TV & Movies
Review Film The Cursed: Insatiable Desires, Ketika Nafsu Dan Ambisi Manusia Berujung Teror
www.gwigwi.com – Jarang-jarang kan kita lihat omnibus horror? Kali ini kita ketemu suguhan omnibus asal negeri ginseng yang bertabur bintang yang judul aslinya adalah “Gwisi” atau judul internasional nya adalah The Cursed: Insatiable Desires.
Dong-sik (Yoo Jae-myung) merupakan detektif yang menginvestigasi penculikan misterius, Chae-won (Moon Chae-won) adalah seorang pekerja kantoran yang terobsesi dengan kecantikan, dan Mi-yeon (Solar/Kim Yong-sun) adalah wanita yang datang ke desa terpencil untuk memenuhi impiannya menjadi penulis terkenal namun malah menemukan suatu kejanggalan di desa tersebut.
Sedangkan Hee-jin (So Young-hee) merupakan seorang ibu yang tega melakukan segala cara supaya anaknya masuk ke sekolah kedokteran, bahkan dengan membuat perjanjian dengan iblis.
Tak ada yang saling mengenal, namun semua orang disini memiliki kemauan dan hasrat menggebu-gebu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Dan mereka semua melakukan segala cara bahkan dengan cara bersekutu dengan setan sekalipun.
Film yang naskah ditulis dan digarap oleh sutradara oleh Hong Won-ki menggabungkan aktor dan talenta muda Korea dalam horor berdurasi 96 menit ini.
Selain Yoo Jae-myung yang melejit setelah membintangi Reply 1988 (2015) dan Moon Chae-won, ada pula Solar idol dari grup Mamamoo dan Bae Su-min dari Stayc dan beberapa idol K-Pop lainnya.
Menarik untuk melihat berbagai idol terjun ke ranah baru dengan penampilan yang bisa dibilang tak terlalu buruk, bahkan cenderung menyenangkan untuk ditonton.
Bahkan masing-masing karakter punya cerita dan hasrat mereka sendiri.
Tapi sama seperti banyaknya aktor dan nama-nama besar di film ini, Won-ki terlihat kedodoran untuk menggabungkan masing-masing cerita dari setiap karakter di sepertiga film berjalan.
Bagaikan serpihan-sepihan puzzle yang berantakan, sang sutradara terlihat kebingungan di paruh akhir film untuk bagaimana menutup kisahnya.
Film ini menurut gue cukup sukses menghadirkan adegan-adegan yang membuat merinding. Termasuk jump scare yang datang tiba-tiba dan sebagian punya timing yang unik.
Hal ini membuat film ini cukup menarik dan menyenangkan untuk ditonton, jika bukan karena cerita yang tak runut dan cukup membingungkan.
Tema tentang keserakahan manusia memang jadi inti dari keseluruhan film. Hanya saja bagaimana Won-ki merepresentasikan dalam kesatuan plot agak membingungkan. Dan untuk keseluruhan durasi, cerita-cerita tersebut seperti mengambang, tak terselesaikan. Setidaknya untuk penonton umum atau mereka yang tidak tahu menahu tentang film ini.
Dieksekusi dengan sinematografi yang apik dengan penceritaan tanpa jeda atau penanda di masing-masing ceritanya, horor dengan gaya omnibus ini memang terasa sulit untuk diikuti.
Tanpa sadar satu cerita telah selesai, lalu penonton harus mengikuti karakter lainnya tanpa mengetahui apa yang terjadi dengan karakter sebelumnya. Cukup membuat kepikiran dan terasa “ngambang”.
Akhir kata, film The Cursed: Insatiable Desires menawarkan berbagai kisah seram dan adegan-adegan yang tentunya jadi pemuas keinginan pecinta horror dan penonton yang datang untuk ditakut-takuti.
Tapi dari segi cerita, film ini jelas bukan untuk penonton umum yang hanya ingin cerita horor dengan premis sederhana yang mudah diikuti.