Box Office
Review Film Mia and the White Lion, persahabatan manusia dengan hewan liar
GwiGwi.com – Mia Owen (Daniah De Villiers) kecewa atas kepindahan keluarganya dari London ke Afrika Selatan.
Di tengah kejenuhannya karena tidak punya teman, seekor singa putih lahir dari peternakan singa milik ayahnya pada hari natal.
Singa yang diberi nama Charlie ini ternyata tertarik dengan Mia hingga terjalin persahabatan selama tiga tahun.
Khawatir akan keselamatan Mia yang bersahabat dengan hewan buas, keluarganya pun melarang Mia mendekati Charlie yang mengalami tumbuh kembang yang sangat pesat.
Di sisi lain, Mia juga menentang Ayahnya yang akan menjual Charlie ke pemburu.
Berhasilkah Mia menyelamatkan Charlie dari penjualan hewan yang kerap terjadi di Afrika Selatan?
Sebenarnya kisah persahabatan antara hewan dan manusia sudah banyak diadaptasi, diantaranya Hachiko: A Dog’s Tale, Dolphin Tale, Air Bud, MVP (most valuable primate) dan masih banyak lagi.
Film ini yang juga sedikit menyinggung soal perlindungan terhadap hewan liar.
Gue salut dengan chemistry Mia dengan si singa putih, Karena butuh waktu 3 tahun untuk proses pembuatan film ini.
Karena sang sutradara Gilles de Maistre pernah bertanya kepada pawang singa, Kevin Richardson, untuk bikin film anak dengan singa.
Dia diberitahu bahwa itu tidak mungkin, karena satu-satunya cara bagi singa untuk tidak menyakiti anak itu adalah mengharuskan mereka tumbuh bersama.
Jadi si aktris Ini berinteraksi bersama Charlie si singa putih sejak Charlie lahir dan disitu lah proses produksi film berlangsung.
Tidak hanya itu, chemistry keluarga Owen yang terdiri dari Mélanie Laurent sebagai ibu, Langley Kirkwood sebagai ayah, dan Ryan Mac Lennan sebagai Mick adik Mia terasa hangatnya.
Karena mungkin rasanya sudah seperti keluarga sendiri Karena proses produksi film ini dimulai dari bulan Mei 2015 hingga Desember 2017.
Namun film ini memiliki kekurangan yaitu konflik yang terjadi di film ini.
Misalnya, di awal film kita disajikan dengan ketidak betahan Mia yang baru pindah ke Afrika Selatan.
Namun semua berubah begitu saja ketika Charlie lahir. Secepat itu ?? Padahal jika digali lebih dalam film Ini akan menjadi emosional untuk film keluarga.
Langsung tiba-tiba berubah dengan persahabatan mia dengan Charlie si singa putih. Penonton pun jadi terbawa bahwa seliar-liarnya singa, masih terlihat menggemaskan.
Dari music scoringnya pun juga saling melengkapi pertumbuhan Charlie si singa dan persahabatannya dengan Mia.
Overall, film asal negara Perancis ini bisa jadi alternatif kalian untuk ditonton bersama keluarga.
Kita pun Jadi terasa dari bahwa sebuas-buasnya hewan liar, akan takluk juga oleh cinta dan perlakuan baik oleh manusia.