TV & Movies

Review Film The First Omen, Lahirnya Antikristus

Published

on

www.gwigwi.com – THE OMEN (1976) adalah salah satu film horor legendaris hollywood tentang bocah lelaki yang ternyata adalah antikristus.

Nah, karena hollywood adalah hollywood, maka tak terelakkan akan dibuatnya film yang kasarnya menunggangi nama besar itu. Maka terjadilah THE FIRST OMEN (2024).

Apakah film ini hanya mengeksploitasi franchise atau bisakah dia berdiri sendiri?

Review Film The First Omen, Lahirnya Antikristus

Tahun 1971, Margaret (Nell Tiger Free) tiba di Roma untuk penasbihannya sebagai suster. Awalnya semua tampak baik di panti asuhan sampai pertemuannya dengan seorang gadis aneh bernama Carlita (Nicole Sorace).

Berbagai kejadian aneh setelahnya membuat Margaret mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi…

Sebagai film prekuel mencoba menjelaskan asal muasal lahirnya si bocah antikristus di film THE OMEN (1976), latar belakangnya pun dikembangkan baik soal siapa yang berperan di balik kelahiran itu dan sejarah panjangnya yang kelam. Di sisi ini usahanya cukup berhasil.

Bagaimana cara membuka misterinya secara perlahan pun menarik diperkuat oleh pengadeganan yang segar nan kuat dari sutradara Arkansha Stevenson.

Review Film The First Omen, Lahirnya Antikristus

Film di pertengahan terasa sedikit jelimet dan kelamaan. Entah apa peran suster Anjelica (Ishtar Currie-Wilson) pada cerita dan tema kecuali untuk seram seraman saja. Twistnya pun mudah ditebak sedari awal yang rasanya ingin cerita selesai lebih cepat saja walau penyutradaraannya berkesan.

Adalah Nell Tiger Free yang tampaknya akan menjadi bintang ke depannya. Dia bisa menunjukkan kemurnian Margaret sekaligus ketangguhan, derita dan kelembutannya. She is really something else. Salah satu pilar terkuat pemaku perhatian film.

THE FIRST OMEN (2024) mengejutkannya memiliki tema feminisme yang kental; otonomi tubuh perempuan; pengekangan wanita dalam nilai konservatif yang radikal dan wanita lain yang justru membantu semua proses itu. Tema itu membuat nilai justifikasi eksistensi prekuel ini lebih tinggi, meskipun tidak memiliki punchline yang kuat.

Trending

Exit mobile version