TV & Movies
Review Film Sakra, Donni Yen Flexing
GwiGwi.com – SAKRA adalah adaptasi novel karya Chin Yung yang versi translasi Indonesia nya bernama Pendekar-Pendekar Negeri Tayli. Saya pernah banyak membaca karya-karya lain beliau seperti, LEGEND OF THE CONDOR HEROES, PENDEKAR HINA KELANA dan RETURN OF THE CONDOR HEROES. Jadi saya penasaran dengan film ini apalagi yang mendirect dan main adalah Donny Yen.
Hasilnya? Mungkin Donny Yen terus tetap jadi aktor saja..?
Qiao Feng (Donny Yen) adalah ketua kelompok pengemis terbesar, Kaypang yang disegani dan dihormati di kolong langit.Tetiba suatu hari dia tertimpa berbagai fitnah yang merusak namanya. Saat berusaha menyingkir dari dunia persilatan, dia bertemu A Zhu (Shen Yuqi) yang akan memaksanya kembali beraksi di dataran tengah.
SAKRA memiliki storytellingnya yang mirip BLACK ADAM; terburu-buru, banyak cutting (ada yang berasa meloncat juga) dan score yang seolah terus menerus. Cara bercerita ini seolah takut penonton akan bosan namun hasilnya malah “keramaiannya” terasa mengganggu.
Untungnya film masih memiliki momen-momen tenang untuk karakter dan plot bernafas. Di sini cerita khas Chin Yung muncul; drama dunia persilatan yang ada cinta, benci, fitnah dan konspirasi politik yang ujungnya soal perebutan kekuatan. Terlihat meski caranya bercerita kurang rapih, materi adaptasinya sendiri memang kuatdan tetap bisa sampai ke penonton.
Saya lebih suka bagian tenang itu dibanding aksinya.
Sebelum film dimulai, terdapat demonstrasi bela diri yang dilakukan berbagai komunitas silat Cina yang dilakukan di XXI PLAZA INDONESIA. Agak kaget ketika melihat SAKRA sendiri ternyata banyak menggunakan wire fu (kung fu pakai kabel supaya terlihat pemeran bisa meringankan tubuh dan loncat tinggii) dan spesial efek.
Memang masih setia dengan deskripsi di cerita Chin Yung, tapi sisi fantasinya ini sedikit mengganggu kenikmatan aksinya. Kenapa? Karena sulit relate dengan karakternya yang dengan mudahnya bisa menerbangkan orang, saling adu lempar sumpit dan terbang dengan efek yang agak kasar tanpa build up yang lebih rapi. Ingat KUNG FU HUSTLE? Bagaimana cerdasnya Stephen Chow membangun kemampuan si protagonis yang tadinya orang biasa, hingga bisa menghajar banyak orang sampai memiliki tapak penghancur.
Tanpa hiasan efek ini, atraksi adu jotos cepat justru terasa lebih seru.
SAKRA memiliki kisah yang menarik dan tampaknya cerita-cerita Chin Yung memang terasa timeless. Mungkin adaptasi berikutnya ayok lah dibintangi Donny Yen, tapi semoga dia tetap di depan kamera saja.