TV & Movies
Review Film SMILE 2, Senyum Ngeri Yang Mulai Membosankan
www.gwigwi.com – Skye Riley (Naomi Scott) adalah penyanyi super terkenal yang memiliki adiksi narkoba dan alkohol, sampai dia mengalami kecelakaan bersama pacarnya.
Skye mencoba berubah. Kembali menata hidupnya meskipun cedera kecelakaan masih menyiksanya. Karena sakitnya tak tertahankan, Skye mengambil obat penahan rasa sakit dari Lewis (Lukas Gage) teman sekolah dan bandar narkoba langganannya.
Di apartemen Lewis lah dia melihat senyuman itu….
SMILE 2 kurang lebih membawa premise yang sama dengan SMILE (2022), hanya beda karakter dan setting. Kekuatan utama film dalam menghadirkan teror masih ada.
Review Film Smile 2, Senyum Ngeri Yang Mulai Membosankan
Kesunyiannya yang menegangkan. Shot-shot frontal adegan creepy. Gore yang shocking dengan efek yang meyakinkan. Scare yang memang layak dipuji dan sangat pantas berada di film yang memiliki naratif yang lebih baik.
SMILE 2 sebenarnya memiliki pesan terselubung yang bertujuan baik. Seperti mengkritik pemakaian narkoba, orang tua abusive, penyesalan tidak membantu saudara yang kesakitan, dll, namun semua kandas oleh horor tak jelas logika dan bersemangat komersil yang hanya mengejar shock value saja.
Problem film pertama di mana protagonisnya seperti tak diberikan sedikit pun kesempatan bebas diulang di sini. Rasanya aneh sekali film sekali lagi bicara soal karakter yang punya masalah batin atau mental health dan harus berhadapan dengan hantu/setan/makhluk yang memiliki kemampuan mencipta ilusi yang luar biasa. Asli, udah kayak mangekyo sharingannya Itachi Uchiha.
Lantas bagaimana protagonis bisa selamat? Bagaimana dengan usaha mereka sembuh dari trauma atau adiksi yang seolah mentah di depan kekuatan si setan? Seolah tidak menghargai sama sekali usaha karakter yang sungguh ingin berubah. Rasanya film memberi pesan kurang bertanggung jawab pada penderita yang sama di dunia nyata.
Review Film Smile 2, Senyum Ngeri Yang Mulai Membosankan
Walhasil, film memiliki substansi yang tidak jelas. Larut menghadirkan adegan-adegan shocking minim makna. Seakan yang penting mengejutkan, logika dan isi diterabas, dengan harapan penonton terkejut dan balik lagi untuk sekuel.
Kalau film memang hanya ingin serem sereman aja, gak usahlah pake pretensi bicara isu yang kompleks. Gak dibahas lebih lanjut dan gak punya katarsis juga.
Seakan epitome dari industri kapitalis kopong isi hollywood itu sendiri.
SMILE 2 memiliki tagline “Its the last thing you’ll see”. Semoga saja ini film terakhir dari serinya…