TV & Movies

Review Film PADDINGTON IN PERU, Paddington Pulang Kampung

Published

on

www.gwigwi.com – Paddington (Ben Whishaw) kembali lagiii. Kali ini ia bertualang keluar Inggris! Kembali ke kampung halamannya, Peru, setelah mendapat pesan dari Aunt Lucy (Imelda Stunton).

Mrs. Brown (Emily Mortimer) yang ingin lebih lama dengan keluarganya pun mengajak/memaksa untuk ikut ke Peru bersama suami, Henry Brown (Hugh Bonneville) dan anak-anaknya; Jonathan (Samuel Joslin) dan Judy (Madelaine Harris).

Petualangan bocil beruang dan keluarganya pun dimulai!

Review Film Paddington In Peru, Paddington Pulang Kampung

Premier PADDINGTON IN PERU yang diadakan di Plaza Senayan XXI dihadiri oleh duta besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey. Saking excitednya beliau bahkan memakai baju berwarna merah biru seperti outfit khas Paddington.

Kehadiran beliau seolah menyiratkan pentingnya Paddington sebagai ikon kebanggaan dari Inggris dan sebuah efek kultural yang signifikan…atau mungkin beliau memang sekedar fans. Apakah PADDINGTON IN PERU bisa menjawab semangat dukungan itu.

Film ini dibuat manis dan senyaman mungkin ditonton segala usia. Nuansa itulah yang terasa dominan. Seperti layaknya membaca dongeng anak-anak bersama keluarga. Mengadaptasi mood demikian dalam live action di saat dunia semakin sinis adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah.

Kekonyolan tingkah pola Paddington dengan niat murni tak berdosanya mengundang tawa dan simpati. Tak lupa juga cerita Henry yang ingin lebih berani mengambil resiko dan karakter baru seorang suster (Olivia Colman) pengurus beruang-beruang lansia yang misterius.

Review Film Paddington In Peru, Paddington Pulang Kampung

Semua selalu dibalut dengan komedi dan jarang terasa “tajam” atau “kasar” untuk audiens anak-anak…sampai bisa terasa terlalu nyaman dan butuh suntikan urgensi dan ketegangan yang signifikan di pertengahan film.

Beruntung paruh ketiganya tancap gas. Saat semua plot menyatu, aksi tegang berbalut komedi dan bermacam adegan menyentuh bertemu, bisa dibilang PADDINGTON IN PERU ditutup dengan baik.

Melihat Paddington yang tetap sopan dan simpati pada orang lain meskipun situasinya sendiri kurang baik rasanya adalah pesona karakter ikonik ini yang membuatnya bisa terus disenangi di zaman kapan pun. Moga yang membuat rusuh di Palestina sana bisa belajar dari dia.

Trending

Exit mobile version