TV & Movies
Review Film SADAKO DX, Having Fun with Sadako
GwiGwi.com – Hal yang pertama mencolok dari film ini adalah kenapa judulnya seperti itu? Tulisan yang lebih familiar adalah “XD” yang menyimbolkan kebahagiaan (“X” seperti mata yang tertutup sementara “D”, mulut lebar yang tertawa lepas). Bila memakai logika tersebut maka “DX” bisa jadi berarti; berteriak takut (“D”) sampai menutup mata (“X”).
Permainan huruf ini seolah menyimpulkan bahwa SADAKO DX adalah film yang tujuan utamanya menghibur bukan buat anda ketakutan setengah mati. Terlihat sekali dari banyaknya komedi yang dimasukkan meskipun tak selalu sukses lucu. Puncaknya adalah ending yang sangat tidak disangka arahnya. Yang jelas wah gokilnya.
Ayako Ichijo (Fuka Koshiba) adalah seorang jenius yang memiliki IQ 200. Dia berhadapan dengan seorang ahli supernatural bernama Kenshin. Keduanya berdebat mengenai banyaknya kematian misterius yang berhubungan dengan video terkutuk. Ayako yang logis berusaha menentang ide itu sementara Kenshin mengatakan kutukannya nyata dan akan mencabut nyawa orang yang menonton video tersebut dalam waktu 24 jam.
Ayako kemudian mendapatkan tape VHS video kutukan tersebut dan membawanya ke rumah. Adiknya, Futaba (Yuki Yagi), yang penasaran menontonnya. Kutukan pun menghantui si adik dan Ayako berusaha untuk mencari jalan keluarnya.
Komedi yang menonjol bukan berarti tidak ada momen horor menegangkan. Video gaibnya yang memperlihatkan Sadako jalan ke rumah korban, Air yang menetes dari langit-langit sebelum syaiton muncul dan adegan di mobil masih sukses menegangkan.
Walau ada beberapa jump scare yang mengganggu karena keliatan sekali tujuannya lebih ke membuat sebal.
Ayako yang perlahan sadar kejadian yang menimpanya tak masuk logika kurang memuaskan karena terlalu lama prosesnya dan fokus penonton sudah berpindah ke bagaimana dia akan bertahan, bukan ini nyata atau tidak. Tapi tetap kemampuannya untuk tetap mencari solusi dan sikapnya yang tegas pada perilaku tak sopan teman prianya layak diapresiasi. She's a good, smart, kind and brave female protagonist. Hollywood should take note.
Saya apresiasi filmnya “nyemplung” menjadi this bizzare horror comedy mesh. They go for it with Sadako, the most iconic Japan horror at that. Tapi bisa jadi itulah yang bisa dilakukan untuk menyegarkan si ikon; just take crazy swing and see how it goes.