TV & Movies

Review Film Shazam! Fury of the Gods, Ketika Bocil Kematian Menghadapi Amarah Para Dewa

Published

on

GwiGwi.com – 2 tahun setelah kejadian film pertamanya, Billy Batson dan “saudara-saudara” nya sangat enjoy akan berkat sebagai superhero. Namun terkadang membuat mereka lupa diri akan konsekuensi yang juga harus ditanggung oleh mereka.

Hingga suatu ketika, ada ancaman yang sangat besar yaitu ketika Daughter of Atlas yaitu Hespera, Kalypso, dan Anthea menuntut mereka atas kepemilikan kekuatan yang dimiliki dan siap membuat kekacauan.

Hal inilah yang gak bisa dihadapi sendirian oleh Billy sebagai Shazam.

Langsung aja ke filmnya, film ini mengalami peningkatan dari prekuelnya. Untuk sebuah sekuel film hal ini tentu saja yang sangat dibutuhkan. Prinsip “don’t fix it, if it’s not broken” menjadi poin yang mengena dalam membuat kontinuitas dalam sebuah franchise.

Filmya pun sangat relate dengan kejadian di dunia nyata, terlihat bagaimana bocil-bocil ini hanya berfikir singkat tanpa memikirkan akibat nya. Seiring film berjalan ternyata memang menjadi sebab akibat dari perbuatan mereka juga.

Jangan mengharapkan aksi jegar-jeger yang masif ala film superhero. Film ini sarat akan unsur komedi yang fun dan menyampingkan aksi memukau. Porsinya komedi 70% dan aksi 30% di film ini.

Secara keseluruhan, film Shazam! Fury of the gods menyuruh kita untuk nikmati saja filmnya tanpa menaruh ekspektasi apapun dan kita pun akan menikmati filmnya.

Trending

Exit mobile version