh Gunn. Tidak heran jika Gunn lantas menerapkan sejumlah teknik presentasi cerita yang hampir serupa dengan dua film dari seri Marvel tersebut pada film ini. Laju kisah yang bergerak cepat, alur cerita yang terasa ringan dengan selisipan jokes komikal yang kental, serta barisan adegan kekerasan yang dieksekusi dengan warna visual yang mencolok, dan pastinya sejumlah lagu popular dari sejumlah era di masa lalu yang hadir mengiring sejumlah adegan dalam penceritaan film ini.
Meskipun begitu, Gunn tidak lantas membuat The Suicide Squad menjadi sajian yang asing dari timeline film DC Extended Universe. Kita masih dapat merasakan kelamnya bentukan konflik maupun karakter seperti yang selalu dihadirkan dalam film-film barisan DC Extended Universe lainnya. The Suicide Squad juga tidak tanggung-tanggung untuk menghadirkan adegan-adegan kekerasan yang brutal maupun yang bernuansa seksual yang jelas tidak akan mampu dihasilkan oleh seri film Marvel Cinematic Universe yang memiliki fokus pengisahan bagi para penikmat film semua umur.
Solidnya presentasi cerita The Suicide Squad juga mendapatkan didukung dari performa para cast. Margot Robbie terlihat semakin tidak terpisahkan dari sosok Harley Quinn. Setelah penampilan karakternya dalam Birds of Prey yang terasa tidak begitu istimewa, Robbie dan Harley Quinn kini kembali diberikan komposisi cerita yang kuat serta berhasil dieksekusi Robbie nyaris tanpa cela.
Tidak seperti Suicide Squad garapan Ayer, warna cerita yang begitu menonjolkan unsur bersenang-senang dalam The Suicide Squad sepertinya mampu menjadikan barisan pemeran film ini hadir dengan chemistry yang hangat dan meyakinkan antara satu dengan yang lain. Idris Elba, John Cena, dan Joel Kinnaman mampu tampil dominan dalam menghidupkan karakter-karakter mereka. Namun jelas rasanya sulit untuk tidak jatuh hati dengan penampilan David Dastmalchian, Sylvester Stallone, serta Daniela Melchior beserta sosok tikus bernama Sebastian yang selalu menemani karakter yang ia perankan yaitu Ratcatcher II. Ketiga cast tersebut memang tampil dalam porsi sebagai pemeran pendukung. Meskipun begitu, ketiganya selalu berhasil mencuri perhatian tiap kali karakter mereka hadir dalam cerita.
Secara keseluruhan, The Suicide Squad bisa menjadi alasan untuk kembali nonton film di bioskop yang telah dibuka pasca pelaksanaan PPKM untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Tentunya dengan Sudah melakukan 2 kali dosis vaksinasi dan tetap melakukan protokol kesehatan. Jangan lupa untuk menonton film The Suicide Squad di bioskop kesayangan anda Gwiples.