Box Office

Review Film Monster Hunt, Film Fantasi Monster yang Siap Mengocok Perut Anda

Published

on

GwiGwi.com – Monster Hunt, film yang mencampurkan animasi dan live action ini rilis di bioskop tepat pada liburan sekolah tetapi harus bersaing dengan film-film Hollywood yang juga tayang diwaktu yang sama. Raman Hui yg bersekolah dan berlatih di Amerika Utara mungkin memulai debutnya sebagai sutradara dengan film ini, tapi dia bukanlah orang baru di dunia animasi karena telah terlibat pengerjaan film Shrek dan Madagascar. Hasilnya adalah film yang CGI-nya melebihi ekspektasi dan mampu meninggalkan jejak positif pada box office di Cina dan beberapa negara di Asia, setidaknya sampai Inside Out rilis.

Impresi pertama kali melihat poster film Monster Hunt adalah desain monster yang tidak biasa, kalau kita mendengar kata monster yang terlintas adalah mahluk yang menakutkan, namun desain monster pada film ini sedikit sekali yang menakutkan sisanya mahluk lucu yang membuat kita ingin memeluk mereka. Monster Hunt memiliki latar cerita di dunia fantasy kuno, Middle Earth versi timur/asia lebih tepatnya, dimana monster-monster menguasai dunia. Beberapa mosnter terlihat seperti naga yang kekar, beberapa terlihat seperti lobak. Monster Hunt menyaujikan film kung fu penuh aksi dengan suguhan 3D Visual Effects yang memukau, itu bayangan saya ketika melihat poster film ini. Memang tidak salah tebakan saya, namun ternyata film ini sangat kocak sekali sehingga membuat seisi theater tertawa terbahak-bahak saat film diputar. Film ini juga menyuguhkan cerita cinta, jadi secara persentase 40% ketawa, 25% cerita cinta , 20% action , 15% drama.

Prolog film ini menceritakan kalau umat manusia merasa penindasan ini harus berakhir dan memulai perang dengan para monster yang memaksa para monster untuk berlindung di gunung yang sangat jauh. Sekarang, perang saudara terjadi di kalangan para monster sendiri dan seekor ratu monster yang sedang hamil melarikan diri ke pemukiman manusia bersama pasangan suami istri penjaganya, Zhugao dan Pangying (diperankan oleh komedian kawakan Eric Tsang dan Sandra Ng). Dikatakan bahwa bayi ini jika lahir kelak akan membawa perubahan baik di dunia monster dan dunia manusia, setelah sang ratu dan pengawalnya selamat dari kejaran monster jahat. Ketika konflik para monster mulai merambah dunia manusia, kepala desa Yongning, Song Tianyin (diperankan Jing Boran, Rise of Legend) harus berhadapan dengan masalah. Song adalah kepala desa yang pandai memasak, menjahit dan pekerjaan rumah lainya sehingga walaupun ia kepala desa tetapi dia diberlakukan sebagai pembantu oleh warga desa. Meskipun dia setengah tidak percaya dengan apa yg dia lihat, sang ratu mosnter meminta perlindungan pada Tianyin dan karena hal ini Yongning menjadi “koloni monster”.

Petualangan dimulai ketika desa tempat tinggal Song didatangi oleh pengawal ratu monster yang menyamar menjadi manusia dan di sini Song bertemu dengan pemburu monster tingkat 2 yang cantik Huo Xiaolan. Cerita berlanjut dengan kisah bagaimana Song dan Huo menyelamatkan bayi ratu monster. Kemudian, sang pemburu monster hijau, Xiaonan, Zhugao & Pangying dan Rival pemburu monster Xiaonan, Luo Gan, mampir ke Yongning, tertarik dengan rumah Tianyin. Tapi Xiaonan dan Luo adalah pemburu hadiah dan memilih tidak menjadi anggota Perkumpulan Pemburu Monster, yang terkenal meski sekarang sudah tidak aktif lagi. Sebuah perkumpulan yang ingin dibangkitkan Ge Qianho, seorang pemilik restauran (dan jendral perang, mungkin). Perang saudara antar monster adalah hal yang dia butuhkan untuk mengembalikan kejayaan restorannya dan menarik pengunjung yang memiliki banyak uang. Tak lama kemudian, terjadi pertarungan antara para pemburu dan pengawal ratu yang menyamar, yang berujung pada ratu monster yang sekarat “menghamili” Tianyin dengan anaknya dengan cara memuntahkan bayi itu ke perut Tianyin (jangan mempermasalahka kesalahan anatomi tubuh wanita di film ini). Lalu, “orang tua” dari penerus kerjaaan monster ini, Tianyin dan Xiaonan, harus mengambil keputusan apakah mereka akan menyelamatkan sang bayi, yang dinamakan Wuba, atau menyerah ke insting mereka, menjual bayi itu untuk uang.

