TV & Movies

Review Film Perjanjian Gaib, Lebih Takut Miskin Daripada Takut Setan

Published

on

Gwigwiccom – Wati (Della Dartyan) bosan hidup miskin dan utang yang makin melilit. Tanpa sengaja melihat lowongan pekerjaan di koran bekas bungkusan makanan untuk merawat seorang nenek kaya raya dengan gaji berlimpah, Wati mengajak suaminya, Andri (Dennis Adhiswara), untuk melamar pekerjaan tersebut. Keduanya pun langsung diterima.

Selain mengurus kebutuhan sehari-hari sang nenek yang bernama Dasa (Ayu Laksmi), keduanya juga diwajibkan untuk memasang sesajen pada waktu-waktu tertentu.

Hingga suatu hari nenek Dasa tiba-tiba meninggal. Mereka bukannya khawatir, malah memanfaatkan moment tersebut untuk mencuri harta nenek Dasa.

Belum lagi gosip dari warga lokal mengenai nenek Dasa yang sebenarnya adalah pelaku pesugihan. Dimana ia mengorbankan anak-anaknya sendiri yang jumlahnya mencapai seratus sebagai tumbal.

Lantas, apakah mereka berhasil? Atau mereka malah menyerah karena dihantui oleh arwah nenek Dasa?

Film ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Setidaknya di dua pertiga bagian pertama.

Sebagian humornya mengalir dan sukses menjadi titik tawa. Sebagian sisanya terasa dibuat-buat.

Terutama saat Dennis dan Della memainkan mimik wajah secara berlebihan. Di luar itu, akting keduanya terbilang cukup asik. Chemistry dari mereka sebagai pasangan suami istrinya kentara.

Begitu pula dengan konflik keduanya. Dalam film sejenis, konflik karakter biasanya hanya sempalan tanpa guna. Berbeda dalam film ini.
Konflik mampu menjadi premis sekaligus penggerak cerita.

Horornya oke untuk ukuran komedi horor. Sayang formula jump scare yang repetitif. Efeknya makin lama makin tidak terasa.

Rentetan dialog juga bebas dari kritik. Saya suka bagaimana naskah tidak memaksakan kedua tokoh utama untuk terus menerus menggunakan bahasa Jawa. Hanya pada momen-momen tertentu saja.

Gue ngerasa Ini adalah langkah terbaik ketimbang dipaksakan dan ujung-ujungnya malah berantakan.

Sangat disayangkan, “Perjanjian Gaib” terjangkit penyakit yang umum dilanda film horor lokal. Kualitas cerita dan eksekusi yang grafiknya melandai di babak ketiga.

Secara keseluruhan, perjanjian gaib berhasil menjadi penyegar di tengah gempuran film horor serius (atau yang mencoba serius), sayangnya dari segi tema pesugihan yang diusung film ini kurang berhasil membawa perbedaan dan terlihat podo wae dengan sajian horor sepanjang tahun ini.

Trending

Exit mobile version