Box Office

Review Film Spider-Man: Far From Home, dilema Peter Parker dalam pencarian jati diri

Published

on

GwiGwi.com – Sekuel dari Spider-Man yang dibintangi Tom Holland akhirnya tayang pada bulan Juli ini. Dengan plot pasca kejadian di film Avengers: Endgame, kita bertemu lagi Peter Parker yang berusaha hidup secara “normal” setelah Thanos berhasil dikalahkan.

Ia ingin menikmati study tour ke Eropa yang sudah lama dinanti-nantinya sebagai hadiah bagi dirinya sendiri, terlebih lagi ia ingin menjadi lebih dekat lagi dengan sang gadis idamannya yang juga teman sekelasnya yaitu MJ.

Sayang liburan yang diimpikannya tidak berjalan mulus karena dunia kembali terancam oleh serangan para Elementals, mahluk-mahluk yang menguasai kekuatan alam dan berpotensi menghancurkan dunia.

Dengan berat hati, Peter bekerja sama dengan Nick Fury (Samuel L. Jackson) dan Quentin Beck (Jake Gyllenhaal) yang juga merupakan Mysterio manusia dari dimensi lain.

Pada saat-saat krusial inilah Peter harus menentukan mana yang menjadi prioritas hidupnya, menjalani hidup sebagai remaja normal ataukah mengemban tanggung jawab sebagai superhero yang menyelamatkan dunia?

Ada dua hal yang menarik yang menjadi premis dari film ini, pertama adalah pergolakan dalam diri Peter Parker yang mengalami sebuah krisis identitas dimana muncul tuntutan agar ia dapat “menggantikan” posisi Iron Man dan di sisi lain ia hanya ingin menjadi pahlawan yang biasa-biasa saja dan menjalani kehidupan selayaknya orang normal. Semua dikemas dengan menarik dan berhasil dibuat dengan seimbang.

Kemudian, bagaimana interaksi Peter dengan sang gadis idamannya, MJ yang diperankan oleh Zendaya, chemistry antara keduanya amat cocok menampilkan peran anak sekolahan yang masih malu-malu kucing.

Jack Gylenhall aktor yang hampir menjadi Spider-Man di eranya Sam Raimi namun kalah oleh Tobey Maguire juga memiliki performa yang gak kalah keren sebagai Quentin Beck atau Mysterio yang penuh dengan tipu daya. Ia berhasil membuat Spider-Man dan anggota S.H.I.E.L.D kewalahan dengan mengacaukan kota namun itu semua hanya ilusi yang dibuat olehnya.

Part favorit gue adalah ketika Spider-Man dijebak oleh Mysterio dengan segala ilusi dari teknologi yang manipulatif sehingga membuat si manusia laba-laba Ini kewalahan beuhh adegan ini di eksekusi dengan rapih.

Secara keseluruhan, Spider-Man: Far From Home sungguh memuaskan untuk ditonton sebagai babak penutup dari rangkaian Infinity Saga sekaligus bridging untuk sebuah awal yang baru Buat fase MCU selanjutnya.

Jangan buru-buru beranjak dari bangku bioskop ada 2 after credit scene yang mengejutkan dan mau dibawa kemana cerita dari Semesta Sinematik Marvel selanjutnya.

Trending

Exit mobile version