TV & Movies
Review Film The Smashing Machine, Dwayne Johnson push the limit
www.gwigwi.com – Banyak biopic yang punya kisah yang menarik. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah genre yang sangat niche karena YTTA aja atau yang gak tau jadi tau adalah objective dari sebuah film biopic.
The Smashing Machine film garapan Benny Safdie mungkin bisa dibilang adalah film yang menurut gue berhasil bikin orang yang gak tau jadi tau akan sosok Mark Kerr pionir olahraga MMA atau Mixed Martial Arts karena ia bertanding di UFC era awal yang penuh dengan kekerasan dan belom punya aturan yang ajeg.
Review Film The Smashing Machine, Dwayne Johnson Push The Limit
Belum lagi Kerr (Dwayne Johnson), juga menghadapi isu yang lebih berat dan masalah yang muncul bertubi-tubi seperti kekalahan pertama kali di 2000 Grand Prix, ketergantungan obat-obatan terlarang, dan juga hubungan asmara dengan Dawn Staples (Emily Blunt) yang rumit.
Sang sutradara Benny Safdie tertarik mengembangkan proyek ini, karena kisah Mark Kerr ini menarik untuk dikulik ia mengambil momen ketika Kerr bertarung di 2000 Grand Prix. Sebuah pilihan yang bijak dari Benny agar biopic garapan dia tidak sama dengan yang lain.
Karena di momen itulah cerita mulai berjalan dengan dinamis bukan dimulai dari early years atau ketika Kerr debut di UFC.
Review Film The Smashing Machine, Dwayne Johnson Push The Limit
Pemilihan cast seperti Dwayne Johnson, Emily Blunt, dan Ryan Bader yang merupakan atlet MMA sungguhan membuat kita betah menikmati film ini.
Spotlight tertuju kepada Dwayne Johnson yang tampak berbeda dan diperlukan persiapan yang maksimal seperti menambah masa otot, menumbuhkan rambut, bahkan latihan MMA demi menghidupkan sosok Mark Kerr di film ini.
Hasilnya, Dwayne dipuji kritikus dan berhasil membuktikan bahwa ia mampu keluar dari “zona nyaman”-nya sebagai jagoan yang serba bisa.
Emily Blunt pun yang berperan sebagai Dawn Staples, yang biasa tampil demure tapi kali ini ia harus berperan jadi teman hidup yang supportive (katanya) namun malah menjadi orang yang paling ngeselin dan berpotensi merusak karir Kerr secara pelan-pelan.
Review Film The Smashing Machine, Dwayne Johnson Push The Limit
Chemistry diantara mereka sangat pas karena sebelumnya pernah satu film di film Jungle Cruise. Namun kali ini mereka bermain di film biopic yang serius dan hasilnya mereka memberikan performa yang gemilang.
Cerita yang berjalan dinamis dari awal kejatuhan Mark Kerr hingga terjerembap ke lubang yang paling dalam, hingga comeback yang epic dan ditutup dengan konklusi yang bisa diterima buat penonton.
Membuat film ini mudah dicerna dan tidak membosankan. Cocok untuk penonton awam maupun fans olahraga baku hantam.
Akhir kata, The Smashing Machine merupakan sajian yang menarik untuk ditonton dengan ensembel pemain, sinematografi, dan penceritaan yang dinamis membuat film ini patut disaksikan di Bioskop.