Box Office
Review Film Rambo : Last Blood, Aksi Jagoan Perang di Usia Senja
GwiGwi.Com – John Rambo (Sylvester Stallone) hidup tenang dan menghabisi masa tuanya dengan menjadi peternak, Latar hutan belantara tempat dia berperang diganti peternakan, rumah lama ayahnya. Hari-harinya banyak dia habiskan untuk berkuda. Pesannya jelas, Rambo pulang kampung dan pensiun.
Fisiknya sudah menua. Dia sering berhalusinasi mendengar suara-suara dari saat perang dan hanya bisa ditenangkan dengan obat penenang atau menempa besi, seperti berharap suara itu tertelan suara dentuman palunya. Segala jalan untuk menenangkan jiwanya tampaknya dia coba. Namun ketenangan ini terganggu saat keponakannya, Gabrielle (Yvette Monreal) kabur dari rumah untuk mencari ayah yang telah meninggalkannya. Sayangnya bukan jawaban yang didapat melainkan kesialan yang tidak terduga dimana Gabrielle diculik oleh kartel meksiko.
Rambo harus mengangkat pisau ikoniknya lagi dan pergi menyeberang perbatasan untuk menyelamatkannya. Dengan bergantinya latar dari hutan rimba menjadi pinggiran kota tidak mengurangi sama sekali rasa mencekam yang khas dari Rambo. Film ini menghadirkan aksi brutal nan sadis, tapi kebrutalan ini tidak sembarang aksi brutal, sebagai mantan jagoan perang Rambo menyusun taktiknya sendiri untuk menghabisi siapapun yang menyakiti anggota keluarga yang dicintainya.
Ide soal ketergangguan jiwa Rambo kurang dieksplorasi lebih jauh. Begitu solusinya adalah beraksi, PTSD-nya seolah terlupakan. Memasukan berbagai aksi yang mengandalkan visual brutal. Adegan aksi yang dihadirkan dirasa kurang banyak, namun aksi aksi tersebut diberi penekanan lebih pada tingkat kesadisannya. Seharusnya ini dapat menjadi sesuatu yang sangat wow dengan disokong narasi yang mumpuni. Sayangnya pengadeganan dramanya terlalu melodramatis.
Semua cast yang terlibat di film ini, sesuai dengan porsinya masing-masing. Sebagai ajang pembuktian bahwa Stallone masih eksis di kancah perfilman Hollywood namun ia tidak meninggikan ego nya seperti di film the expendables. Sosok Rambo disini tidak selamanya superior, ia sudah menua dan Sly berhasil memainkan peran nya.
Sang sutradara (Adrian Grunberg) patut diancungi jempol karena berhasil menyuguhkan kehidupan kota perbatasan dengan apik dan detil baik dari lingkungan maupun permasalahan permasalahan yang terjadi disana. Namun dengan perubahan latar sendiri membuat saya gak bisa berhenti berpikir gimana menariknya bila Rambo V ini bercerita tentang dia melawan penjahat di tengah ancaman keganasan alam seperti seri seri sebelumnya, sungguh tindakan yang berani untuk membawa karakter Rambo yang sudah ikonik dengan hutan rimba untuk diberikan area bertarung yang baru.
Rambo V: Last Blood dapat mengobati beberapa kerinduan kalian, mulai dari aksi yang mencekam, pertarungan penuh kebrutalan. taktik taktik luar biasa dari Rambo, hingga misi penyelamatan yang heroik dari jagoan kita ini, maka film ini patut kalian saksikan