TV & Movies
Review Film THE MARSH KING’S DAUGHTER, Berpotensi spesial, bereksekusi nanggung
www.gwigwi.com – Helena (Brooklynn Prince menikmati hari-harinya belajar berburu dari ayahnya Jacob (Ben Mendehlson). Dia heran pada ibunya (Caren Pistorius) yang seperti tak suka gaya hidupnya. Surga di tengah rawa ini seolah hancur karena suatu kejadian yang membolak-balikkan kehidupan si gadis cilik.
Ketika dewasa, Helena (Daisy Ridley) sudah jauh dari kehidupan di rawa. Memiliki keluarga di daerah sub urban dan bekerja kantoran. Sampai ketika Helena terpaksa menapak tilas masa lalunya ketika ayahnya dikabarkan kembali.
Review Film The Marsh King’s Daughter, Berpotensi Spesial, Bereksekusi Nanggung
Secara ide THE MARSH KING’S DAUGHTER sebenarnya luar biasa. Membahas Stockholm Syndrome (korban penculikan menjadi perhatian pada penculik), mengatasi trauma masa lalu yang bisa jadi mengaburkan memori kejadian yang sebenarnya dan bersettingkan alam yang indah.
Daisy Ridley mampu menampilkan Helena yang memiliki beban batin yang kompleks sekaligus tampil tangguh (Rey Star Warsnya muncul) saat diperlukan. Begitu pun Jacob nya Ben Mendehlson yang tampak perhatian tapi menyimpan sisi lain yang ngeri. Aktingnya lah yang mempu membuat film masih memiliki daya tarik yang cukup berhasil di saat yang lain serba nanggung.
Selain twist tentang Jacob di awal, film seakan tidak lagi memiliki gas yang cukup untuk membuatnya menghentak berbeda. Memang mengeksplorasi kekhawatiran Helena, efeknya pada keluarga dan responsnya akan hal itu dibutuhkan, namun pengadeganan sering terasa kurang maksimal menghadirkannya. Hampir selalu terasa sedikit lagi.
Review Film The Marsh King’s Daughter, Berpotensi Spesial, Bereksekusi Nanggung
Perlu polesan lagi karena apa yang ditampilkan seolah sudah by the book/melewati jalur yang sudah banyak dipakai film lain. Keputusan memakai filter warna yang bukannya berasa unik kuat mood dan estetikanya justru membuat kurang nyaman dan film terlihat murah.
Ditambah lagi ancaman dari si ayah menuju ke klimaks terasa kurang mencekam. THE MARSH DAUGHTER’S KING benar-benar butuh elemen mengejutkan dari segala lini untuk bisa membuatnya mengambang dan dilirik. Rasanya sayang sekali cerita yang sarat drama untuk ditambang dan diolah ini berakhir nanggung setengah matang. Di masa di mana serial tv atau acara streaming yang bisa menghadirkan drama lebih efektif dari premis yang lebih absurd, film rilis bioskop terpaksa harus memiliki standar di atas itu. It needs something else.
Melihat film ini saya boleh jadi melihat alasan Daisy Ridley setuju memainkan Helena. Dia rapuh tapi tidak lemah.Tak hanya bisa menjadi ibu tapi juga beraksi di hutan. Tambah lagi si aktris memang memiliki pesona yang memang pantas menjadi protagonis utama. Semoga dia mendapat proyek yang lebih keren lagi.