Box Office

Review Film Star Wars: The Rise Of Skywalker, Akhir dari Saga Skywalker

Published

on

GwiGwi.comStar Wars: The Rise Of Skywalker atau Star Wars Episode IX terasa seperti jawaban Disney atas reaksi warganet yang tak menyukai keputusan – keputusan kontroversial di Star Wars Episode VIII: The Last Jedi dan gagalnya Solo: A Star Wars Story di tangga Box Office. Mencoba memuaskan mereka yang kecewa akan kedua film tersebut, merengkuh kembali fans-fans lama yang ingin bernostalgia dan tentunya penggemar dari trilogi sekuel yang bermula dari Star Wars Episode VII: The Force Awakens. Hasilnya adalah penutup dengan skala megah yang cukup berfungsi meski terasa tanpa semangat untuk memberi kisah yang segar.

Selang beberapa waktu setelah Luke Skywalker (Mark Hamill) mengorbankan diri untuk menyelamatkan Resistance, Rey (Daisy Ridley), Finn (John Boyega), Poe Dameron (Oscar Isaac), Rose Tico (Kelly Marie Tran) masih berjuang untuk melawan kekejaman The First Order yang dipimpin Supreme Leader Kylo Ren (Adam Driver). Namun kembalinya Emperor Palpatine (Ian Mcdiarmid) membawa perubahan pada konflik tersebut.

Hal paling menonjol yang diberikan sedari awal film adalah nuansa petualangan swashbuckling yang kental ada di 3 film pertama Star Wars. Penonton diajak bertualang dari planet ke planet disuguhi beragam adegan aksi berlatarkan pemandangan yang cakap dengan interaksi karakternya menyelesaikan masalah dan sesekali diselipkan komedi. Terlihat konflik-konflik eksternal lebih diperbanyak dibanding Episode VIII yang lebih infternal. Aksi berkilau ini sedikit terkesan hanya mempercantik perjalanan para karakter dari ke poin A ke poin B saja. Atraksi nya memang cukup memuaskan tetapi membuat rindu konteks aksi yang lebih berbobot.

Rey mendapat penambahan peran yang signifikan melebihi film-film sebelumnya. Digambarkan lebih aktif, lebih berkemampuan mumpuni dan semakin yakin dengan tugasnya sebagai Jedi. Rey pelan-pelan meninggalkan kebimbangannya dan mencoba menjelma menjadi protagonis yang utuh. Gonjang-ganjing hubungannya dengan Kylo Ren yang disajikan dengan gurih di film sebelumnya masih berlanjut di sini. Kemunculan Emperor Palpatine memberi warna baru pada hubungan itu dan membuat konflik mereka menjadi yang paling menarik di film.

Finn dan Poe di sini digambarkan lebih baik sebagai rekan seperjuangan dan teman. Interaksi satu sama lain mereka dan dengan C3-PO (Anthony Daniels) juga Chewbacca (Joonas Suatamo) kerap menghibur dan sekali lagi, lumayan terasa dekapan selimut hangat nuansa film trilogi originalnya. Sayangnya peran mereka tak lebih dari sekedar tentara yang mondar-mandir menjalankan tugas tanpa memiliki story arc berarti. Peran Rose Tico (Kelly Marie Tran) yang begitu menonjol di film sebelumnya lebih parah lagi karena tak banyak beraksi dan hanya sesekali berbicara saja. Mungkin Star Wars ke depannya sangat membutuhkan karakter pendukung yang bukan bagian dari organisasi pemberontak, lebih rileks, memiliki sifat amat sangat bertolak belakang dengan protagonis dan pandangan yang umum supaya dinamika ceritanya lebih menarik lagi. Karakter baru yang diperkenalkan di film ini belum memenuhi itu.

Disney sepertinya total untuk menghibur para fans berat. Bisa dilihat dengan banyaknya fan service bertebaran sepanjang film. Dari yang hanya sebentar saja tapi mampu membuat fans di bioskop bereaksi riuh, menampilkan kembali Lando Calrissian (Billy Dee Wiliiams), hingga yang benar-benar tak disangka-sangka dan hanya menjadi khayalan fans di internet. Hal ini seolah menegaskan kalau beberapa pilar pondasi Disney dalam mengolah Star Wars adalah nostalgia dan fans itu sendiri yang sedikit banyak meresap pada naratifnya. Entah apakah ini hal baik atau buruk untuk masa depan franchise ini.

Layaknya Episode 8, Rise of Skywalker memiliki banyak keputusan berani yang bisa kembali memantik reaksi negatif. Berbagai kejutan lain pun bisa berbalik menyerang filmmaker-nya alih-alih menambah hal baru. Memang usaha demikian layak diapresiasi sedari pada terus bermain aman, tetapi secara keseluruhan tak terkesan ada naratif baru yang dihadirkan. Penutup saga ini kurang lebih memiliki kesamaan dengan Star Wars Episode 6: Return of The Jedi. Meski beragam usaha dilakukan untuk membuatnya unik, kesamaan itu sulit untuk dibilang tidak ada.

Star Wars Episode IX: Rise Of The Skywalker digadang sebagai akhir dari kisah keluarga Skywalker. Di mana Disney memutuskan melangkah ke teritori baru untuk bermain di galaksi Star Wars. Dengan resepsi yang baik dari serial The Mandalorian yang lepas jauh dari kisah filmnya, mungkin pertanda kesanggupan yang baik dari Rumah Mickey. Untuk sekarang, fans harus puas dengan akhir yang bernada familiar.

Trending

Exit mobile version