Box Office

Review Film Susi Susanti Love All, Perjuangan Sang Legenda Demi Harumkan Nama Bangsa

Published

on

GwiGwi.com – Bercerita tentang Susi Susanti (Laura Basuki) yang berjuang memenuhi janji pada ayahnya, Risad Haditono (Iszur Muchtar) untuk berprestasi dalam olahraga bulu tangkis.

Susi Susanti Love All adalah film biografi yang cukup menghibur. Saya terkejut betapa banyaknya komedi yang dimasukkan, entah seberapa akurat dengan kisah aslinya, namun semuanya berhasil mengundang tawa. Image film biografi yang biasanya serius berhasil diringankan dan bisa dinikmati secara santai tanpa mengurangi tensi beratnya perjuangan Ibu Susi Susanti ini.

Karakter Susi ditampilkan dengan menarik baik di masa kecil oleh Moira Tabina Zayn dan ke depannya oleh Laura Basuki. Sifatnya yang bersahaja, ramah, murah senyum, tapi membara begitu ditantang dan emosi, diberikan ruang luas oleh ceritanya untuk ditonjolkan dan kedua aktris tersebut berhasil memaksimalkannya dengan baik. Sebuah cara yang cukup sukses untuk mengenalkan beliau bahkan pada penonton yang masih awam.

Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma yang bersifat lebih dewasa berhasil mengimbangi penampilan Laura Basuki. Chemistry mereka sangat natural dan manis. Iszur Muchtar sebagai ayah Susi mungkin adalah penampilan favorit saya. Dalam adegan menasehati (ada banyak adegan demikian di film ini) antara Risad dan anaknya yang bisa menjemukan, Iszur Muchtar mampu menampilkan kasih sayang yang dalam hanya dari pandangan matanya dan bagaimana caranya menyampaikan kata-kata yang menarik untuk menyemangati putrinya. Dia juga punya sisi jenaka seperti tidak mau melihat putrinya bermain di TV karena takut.

Susi Susanti Love All memiliki sederetan karakter yang menarik, berwarna dan dihidupkan para pemainnya dengan solid. Cukup berhasil dari segi ini tapi hal yang sama kurang bisa dikatakan untuk fokus ceritanya. Saat film dimulai, penonton dijelaskan perihal politik identitas yang menimpa warga Indonesia keturunan Tionghoa. Bagaimana mereka tak total dianggap sebagai WNI dan kesulitan untuk mendapat surat yang memastikan status mereka. Mengesankan kalau itulah fokus cerita yang ingin dikedepankan dalam film ini.

Namun dalam filmnya, meski problem ini penting untuk penghidupan beberapa karakternya, dalam durasi yang cukup panjang plot ini sempat tidak muncul sampai-sampai saya sendiri lupa kalau masalah ini ada dan lebih menikmati suka dukanya Susi sebagai atlet dalam menjalani turnamen.
Ditambah lagi, ending filmnya yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan plot status Susi dan lebih ke janjinya pada ayahnya yang justru lebih menarik kalau lebih lagi didalami.

Susi Susanti Love All adalah pengingat yang menghibur untuk orang Indonesia bahwa kita mempunyai tokoh yang hebat, yang mengukir sejarah hebat, sanggup mengalahkan bangsa maju dan semoga bisa membuat warga Indonesia terinspirasi dan menghargai pahlawannya. Film ini sangat cocok bagi kalian yang menyukai film olah raga, terutama bulu tangkis, dengan bumbu komedi serta romasa film ini tidak boleh kalian lewatkan!

Trending

Exit mobile version