TV & Movies
Review Film PLANE, Aksi Menyelamatkan Penumpang Pesawat
GwiGwi.com – Film aksi Gerald Butler terbaru yang disutradarai Jean-François Richet ini menceritakan bagaimana seorang pilot memikul tanggung jawab yang besar dalam memastikan penumpangnya dapat tiba di tujuan dengan selamat. Brodie Torrance (Butler) yang sudah lama menjalani profesi pilot ditugaskan menerbangkan pesawat dari Singapura ke Tokyo , ia dibantu co-pilot Dele (Yoson An) dan kepala pramugari, Bonnie (Daniella Pineda). Namun selain penumpang sipil ternyata ada seorang tahanan ekstradisi bernama Louis Gaspare (Mike Colter) yang ex-militer.
Apesnya rute yang dipilih harus melewati badai dan saat mencoba melewati badai tersebut, pesawat mengalami kerusakan yang mengharuskan Brodie mendaratkan pesawatnya. Beruntung mereka dapar dengan selamat mendarat di sebuah lapangan dekat hutan, cilakanya pulau tempat pendaratan penuh dengan milisi bersenjata yang tidak melewatkan kesempatan untuk menyandera para penumpang. Hanya Brodie dan Gaspare yang lolos dari penyanderaan sehingga mereka berdua memutuskan untuk membebaskan para penumpang dan dimulailah aksi-aksi yang amat seru dan mungkin cukup sadis.
Film ini cukup realistis dan tidaklah terburu-buru menampilkan aksi tembak-tembakan, bagian awal menjelaskan dengan baik peristiwa di dalam pesawat mulai dari boarding hingga pendaratan darurat. Aksinya pun tidak asal darderdor seperti Diehard atau Rambo yang one man army, lebih memakai akal namun tetap menjaga keseruan cerita ini antara lain dapat dilihat dengan adanya bantuan PMC kiriman maskapai tempat Brodie bekerja yang pakai strategi dalam bertahan menghadapi serangan milisi.
Dinamika antara Brodie dan Gaspare juga walaupun seharusnya bisa di bangun lebih dalam lagi (sampai akhir film Gwiple tidak akan tahu bagaimana latar belakang Gaspare hingga ia dituduh membunuh) tapi untuk sekarang ini sudah terlihat baik.
Overall, Plane memang bukan film dengan budget yang super besar namun dapat memberikan plot dan aksi yang pintar dan lebih realistis tanpa mengorbakan keseruan cerita.