Hal-hal tadi adalah elemen dasar dari apa yang terjadi di film Monster Hunt, sebuah petualangan fantasi yang membingungkan. Sang penulis naskah pembanru, Hui dan Alan Yuen (sutradara Firestrom) menanamkan pondasi yang kokoh pada penciptaan dunia Monster Hunt tapi mereka tidak memastikan kalau apa yg mereka ciptakan itu berkesinambungan atau sesuai dengan logika dalam novel. Banyak bagian yang berjalan dengan baik, sendirian ataupun secara berpasangan-perang saudara dan kekuatan luar yg memanipulasinya, penerus sah yang diramalkan akan menyelamatkan dunia dan orang yang membantu mewujudkan misinya dan lain sebagainya.

Untuk cerita walaupun cukup menarik dan banyak kejutan namun agak kurang fokus dengan cerita awal yang ada di dalam awal Narasi Monster Hunt, cerita akan lebih terfokus bagaimana hubungan atau interaksi Song dan Huo, Song dengan warga desa, dan bagaimana Song menyikapi monster. Apakah hubungan Song dan Huo akan berlanjut ke hubungan asmara ? silahkan menonton sendiri. Sesekali kita akan dihibur oleh adengan musikal para monster lucu yang bernyanyi dan menari. Tetapi terlalu banyak ide yang akhirnya malah mengaburkan esensi film ini dan membuat penonton geleng-geleng kepala. Kenapa Ge sangat menginginkan perang padahal sebenarnya dia hanya tertarik pada makan malam berkelas? Apa peraturan penjualan monster? Atau si pecandu judi Xiaonan yang pergi ke Tang Wei Blackhat hanya untuk main mahjong? Siapa sebenarnya para monster yang berperang dan apakah hanya ada satu kawasan tinggal para monster? Pada akhirnya, Monster Hunt adalah sebuah penceritaan sentimental dari cerita moral yang mudah dicerna yang tidak memanfaatkan pengembangan karakter untuk menekankan nilai-nilai (pehormatan pada komunitas, kesetiaan pada keluarga, toleransi pada orang lain) yang ingin disampaikan.

Tingkah Tianyin lebih sering membuat jengkel dan Jing hanya sedikit sekali berusaha menyampaikan perkembangan karakter Tianyin yang biasa saja. Jiang cukup bagus dalam memerankan rival pemburu yang menyadari kebodohannya sendiri, tapi karakter ini bisa saja dihilangkan. Bai satu-satunya pemeran yang paling bagus, meskipun akting “gadis tangguh” Xiaonan sama saja dengan dua karakter tadi. Efek visual dari Jason H. Snell (artis efek dan digital pada Elysium dan Tomorrowlan) dan koreografer aksi dari Ku Heun Chiu membuat cerita mengalir dengan apik dan tona yang fantastik dan sangat cocok, meskipun ada sentuhan kekerasan untuk penonton anak-anak. Aksi kung-fu di film ini tidak kalah dengan film-film China yang lain, disajikan dengan sangat baik dan menghibur karena disisipi adegan komedi dan kelakuan konyol baik dari para pemburu monster atau adegan konyol dari para monster sendiri.

Visual effect sangat bagus sekali tidak kalah dengan film-film holywood, baik untuk animasi para monster maupun animasi jurus dan adegan aksi pertarungan. Monster Hunt sendiri memiliki Animasi yang hampir sempurna dan paduan gambarnya diatas rata-rata untuk kualitas CGI, meskipun film ini berisi keindahan yang fantastis yang menutupi banyak glitch. Karaktere utama, Wuba yang dibuat dengan animasi, adalah wild card yang bisa terlihat lucu dan menggemaskan (dibuat untuk pejualan merchandise tentunya) atau bisa terlihat mengerikan, tergantung selera kalian.

Akhir kata film Monster Hunt sangat menghibur karena akan membuat kita tertawa sepanjang film, namun untuk desain monster bagi saya agak sedikit aneh dan kurang menyeramkan atau keren untuk desain monster penjahat. Banyak adegan mengharukan baik dalam hubungan persahabatan dan kekeluargaan. Sequel film ini juga sudah resmi diumumkan akan dibuat, jadi tunggu apa lagi segera tonton film ini bersama teman, keluarga atau pacar anda.

Trailer

[youtube id=”wKNXSLQHWPc” width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Poster

Trending

Exit mobile version