TV & Movies
Review Film The Beekeeper, Terbang seperti kupu-kupu, Menghantam seperti Jason Statham
www.gwigwi.com – Begitu Adam Clay (Jason Statham) mengeluarkan semacam radio dari tempat sarang lebah, rasanya sudah menggambarkan level kekonyolan film terbaru sutradara David Ayer ini.
Adam Clay adalah peternak lebah dan penjual madunya. Dia hidup tenang sampai ketika orang terdekatnya ditipu oleh orang perusahaan kejam pencuri data dan uang orang-orang yang lemah seperti lansia. Emosi, Adam “menyengat” komplotan jahat tersebut dan tak akan berhenti sampai semua kroninya terhantam habis.
Ya, sesederhana itulah premise THE BEEKEEPER. Jason Statham di skenario baru sebagai karakter baru menghajar penjahat. Mungkin memiliki sedikiiit variasi dibanding peran sebelumnya baik soal karakter dan gaya bertarung, tapi yah, intinya Statham kembali “menggila.”
Luar biasa kalau dipikir film ini amat bergantung pada kharisma dan kemampuan baku hantam aktor asal Inggris yang mungkin penonton nafikan sudah malang melintang di perfilman Inggris dan Hollywood hanya sebagai “orang itu yang main film aksi.” Namun memang melihat pesona Statham di sini yang seakan tak ada habisnya menunjukkan kalau pria yang sekarang berusia 56 tahun ini masih punya banyak gas dan tak akan pensiun dalam waktu dekat.
Review Film The Beekeeper, Terbang Seperti Kupu Kupu, Menghantam Seperti Jason StathamBila ada yang menganggap Jason Statham adalah ikon protagonis film aksi penerus Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, etc saya rasa sama sekali tidak salah malahan sangat pantas.
Memiliki premise sedikit mirip JOHN WICK (2014), soal protagonis yang ternyata memiliki masa lalu mencengangkan, THE BEEKEEPER menceritakannya dengan cukup kompeten. Agen FBI yang mengejar Adam; Agen Verona (Emmy Raver-Lampman) dan Agen Matt (Bobby Naderi) bertugas menjelaskan plot dan sesekali memberi komedi. Para antagonis yang meskipun tak memiliki banyak kedalaman dan cenderung karikatural, seperti si tech bro namaste anak mama Derek Danforth (Josh Hutcherson) cukup memberi alasan untuk dibenci dan dihajar. Karakter sisanya? Untuk dihantam Statham.
Menarik melihat filmnya sadar kekonyolan premisenya dan sesekali menerwatakan dirinya sendiri. Anak buah jahat over the top pakai kostum, berlagak seperti penjahat superhero, membawa senjata kelewat berat untuk membunuh Adam yang digdaya dan kerap memakai permainan kata seperti “pun” soal lebah untuk komedi yang terselubung (ex: Menendang sarang lebah, Ratu Lebah yang memiliki keturunan yang lemah ((Derek)). Filmmaker tampaknya ingin sekali hanya bersenang-senang tanpa perlu mikir kejauhan tapi tak membuat kelewat aneh yang bisa merusak gravita aksi dan sedikit keseriusan yang ada.
Review Film The Beekeeper, Terbang Seperti Kupu Kupu, Menghantam Seperti Jason StathamOrang powerful berkuasa menindas yang lemah, satu orang dengan skil spesifik yang membalas, bumbu orisinil sedikit di sana-sini dan aksi menghantam. Kisah klasik yang sudah dibuat lintas zaman, lintas waktu dan lintas negara. THE BEEKEEPER bukanlah kisah terbaik di antaranya tapi bukan pula yang terburuk.
David Ayer baru-baru ini curhat soal SUICIDE SQUAD (2016) versi director’s cut nya yang tampaknya tak akan pernah dirilis untuk umum. Berkali-kali dia berkata keputusan merilis versi teater yang mendapat cap buruk datang dari studio. Yah semoga kebebasan berekspresi yang dia tunjukkan di THE BEEKEEPER mampu menghibur jiwa kreatifnya dan menjadi gas membuat karya yang lebih baik lagi.
https://www.youtube.com/watch?v=SzINZZ6iqxY Review Film The Beekeeper, Terbang seperti kupu-kupu, Menghantam seperti Jason Statham