TV & Movies

Review Film Mummies, Should Stay in The Tomb

Published

on

GwiGwi.com – Thut (Joe Thomas) adalah pembalap kereta perang yang mengalami trauma karena kecelakaan saat berlomba. Nefer (Eleanor Tomlinson) ingin menjadi penyanyi namun tersandera takdirnya sebagai putri yang melarang mimpinya. Keduanya bertemu saat sang raja, Pharaoh (Sean Bean) melepas phoenix untuk mencari jodoh untuk putrinya.

Oh ya, mereka adalah mumi yang hidup di negeri tersembunyi di bawah mesir.

MUMMIES menjual dunia fantasi di mana peradaban mesir kuno masih bertahan sampai sekarang. Agak menarik melihat twistnya soal smartphone, selfie dan perputaran siang-malamnya, tapi yah begitu saja. Sisanya tak banyak ubah dari kehidupan modern barat. Intinya keunikan dunianya tidak banyak dan menonjol.

Lapisan fantasinya, meskipun dangkal, tak berhasil merubah cerita petualangan rom-com klise menjadi lebih menarik. Seakan studio mempunyai skenario petualangan standar dan permumiannya hanya tempelan saja.

Bagaimana plotting dan aksi yang dilakukan juga tak banyak menjustifikasi kenapa film ini harus animasi. Bisa sekali film ini live action. Memang budgetnya lebih besar, namun tidak akan banyak perubahan saking terasa ketinggalan zamannya visual dan animasinya.

Setelah PINOCCHIO nya Guillermo Del Toro dan PUSS IN BOOTS: THE LAST WISH menunjukkan taringnya di saat Disney/Pixar sedang gagal, MUMMIES mungkin sebaiknya tetap berada di makam.

 

 

Trending

Exit mobile version